Peninjauan Jembatan Cirahong oleh Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, baru saja melakukan peninjauan terhadap Jembatan Cirahong setelah sebelumnya bebas dari dugaan pungli. Kondisi jembatan kini menjadi perhatian utama masyarakat, terutama setelah adanya pengawasan yang dilakukan oleh warga setempat.
Beberapa waktu lalu, Jembatan Cirahong menjadi sorotan karena adanya rekaman video yang menunjukkan pengendara harus memberikan uang kepada penjaga saat melewati jembatan. Hal ini memicu perhatian publik dan membuat Dedi Mulyadi mengambil tindakan untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas di area tersebut.
Pada hari Kamis (9/4/2026), Dedi Mulyadi mengunggah video yang menunjukkan kondisi terkini Jembatan Cirahong. Dalam video tersebut, terlihat sepeda motor dapat melaju secara bersamaan dari dua arah yang saling berlawanan. Sebelumnya, sistem buka-tutup arus digunakan, sehingga kendaraan hanya diperbolehkan melintas dari satu arah pada satu waktu.
“Jadi, dua motor berpapasan relatif lancar di Cirahong. Enggak ada masalah. Apakah perlu diatur atau tidak?” ujar Dedi Mulyadi dalam video tersebut.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga menjelaskan bahwa Pemprov Jabar sedang melakukan perbaikan bertahap terhadap Jembatan Cirahong. Kayu yang digunakan berasal dari Sumatra dan telah menggunakan anggaran provinsi hampir Rp1 miliar. Ia juga menyebutkan bahwa lampu jembatan awalnya hanya 26 buah, namun ia meminta agar jumlahnya ditambah menjadi 30 buah.
Ke depan, Pemprov Jabar akan melakukan pengecatan dan pemasangan lebih banyak lampu. “Kami akan melakukan pengecatan, lagi izin ke provinsi, dan pemasangan lampu yang indah sehingga (jembatan) ini nanti menjadi sesuatu,” tambahnya.
Dedi Mulyadi juga sudah melakukan komunikasi dengan Direktur PT KAI dan mendapatkan persetujuan atas rencana perbaikan tersebut.
Setelah kegiatan penjagaan di jembatan tersebut dihentikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah penanganan dengan memasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) guna mengatur pergerakan kendaraan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga turut menyoroti persoalan ini melalui unggahan di media sosialnya.
Ia menjelaskan bahwa Jembatan Cirahong merupakan jembatan bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia yang sebelumnya telah mendapat perbaikan dari Pemprov Jabar. Menurutnya, pembenahan pada bagian lantai jembatan telah dilakukan dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, sehingga kini sudah aman dan layak digunakan oleh masyarakat.
Perwakilan UPTD PPP LLAJ Wilayah III Dinas Perhubungan Jawa Barat, Acep Indragunawan, menyebut bahwa pemasangan APILL dilakukan atas arahan langsung dari gubernur. “Sesuai arahan Pak Gubernur, bulan ini APILL di Jembatan Cirahong harus sudah terpasang,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Ia menjelaskan, keberadaan APILL nantinya akan menggantikan peran petugas yang sebelumnya mengatur arus kendaraan di jembatan penghubung Ciamis–Tasikmalaya tersebut. “Nantinya APILL ini akan mengatur arus kendaraan dari dua arah, baik dari Ciamis ke Tasikmalaya maupun sebaliknya,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Perhubungan Jawa Barat juga berencana menambah marka jalan agar antrean kendaraan menjadi lebih rapi dan terorganisir. Dalam waktu dekat, mereka akan melakukan kajian teknis untuk menentukan pola pengaturan lalu lintas, termasuk pengaturan waktu lampu untuk tiap arah.
“Besok kami mulai survei untuk menghitung waktu tempuh dan pola antrean kendaraan. Setelah itu akan segera dilakukan pemasangan,” katanya.
Namun demikian, rencana tersebut masih menunggu kajian teknis lebih lanjut.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











