"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pengantin Menangis di Samping Jenazah Adik, Penuhi Pesan Terakhir Sebelum Kecelakaan

Kisah Pilu di Tengah Bahagia: Pernikahan yang Diiringi Isak Tangis

Kisah pilu datang dari pernikahan sepasang kekasih, Putri Yunita Sari dan Dava Dwi Herianto, warga Pacitan, Jawa Timur. Perayaan pernikahan ini diwarnai dengan isak tangis pengantin karena dibarengi dengan duka. Biasanya, pernikahan diwarnai sukacita dan canda tawa, namun kali ini diiringi oleh isak tangis kehilangan.

Mereka memutuskan untuk melangsungkan akad nikah di ruang jenazah RSUD dr Darsono. Suasana haru yang menyelimuti ruangan tersebut tak lepas dari keberadaan sosok kaku yang terbaring tepat di samping mereka. Jenazah tersebut adalah Diva Tri Herianto (21), adik kandung dari mempelai pria. Sehari sebelumnya, takdir berkata lain. Sang adik mengembuskan napas terakhirnya akibat insiden kecelakaan tunggal. Kepergian yang sangat tiba-tiba ini sontak merombak seluruh rencana bahagia keluarga.

Sejatinya, hari duka ini adalah H-1 dari jadwal pernikahan Putri dan Dava yang semula akan dihelat pada Jumat (27/3/2026). Permintaan Terakhir Sebelum Pemakaman

Menghadapi pusaran duka di tengah rencana pernikahan, pihak keluarga akhirnya mengambil keputusan berat nan penuh makna. Mereka sepakat untuk memajukan jadwal akad nikah. Petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Pacitan, Azharuddin Efendi Uswa, mengonfirmasi bahwa perubahan jadwal yang mendadak ini diputuskan agar pernikahan terselenggara sebelum jenazah sang adik dikebumikan.

“Memang dipercepat karena ada musibah. Permintaan keluarga agar akad tetap dilaksanakan sebelum jenazah diberangkatkan,” ujarnya dikutip dari Tribunnews, Sabtu (28/3/2026).

Isak Tangis Membuat Prosesi Sempat Tertunda

Awalnya, prosesi sakral tersebut direncanakan berlangsung di kediaman mempelai perempuan. Namun, menjelang detik-detik kepulangan jenazah ke rumah duka, pihak keluarga kembali berkoordinasi dengan KUA dan meminta agar prosesi ijab kabul dipindahkan ke kamar jenazah tempat mendiang disemayamkan sementara. Prosesi di ruang jenazah itu pun berjalan dengan atmosfer yang teramat berat. Kepedihan keluarga tak terbendung saat kalimat ijab dan kabul terucap di udara.

“Suasananya sangat haru. Tangisan keluarga mengiringi prosesi. Bahkan sempat ditunda sekitar satu jam karena kondisi belum memungkinkan,” tambah Azharuddin.

Kisah Pilu Lainnya…

Peristiwa memilukan menimpa sepasang kekasih di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Rizki (25) dan Arika (24) tewas setelah mengalami kecelakaan maut saat hendak mengantarkan surat undangan pernikahan mereka ke kediaman kerabat. Insiden tersebut terjadi di Jalan Umum Padang Tualang-Tanjung Pura, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kamis (26/3/2026) siang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Langkat, Ipda Budi Sihotang, menjelaskan bahwa saat kejadian kedua korban berboncengan sepeda motor melaju dari arah Bukit Tua menuju Padang Tualang. “Jadi mereka boncengan mau mengantar surat undangan pernikahan ke rumah keluarga,” kata Budi saat dihubungi melalui saluran telepon, Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, setibanya di lokasi kejadian yang kondisinya menikung, korban mencoba mendahului truk yang berada di depannya. Namun, secara bersamaan muncul mobil Kijang Innova dari arah berlawanan. “Karena jalan sempit, korban tak punya ruang gerak yang cukup untuk menghindar. Motor korban sempat bersentuhan dengan bagian kanan truk sehingga oleng ke kiri dan terjatuh ke badan jalan,” jelas Budi.

Nahas, posisi jatuh yang tidak menguntungkan membuat kedua korban terlindas ban belakang bagian kanan truk tersebut. Rizki mengalami luka parah di bagian wajah dan bahu, sementara Arika menderita luka berat di bagian kepala, kaki, dan pinggul. Arika dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka yang dideritanya.

Sementara itu, Rizki sempat dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. “Rizki sudah sempat dibawa ambulans menuju rumah sakit terdekat, namun berujung meninggal dunia,” ucap Budi.

Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama ketika hendak mendahului kendaraan besar di jalur yang sempit atau menikung guna menghindari risiko kecelakaan serupa.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *