"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Roy Suryo Dituduh Terima Dana Rp5 Miliar, Kuasa Hukum: Kami Berjuang Tanpa Bayar

Penyangkalan Kuasa Hukum Roy Suryo terhadap Isu Dana Rp5 Miliar

Isu yang menyebutkan bahwa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Roy Suryo, menerima dana sebesar Rp5 miliar dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, langsung dibantah oleh kuasa hukumnya, Ahmad Khozinudin. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap pernyataan yang disampaikan oleh ahli digital forensik, Rismon Sianipar, yang menuding JK sebagai pihak yang membiayai gerakan tersebut terkait isu ijazah Jokowi.

Khozinudin menegaskan bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh timnya merupakan aksi sukarela tanpa adanya pendanaan dari siapa pun. Ia juga menekankan bahwa perjuangan hukum ini didasarkan pada idealisme demi kepentingan negara.

“Saya ingin tegaskan bahwa kami tidak menerima sepeser pun, satu rupiah pun dana untuk perjuangan ini, baik dari Pak JK atau pihak lainnya, baik untuk kepentingan perjuangan atau kepentingan keluarga kami,” ujar Khozinudin dengan tegas di Polda Metro Jaya, Kamis (9/4/2026).

Pihaknya juga menantang pembuktian atas isu tersebut dan menyatakan kesiapan untuk memberikan kesaksian jika diperlukan oleh pihak berwenang. Hal ini menunjukkan komitmen kuasa hukum Roy Suryo untuk menjelaskan fakta secara transparan.

Dukungan untuk Langkah Hukum Jusuf Kalla

Meskipun sempat diterpa isu miring bersama, kubu Roy Suryo mendukung penuh langkah Jusuf Kalla yang melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada Rabu (8/4/2026). Di sisi lain, Khozinudin juga sepakat dengan usulan JK agar polemik ini berakhir dengan satu cara sederhana: Jokowi menunjukkan ijazah aslinya ke publik.

Jusuf Kalla yang hadir langsung di Bareskrim menyatakan bahwa pelaporan terhadap Rismon dilakukan demi menjaga integritas pribadinya.

“Saya datang untuk membuat laporan polisi. Saya melaporkan Saudara Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap itu merugikan saya, karena mengatakan saya ini mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk soal ijazah Pak Jokowi,” tegas JK saat di Bareskrim, Rabu.

Polemik yang Kian Meruncing

Langkah JK melaporkan Rismon didasari atas rasa keberatan karena namanya dicatut dalam narasi pendanaan yang dianggap tidak berdasar. Dengan munculnya pembelaan dari tim hukum Roy Suryo cs, tabir misteri “dana Rp5 miliar” kini memasuki babak pembuktian di tangan penyidik kepolisian.

Kedua belah pihak kini menunggu proses hukum berjalan untuk menetapkan siapa yang menyebarkan fitnah dalam pusaran isu ijazah sang mantan Presiden.

Bantahan Pihak Rismon

Penasihat hukum Rismon, Jahmada Girsang, sebelumnya memberi tanggapan atas pelaporan JK terhadap Rismon. Ia menyatakan bahwa biarkan saja dulu, karena tidak segampang itu membuat laporan. Menurutnya, bukti-bukti awal akan diuji di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu).

“Saya pikir biarkan saja dulu, kan tidak segampang itu membuat laporan, nanti di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) diuji/analisa dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan pelapor,” katanya dalam keterangannya pada KompasTV, sebagaimana ditayangkan dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Senin (6/4/2026).

Jahmada mengatakan pihaknya akan memantau terlebih dahulu perkembangan selanjutnya. Menurut dia, Rismon tidak pernah menyampaikan pernyataan seperti yang dituduhkan.

“Sejauh ini klienku Rismon tidak pernah menyebut seperti yang di video-video beredar itu,” ucapnya.

Perkembangan Terbaru

Sementara itu, Ketua Joman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, menyebut pernyataan Rismon yang menuding JK memberikan uang ke Roy Suryo cs untuk mempersoalkan ijazah Jokowi merupakan hasil kecerdasan buatan atau AI.

“Apa yang telah dilakukan oleh Rismon itu, saya katakan juga, saya konfirmasi juga, itu adalah AI,” katanya di Jakarta, Senin (6/4), sebagaimana tayangan video YouTube KompasTV.

Andi menyebut Rismon telah membantah pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana dituduhkan pihak Jusuf Kalla.

“Dia katakan dalam diskusi pada hari Kamis yang lalu di kanal YouTube saya di Catatan Andi Azwan, dia tidak mengatakan atau pun menyebutkan nilai amount atau pun menyebutkan Bapak Jusuf Kala sebagai donatur utama dan sebagainya,” ujar Azwan.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *