"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Perdana bicara setelah disiram air keras, Andrie Yunus: Saya Kuat Hadapi Teror

Kondisi Andrie Yunus Mulai Membaik

Andrie Yunus, aktivis KontraS yang menjadi korban penyiraman air keras, kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Ini adalah pertama kalinya ia menyampaikan pesan kepada publik melalui rekaman suara, menegaskan bahwa semangat perjuangannya tidak akan terhenti oleh kekerasan yang dialaminya.

Sejak mengalami serangan pada 23 hari lalu, Andrie telah menjalani tiga kali operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kondisi luka bakar dan kerusakan mata yang dialaminya sempat sangat serius, namun kini kondisinya berangsur pulih. Meski masih dalam perawatan intensif di ruang HCU, ia tampak lebih stabil dan tetap kuat.

Rekaman Suara Pertama Kalinya

Dalam rekaman suara yang diunggah di akun Instagram @kontras_update, Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luas dari masyarakat sipil. Ia menilai dukungan tersebut menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi dampak fisik maupun psikologis akibat serangan yang dialaminya.

“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” ujarnya dalam rekaman tersebut. Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari rekan-rekannya membuatnya tetap tegar dan kuat menghadapi situasi ini.

Pernyataan Andrie ditutup dengan seruan, “Aluta continua, panjang umur perjuangan,” yang menunjukkan komitmennya untuk terus melanjutkan perjuangan meskipun menghadapi ancaman serius.

Penanganan Medis yang Komprehensif

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit menemukan dugaan kerusakan pada bola mata Andrie. Dalam orasinya pada Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, ia menyebutkan bahwa kornea matanya mengalami penipisan dan dinding bola matanya diduga mengalami jebol.

Penanganan medis dilakukan oleh tim dokter RSCM yang terdiri dari berbagai spesialis, termasuk tim kegawatdaruratan, dokter bedah mata, hingga dokter rekonstruksi wajah dan bedah kulit. Dokter juga melakukan penambahan amnion pada lapisan jaringan mata Andrie serta tindakan cangkok kulit untuk menangani luka bakar yang cukup tebal pada beberapa bagian tubuhnya.

Proses Hukum Dilimpahkan ke TNI

Terkait perkembangan proses hukum kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa seluruh berkas perkara dan barang bukti telah dilimpahkan ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan pelimpahan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Saat ini kewenangan penyidik Polda Metro Jaya sudah sampai di situ, menyerahkan hasil penyelidikan dan barang bukti secara digital,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kepolisian tetap membuka kemungkinan untuk kembali terlibat apabila ditemukan keterlibatan pelaku dari kalangan sipil.

Status Pasien dan Larangan Kunjungan

Saat ini, Andrie masih dalam perawatan intensif di ruang HCU. Baik pasien, keluarga, kuasa hukum maupun pihak RS melarang kunjungan dari siapapun. Dalam caption unggahan di Instagram, disebutkan bahwa pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta perlindungan terhadap privasi dan ketenangan selama masa perawatan.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *