"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

JPO Rusak, Koalisi Pejalan Kaki: Jakarta Gagal Jadi Kota Global

Kondisi JPO di Terminal Kampung Rambutan yang Rusak Berat Menjadi Sorotan

Koalisi Pejalan Kaki mengkritik kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur yang sudah rusak berat selama tiga tahun terakhir. Kondisi ini dinilai membahayakan dan tidak ramah bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia.

Kerusakan fasilitas pejalan kaki dianggap sebagai cerminan dari kegagalan Pemprov DKI Jakarta dalam memenuhi indikator “walkability city” sebagai syarat menjadi kota global. Koalisi Pejalan Kaki menilai bahwa Jakarta belum mampu memenuhi standar kota yang nyaman untuk pejalan kaki dan pengguna transportasi umum.

Masalah Fasilitas yang Tidak Terawat

Sudah sejak tiga tahun lalu, JPO di Terminal Kampung Rambutan mengalami kerusakan parah. Hampir seluruh badan jembatan berkarat, lantai yang dipijak terasa ringkih, serta lampu penerangan dan atap JPO rusak. Hal ini membuat para pejalan kaki merasa was-was saat melintasi area tersebut.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, menyatakan bahwa pembiaran kondisi JPO yang rusak menunjukkan bahwa Jakarta gagal memenuhi syarat menjadi kota global. Ia menegaskan bahwa indikator kota global tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup ketersediaan fasilitas publik yang mendukung mobilitas masyarakat.

Perbandingan dengan Kota Lain

Alfred membandingkan kondisi JPO di Jakarta dengan di Bangkok, di mana pejalan kaki dapat melintas dengan nyaman dan aman meskipun membawa barang besar seperti koper. Ia menilai bahwa Jakarta masih jauh dari standar walkability city yang seharusnya diterapkan.

Menurut data Koalisi Pejalan Kaki, setidaknya ada 30 JPO yang mengalami kerusakan berat atau disebut JPO aborsi. JPO aborsi adalah JPO yang harus dirobohkan dan dibangun ulang dengan konstruksi yang lebih baik, atau bahkan ditiadakan dan diganti dengan zebra cross atau pelican crossing sesuai kebutuhan lokasi.

Alternatif Solusi untuk JPO yang Rusak

Pemilihan antara membangun ulang JPO atau menggantinya dengan zebra cross/pelican crossing tergantung pada analisis yang dilakukan dengan memperhatikan mobilitas kendaraan dan kebutuhan lokasi. Alfred mengecam kurangnya inovasi dari Pemprov DKI dalam menciptakan solusi yang memudahkan pergerakan manusia.

Sebelumnya, warga setempat mengeluhkan kondisi JPO yang rusak berat dan tidak terawat. Anak tangga hingga lantai JPO dipenuhi karat, sementara lampu penerangan tidak berfungsi dengan baik. Padahal, JPO di area antar kota dalam provinsi (AKDP) Terminal Kampung Rambutan menghubungkan antara halte Transjakarta dengan area park and ride di terminal.

Tanggapan dari Pihak Terkait

Dikonfirmasi terkait kondisi JPO, pihak Terminal Kampung Rambutan menyatakan bahwa JPO di area AKDP yang rusak merupakan aset Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengatakan bahwa informasi terakhir menyebutkan bahwa JPO tersebut rencananya akan dibongkar oleh Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).

Awak media juga telah berusaha mengonfirmasi Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, namun hingga berita ditulis, Benhard belum memberikan respons.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *