Duka Mendalam atas Gugurnya Praka Farizal Romadhon dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia atas gugurnya Praka Farizal Romadhon. Korban merupakan prajurit dari Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) Kodam Iskandar Muda yang bermarkas di Bireuen, Aceh.
Mirisnya, Praka Farizal yang telah memiliki satu anak ini dijadwalkan akan segera menyelesaikan masa penugasannya yang sudah berjalan hampir satu tahun. Kepulangan yang tinggal menghitung hari berubah menjadi duka mendalam setelah ia dilaporkan gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon pada Minggu (29/3/2026).
Gugurnya Praka Farizal Romadhon
Praka Farizal Romadhon tergabung dalam Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL Tahun Anggaran 2025. Ia merupakan prajurit dari Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) yang bermarkas di Bireuen, Aceh. Prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda (IM) itu dilaporkan gugur dalam serangan Israel di Wilayah Lebanon saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama Pasukan Garuda, Senin (30/3/2026).
Kepala Penerangan Kodam IM, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, membenarkan kabar duka tersebut. Mustafa menyebut, korban merupakan bagian dari satuan tugas yang sudah hampir menyelesaikan masa penugasan di Lebanon. “Iya, anggota kita asal satuannya dari Batalyon 113 Jaya Sakti yang sedang Satgas di sana,” kata Mustafa Kamal, dikonfirmasi.
Profil Satuan dan Misi Perdamaian di Lebanon
Mustafa menjelaskan, Yonif 113/JS merupakan satuan infanteri berkualifikasi Raider Khusus di bawah Brigif 25/Siwah, Kodam IM. Satuan tersebut sebelumnya diberangkatkan dari Aceh untuk menjalankan misi perdamaian di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Menurutnya, masa tugas Praka Farizal bersama Satgas TNI Konga hampir genap satu tahun dan dijadwalkan segera kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. “Berangkatnya hampir setahun, sudah mau kembali juga. Mereka itu juga diberangkatkan dari Aceh,” ujarnya.
Mustafa juga mengungkap, almarhum merupakan prajurit yang telah berkeluarga dan memiliki satu orang anak. Meski bertugas dari satuan di Aceh, korban diketahui berasal dari Pulau Jawa. “Dia sudah berkeluarga, anak satu. Aslinya dia dari Jawa,” tambahnya.
Prajurit Lain Luka-luka
Selain korban meninggal dunia, Kapendam IM juga menyebut terdapat satu prajurit lain yang mengalami luka dalam insiden tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan identitas maupun asal satuan korban luka tersebut. “Iya termasuk ada korban satu lagi yang luka, tapi belum dapat saya pastikan asalnya dari mana. Saya kronologisnya juga belum tahu pasti,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak Kodam Iskandar Muda masih menunggu laporan resmi dan lengkap ihwal kejadian tersebut. Informasi lanjutan terkait kronologi maupun perkembangan kondisi korban lainnya akan disampaikan setelah laporan diterima.
Sekjen PBB Kutuk Serangan Israel
Antonio Guterres menyampaikan duka cita atas gugurnya seorang prajurit Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Insiden terjadi saat sebuah proyektil menghantam pos UNIFIL di Kota Adchit Al Qusayr pada malam hari, yang juga melukai tiga personel lainnya.
Guterres mengecam keras serangan Israel tersebut, yang terjadi di tengah pertempuran antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah. “Saya sangat mengecam insiden pada Minggu ketika seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ tewas di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya juga terluka parah,” tulis Guterres di media sosial X.
Guterres turut menyampaikan belasungkawa kepada prajurit yang telah gugur. “Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, teman, dan rekan kerja penjaga perdamaian yang gugur, serta kepada #Indonesia.” Ia juga berharap penjaga perdamaian yang terluka dapat segera pulih paripurna.
Pos Batalion Indonesia Dihantam Proyektil
Media pemerintah Lebanon NNA melaporkan, pos yang dihantam proyektil adalah milik batalion Indonesia di UNIFIL. Kota Adchit Al Qusayr terletak di dekat perbatasan selatan Lebanon dengan Israel, wilayah yang menjadi pusat pertempuran antara Israel dan Hizbullah selama hampir sebulan terakhir.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan prajurit yang gugur meninggal akibat tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi Kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr. Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dan memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.
Rangkaian Serangan
UNIFIL mencatat, pos mereka telah beberapa kali terkena serangan sejak konflik terbaru dimulai. Pada 7 Maret 2026, tiga tentara Ghana juga terluka akibat tembakan di wilayah perbatasan Lebanon Selatan. UNIFIL, yang telah ditempatkan di Lebanon selatan sejak 1970-an, bertugas memantau serta menegakkan berbagai gencatan senjata dan perjanjian di kawasan tersebut.
Keterangan Kemhan RI
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah mengonfirmasi gugurnya satu prajurit TNI akibat serangan Israel di wilayah Lebanon. Insiden tersebut terjadi di tengah situasi baku tembak artileri antara pihak-pihak yang bertikai.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan peristiwa itu berlangsung dalam kondisi saling serang yang intens. Rico menegaskan, kejadian tersebut masih dalam proses klarifikasi oleh pihak United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Prajurit yang gugur diketahui merupakan bagian dari Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di bawah naungan PBB.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











