"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Keluarga Bocah Tewas Tenggelam Akui Sebagai Musibah

Keluarga Korban Tenggelam Menerima Kejadian sebagai Musibah

Keluarga bocah yang meninggal akibat tenggelam di kawasan wisata Kampung Durian, Bengkulu Tengah, akhirnya buka suara dan memilih menerima kejadian tragis tersebut sebagai musibah. Diketahui, korban bernama Abi (8) meninggal setelah tenggelam di aliran Sungai Kampung Durian, Desa Taba Penanjung, pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh, korban sempat dibawa ke RSUD Bengkulu Tengah untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Peristiwa ini berawal saat korban bersama ibunya, Yuli Handayani, dan keluarga tiba di lokasi wisata sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban bersama kakaknya bermain air di kolam renang yang berada di bagian atas area wisata.

Pengawasan orang tua terhenti sekitar 10 menit ketika ibu korban pergi ke tempat istirahat untuk makan. Ia sempat mengajak korban untuk ikut makan, namun korban menolak karena merasa masih kenyang. Saat ibu korban membuat susu untuk anaknya yang lain, pengawasan terhadap korban dan kakaknya terhenti.

Sekitar 10 menit kemudian, kakak korban menghampiri ibunya dan memberitahu bahwa adiknya tenggelam. Mendengar hal itu, ibu korban langsung menuju ke sungai dan mendapati korban sudah berada di pinggir sungai dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Pengelola Memperketat Pengawasan dan Menutup Akses Sungai

Pasca kejadian tersebut, pengelola objek wisata Kampung Durian segera mengambil langkah-langkah pencegahan dengan memperketat pengawasan dan menutup akses ke area sungai guna mencegah kejadian serupa terulang. Langkah ini dilakukan terutama di tengah meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan saat libur Lebaran.

Menurut Manajer Kampung Durian, Herbibi Saputra, fokus pengawasan saat ini berada di kolam renang, sementara akses ke sungai telah ditutup. Area sungai yang sebelumnya berada di belakang kolam wisata kini tidak lagi dapat diakses pengunjung. Pengelola juga berencana menempatkan petugas khusus untuk mengawasi lokasi tersebut.

Herbibi menjelaskan bahwa sebelumnya area sungai memang tidak diperuntukkan untuk aktivitas berenang, melainkan hanya sebagai spot foto bagi pengunjung. Ia menyampaikan bahwa pihak pengelola telah memberikan imbauan secara berkala melalui pengeras suara dan memasang peringatan di lokasi.

Evaluasi Sistem Keamanan dan Rencana Perbaikan

Ke depan, pengelola menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di kawasan wisata tersebut. Jika hasil kajian menyatakan area sungai tidak aman, maka pengelola membuka kemungkinan untuk menutupnya secara permanen. Namun, jika masih diperbolehkan, pengamanan akan diperketat.

Selain itu, pengelola juga berencana meningkatkan fasilitas keselamatan, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penyediaan tenaga medis dan ambulans saat musim ramai pengunjung. Herbibi menambahkan bahwa sejumlah pembenahan akan segera dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pasca kejadian.


Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *