"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Anak Try Sutrisno Tak Ingin Bantu Kakaknya yang Ditilang Polisi

Kehidupan dan Nilai Keluarga Try Sutrisno

Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, dikenal sebagai tokoh yang memegang teguh prinsip hidup mandiri bagi anak-anaknya. Ia selalu menekankan bahwa anak-anaknya tidak boleh mengandalkan status atau jabatan orang tua dalam menghadapi berbagai masalah. Prinsip ini terbukti dari kisah nyata yang dialami salah satu putri Try Sutrisno, Nora Tristyana.

Pada suatu kesempatan, Nora Tristyana ditilang oleh polisi karena aturan mobil pribadi harus diisi minimal tiga orang penumpang. Saat itu, ia sedang buru-buru dan mencoba meminta bantuan adiknya, Firman Santyabudi, yang saat itu masih menjabat sebagai Kakorlantas Polri. Namun, Firman justru menolak membantu dan meminta Nora menyelesaikan permasalahan tersebut sendiri sesuai aturan yang berlaku.

Peristiwa ini diceritakan oleh Nori Chandrawati, salah satu anak Try Sutrisno, dalam program ROSI di Kompas TV. Menurut Nori, Nora sempat menghubungi Firman dengan nada panik, tetapi Firman hanya menjawab bahwa Nora harus menyelesaikan sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Try Sutrisno telah memberikan nilai-nilai kehidupan yang kuat kepada anak-anaknya, yaitu untuk bertanggung jawab dan tidak bergantung pada posisi keluarga.

Prinsip Hidup Mandiri yang Diterapkan Oleh Try Sutrisno

Anak kedua Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono, juga menyampaikan bahwa ayahnya tidak pernah ingin anak-anaknya dimanjakan. Setiap kali menjabat di suatu tempat, Try Sutrisno selalu meminta bawahan agar tidak pernah memberikan apapun kepada anak-anaknya selama ia berada di sana. Prinsip ini menjadi dasar pengajaran yang diberikan Try Sutrisno kepada ketujuh anaknya.

Taufik mengatakan bahwa mereka merasa bangga sebagai putra-putri Try Sutrisno, bukan sebagai putra-putri Wakil Presiden atau Panglima ABRI. Mereka membanggakan diri sebagai anak dari seorang tokoh yang memiliki prinsip hidup yang kuat dan jujur.

Riwayat Hidup dan Perjalanan Karier Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia adalah mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang menjabat dari tahun 1988 hingga 1993. Setelah pensiun dari TNI, ia dipercaya menjadi Wakil Presiden ke-6 RI pada masa Orde Baru, mendampingi Presiden Soeharto dari tahun 1993 hingga 1998.

Try Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Senin (2/3/2026), setelah menjalani perawatan medis. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 90 tahun.

Ia memiliki istri bernama Tuti Sutiawati dan dikaruniai tujuh orang anak. Berikut adalah sosok ketujuh anak Try Sutrisno:

Sosok 7 Anak Try Sutrisno

  1. Drg. Nora Tristyana, M.A.R.S.

    Nora Tristyana adalah anak pertama Try Sutrisno. Ia berprofesi sebagai dokter gigi dan menikah dengan mantan Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.

  2. Dr. Taufik Dwi Cahyono, M.Sc.

    Taufik Dwi Cahyono adalah seorang akademisi dan dosen di Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Ia meraih gelar Doktor Ilmu Pertahanan di Unhan pada 2022.

  3. Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi

    Firman Santyabudi adalah anak ke-3 Try Sutrisno. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988.

  4. Nori Chandrawati

    Nori Chandrawati adalah anak keempat Try Sutrisno. Ia menikahi Marsda TNI (Purn) Danang Hadiwibowo dan aktif sebagai Ketua Yayasan Krida Nusantara.

  5. Isfan Fajar Satrio

    Isfan Fajar Satrio adalah Ketua Umum Persatuan Putra Putri Angkatan Darat (PPPAD). Ia juga dikenal sebagai Ketua Pengawas Yayasan Krida Nusantara.

  6. Letjen TNI Kunto Arief Wibowo

    Letjen TNI Kunto Arief Wibowo adalah Pati TNI AD yang menjabat sebagai Pangkogabwilhan I. Ia lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992 dan memiliki karier cemerlang di TNI AD.

  7. Natalia Indrasari

    Natalia Indrasari adalah anak bungsu Try Sutrisno. Ia berprofesi sebagai psikolog keluarga di Amerika Serikat dan memiliki lisensi resmi di Lowa, Virginia, dan Hawaii.












Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *