Inovasi Teknologi 3D Printer dalam Pendidikan dan Kreativitas Anak
PT Tek Lab Indonesia hadir sebagai distributor baru bagi Bambu Lab, yang berupaya memperluas akses teknologi printer 3D di tanah air. Dengan kehadiran perusahaan ini, teknologi canggih ini kini lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pengembang di sektor pendidikan, pelaku UMKM, para kreator, dan pengguna skala rumah tangga.
Salah satu pengguna yang merasakan manfaat dari teknologi ini adalah Yola Ureh, seorang kreator konten sekaligus orang tua. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan 3D printer tidak hanya membantu dirinya sendiri, tetapi juga meningkatkan produktivitas anaknya. Berikut beberapa alasan mengapa Yola Ureh memilih 3D printer untuk mendukung kreativitas anak-anak.
1. 3D Printer Sebagai Solusi Alternatif Mengurangi Screen Time Anak
Sebagai seorang ibu, Yola Ureh menggunakan 3D printer di rumah sebagai cara untuk mengalihkan perhatian anak semata wayangnya dari penggunaan gadget yang berlebihan. Ia menyadari bahwa screen time anak-anak saat ini sangat tinggi, sementara ia sendiri membatasi penggunaan layar hanya satu jam per hari.
“Saya sebenarnya orang awam dan sebagai ibu sebenarnya saya gunain 3D printer di rumah itu lebih untuk anak. Sekarang kan harus nonton, screen time itu banyak banget. Sedangkan saya screen time itu cuma 1 jam saja sehari,” ungkap Yola Ureh.
Dengan adanya 3D printer, ia melihat adanya peluang untuk mengarahkan anaknya pada aktivitas yang lebih produktif. Teknologi cetak ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang mampu memberikan pengalaman baru di rumah.
“Makanya, menurut saya 3D printer ini membantu banget, kayak memaksimalkan teknologi itu hal positif untuk anak di rumah. Jadi kayak screen time itu dibangun. Sekarang lebih banyak dia (anak Yola Ureh) tuh mikirnya kayak ide-ide sederhana. ‘Mau bikin apa ya hari ini?’. Terus nanti dia akan bisa bikin mungkin mobil-mobilan,” tambahnya.
2. Ramah untuk Pengguna Non-Profesional

Yola Ureh mengaku sempat merasa kaget saat pertama kali mencoba 3D printer. Ia awalnya mengira perangkat tersebut akan sulit digunakan, apalagi bagi orang yang awam di bidang teknologi. Namun, ekspektasi itu ternyata tidak terbukti setelah ia mencobanya secara langsung.
Ia menilai perangkat ini dirancang cukup “ramah”, sehingga siapa saja bisa mengoperasikannya tanpa harus memiliki keahlian khusus. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi pemula seperti dirinya yang ingin mencoba teknologi 3D printing di rumah.
“Ternyata dia (3D printer) kayak ramah banget untuk kita yang orang biasa, yang nggak profesional. Kita bisa pakai dan juga ukurannya kebetulan kita pakai yang A1 mini. Jadi, itu compact banget, gak yang menuhin tempat di rumah gitu. Jadi, friendly untuk orang biasa,” kata Yola Ureh.
3. Kehadiran 3D Printer Melatih Proses, Kesabaran, dan Kreativitas Anak

Yola Ureh mengajak siapa pun, terutama para orangtua, untuk tidak ragu memulai penggunaan 3D printing. Ia menekankan bahwa teknologi ini bukan sesuatu yang sulit untuk dipelajari, melainkan peluang besar untuk mengembangkan keterampilan baru, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.
Menurutnya, 3D printer bisa menjadi sarana positif untuk mengajak anak lebih produktif. Penggunaan 3D printer tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga proses yang dilalui. Anak-anak akan belajar bagaimana sebuah ide diwujudkan menjadi bentuk nyata, mulai dari perancangan hingga pencetakan.
Selain itu, mereka juga dilatih untuk bersabar karena proses 3D printing membutuhkan waktu dan ketelitian. Hal ini secara tidak langsung membentuk karakter yang lebih tekun, kreatif, dan aktif dalam mengeksplorasi hal-hal baru.
“Mari kita ajak anak kita itu untuk lebih produktif menciptakan sesuatu. Nggak cuma konsumtif atau hanya pakai saja, karena dengan 3D printer ini mereka (anak) belajar proses, mereka belajar caranya sabar juga, dan kreatif tentunya, dan makin aktif juga ya pastinya,” jelas Yola Ureh.
Itulah informasi seputar alasan Yola Ureh pilih 3D printer untuk produktivitas anak. Mama sendiri kepikiran untuk menggunakan 3D printer untuk membangun kreativitas anak nggak, nih?
Tips Memilih Elektronik Rumah yang Awet untuk Investasi Jangka Panjang
17 Aplikasi Remote AC, Mudah Atur AC dari Handphone
7 Rekomendasi CCTV Tanpa Kabel untuk Keamanan Rumah dari Pencuri
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











