"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Mantan DJKA Akui Diminta Kumpulkan Dana Pilgub Sumut, Bobby Minta Buktikan Dulu

Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Bukti Terkait Pengakuan Korupsi dalam Sidang

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menanggapi pengakuan mantan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, Danto, dalam persidangan terkait dugaan kasus korupsi pengaturan lelang proyek jalur kereta api di lingkungan DJKA Wilayah Medan (BTP Kelas I Medan) tahun 2021–2024. Dalam sidang tersebut, Danto mengungkapkan bahwa ia diperintahkan oleh mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mengumpulkan uang guna keperluan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilpres dan Pilkada) di Sumut.

Menanggapi hal ini, Bobby Nasution meminta yang bersangkutan untuk memberikan bukti terlebih dahulu. Ia juga meminta agar dipastikan kapan pengakuan itu terjadi, termasuk menjelaskan waktu Pilgub Sumut yang dimaksud.

“Sekarang keterangan saya. Saya sampaikan itu pilgub kapan? korupsi kapan? kalau misalnya memberi keterangan, dia kasih bukti dulu donk. Dia ngomong di pengadilan, buktikan dululah, kok minta saya yang buktikan aneh,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri kegiatan di Pancing, Jumat (10/4/2026).

Bobby Nasution menegaskan pentingnya memastikan tanggal dan jadwal Pilgub Sumut. Apakah sudah keluar atau tidak.

“Ya saya lihat itu (beritanya) coba lihat korupsi tahun berapa, pilgub tahun berapa itu. Jangan-jangan waktu nentukan pilgub, KPU udah korupsi. Jadwal dari KPU belum keluar, dia bilang udah untuk pilgub,” katanya.

Dalam sidang lanjutan korupsi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) wilayah Medan, delapan saksi termasuk mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dihadirkan sebagai saksi. Budi sendiri hadir lewat zoom meeting untuk memberikan keterangannya. Sementara itu, tujuh saksi lainnya dihadirkan langsung.

Para saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan dalam sidang dengan terdakwa Muhlis Hanggani Capah selaku Penyelenggara Negara yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) II pada Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 2 wilayah Sumatera bagian Utara dan Eddy Kurniawan Winarto selaku seorang wiraswasta.

Pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/4/2026), Mantan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub Danto, mengaku diperintahkan Budi untuk mengumpulkan uang guna keperluan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Kepala Daerah di Sumut.

“Jadi waktu itu, beliau (Budi) minta kepada saya agar membantu Pilpres. Saya hanya menjalankan tugas dijalankan. Keterangan saya kenapa melakukan karena takut dicopot itu betul,” ucap Danto kepada ketua Majelis hakim Kamozaro Waruwu.

Atas perintah itu, Danto mengaku harus memutar kepala untuk memenuhi keinginan Budi. Danto mengatakan, ia kemudian mengumpulkan uang dari para Pejabat Pembuat Komitmen dan kontraktor, atas permintaan Budi.

“Waktu itu dirapatkan di PPK, satu PPK ada Rp 600 juta. Dari PPK menghubungi kontrak untuk transfer uang tersebut kepada masing-masing kontraktor,” ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, hakim kembali bertanya. “Kepada siapa diberikan uang tersebut?,” kata hakim.

Lebih lanjut, hakim Kamazaro mempertanyakan apakah Robby Kurniawan selaku Karo Perencanaan Kementerian Perhubungan yang disebut disuruh oleh mantan Menteri Budi untuk pengamanan Pilpres.

“Benarkah disuruh Budi Karya Sumadi untuk pengamanan Pilpres?,” tanya Kamazaro.

“Benar pak, pengumpulan dana untuk Pilpres dan Pilkada Sumut untuk Bobby itu benar,” ucap Danto.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menahan beberapa tersangka dalam kasus korupsi pengaturan lelang proyek jalur kereta api di lingkungan DJKA Wilayah Medan (BTP Kelas I Medan) tahun 2021–2024. Modus operandi melibatkan suap untuk memenangkan rekanan tertentu (PT IPA) dalam proyek pembangunan jalur kereta Bandar Tinggi-Kuala Tanjung dan Kisaran-Mambang.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *