Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka Gagal Mengajukan Uji Materiil di MK
Beberapa mahasiswa Fakultas Hukum dari Universitas Terbuka mengalami kesulitan saat ingin mengajukan permohonan uji materiil Undang-Undang KUHAP secara langsung ke Mahkamah Konstitusi (MK). Peristiwa ini terjadi pada Jumat (10/4/2026), ketika mereka datang ke Gedung MK di Jakarta untuk menyerahkan berkas judicial review. Namun, situasi yang mereka temui jauh berbeda dari biasanya.
Kantor MK tampak sepi karena penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH). Menurut Yuli Dahlia, salah satu mahasiswa yang ikut dalam aksi tersebut, mereka tidak mengetahui adanya kebijakan WFH sebelumnya. “Kami datang untuk menyerahkan berkas pengujian UU KUHAP, tapi situasi kantor terlihat sepi. Kami tidak mengetahui adanya kebijakan WFH,” ujarnya.
Di area kantor MK, hanya terlihat petugas keamanan dan kebersihan yang berjaga. Petugas keamanan kemudian mengarahkan para mahasiswa untuk melakukan pendaftaran permohonan melalui sistem daring. Widya, mahasiswa lainnya, menyampaikan rasa kecewanya karena minimnya sosialisasi terkait kebijakan tersebut. Ia menilai seharusnya informasi mengenai perubahan sistem pelayanan disampaikan lebih luas kepada masyarakat.
“Ada sedikit kekecewaan karena kurangnya sosialisasi. Seharusnya ada informasi yang lebih jelas sebelumnya, atau minimal ada petugas yang tetap standby di lokasi,” katanya.
Penjelasan dari Mahkamah Konstitusi
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Humas MK, Pan Mohammad Faiz, menegaskan bahwa layanan publik di Mahkamah Konstitusi tetap berjalan meskipun kebijakan WFH diberlakukan. Menurutnya, sistem kerja fleksibel atau work from anywhere tidak menghentikan pelayanan kepada masyarakat.
Pegawai tetap dijadwalkan untuk berjaga guna memastikan layanan publik tetap tersedia. “Layanan publik tetap dibuka. Meskipun ada fleksibilitas kerja, pegawai tetap standby untuk memberikan pelayanan,” jelas Faiz.
Ia juga menambahkan bahwa pengajuan permohonan uji materiil dapat dilakukan secara langsung pada hari dan jam kerja, maupun secara daring tanpa batasan waktu. “Pengajuan bahkan bisa dilakukan di luar jam kerja melalui sistem online. MK berkomitmen membuka akses keadilan seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Kebijakan WFH dan Efisiensi Energi
Kebijakan WFH sendiri merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam melakukan transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) sekaligus upaya penghematan energi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa penerapan WFH dilakukan satu hari dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat, baik di instansi pusat maupun daerah tertentu.
Kebijakan ini mulai efektif diterapkan sejak awal April 2026, sebagai respons terhadap kondisi geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok energi. Selain penerapan WFH, pemerintah juga memberlakukan sejumlah kebijakan efisiensi lainnya, seperti pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, pengurangan perjalanan dinas dalam dan luar negeri, serta dorongan penggunaan transportasi publik.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat mendorong transformasi sistem kerja berbasis digital sekaligus meningkatkan efisiensi energi di lingkungan pemerintahan.
Pentingnya Sosialisasi Kebijakan Publik
Meski demikian, peristiwa yang dialami para mahasiswa ini menjadi catatan penting terkait perlunya peningkatan sosialisasi kebijakan publik, terutama yang berdampak langsung pada layanan masyarakat. Dengan semakin banyaknya kebijakan yang diterapkan, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas dan akurat agar tidak mengalami kesulitan dalam mengakses layanan publik.
Dalam konteks ini, peran lembaga pemerintah dan institusi pendidikan sangat penting dalam menyebarkan informasi yang relevan. Tidak hanya itu, keberadaan petugas yang siap melayani di lokasi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











