"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Profil Mohammad Bagher Ghalibaf, Target Trump Pimpin Iran

Nama Mohammad Bagher Ghalibaf Muncul dalam Konteks Ketegangan Iran dan Amerika Serikat

Dalam situasi ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan Amerika Serikat, nama Mohammad Bagher Ghalibaf kembali mencuat. Ia dikaitkan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengungkapkan bahwa dirinya sedang berkomunikasi dengan “tokoh paling dihormati” di Iran, meskipun tanpa menyebut nama secara langsung.

Banyak laporan media internasional kemudian menghubungkan sosok tersebut dengan Ghalibaf. Bahkan, menurut laporan dari Politico, pemerintah AS sedang mempertimbangkan Ghalibaf sebagai figur potensial dalam skenario kepemimpinan Iran ke depan.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa pembicaraan antara kedua negara berlangsung “baik dan produktif”, serta berkontribusi pada penundaan rencana serangan militer AS terhadap infrastruktur energi Iran. Ia juga menyebut tengah menjalin hubungan dengan sosok yang sangat dihormati di Iran.

Namun, Ghalibaf dengan tegas membantah kabar tersebut. Ia menyebut isu negosiasi dengan Washington sebagai “berita palsu” yang bertujuan memanipulasi pasar keuangan dan energi, serta mengalihkan perhatian dari kebuntuan yang dihadapi AS dan Israel.

Di Washington, sejumlah pejabat disebut tengah mengkaji berbagai opsi, termasuk menjalin komunikasi dengan tokoh internal Iran yang dinilai berpengaruh. Ghalibaf masuk dalam daftar tersebut dan disebut sebagai salah satu “opsi terbaik”, meski belum ada keputusan final.

Pendekatan ini disebut-sebut terinspirasi dari strategi AS di Venezuela, yang melibatkan tokoh internal seperti Delcy Rodríguez dalam dinamika politik pasca-tekanan terhadap Nicolás Maduro.

Meski demikian, tidak semua pihak di AS sepakat dengan strategi tersebut. Sejumlah analis menilai pendekatan itu terlalu dini dan sulit diterapkan mengingat kompleksitas struktur kekuasaan Iran.

Analis dari International Crisis Group, Ali Vaez, menyebut Ghalibaf sebagai bagian dari sistem yang ada dan kecil kemungkinan akan memberikan konsesi besar kepada AS.

Profil Mohammad Bagher Ghalibaf

Ghalibaf merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Iran saat ini. Lahir pada 1961, ia memulai kariernya di Korps Garda Revolusi Islam sejak awal pembentukannya pada 1980. Selama Perang Iran-Irak, ia dikenal sebagai komandan militer yang menanjak cepat. Ia kemudian menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara IRGC, sebelum ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai Kepala Kepolisian.

Dalam karier sipil, Ghalibaf pernah menjabat sebagai Wali Kota Teheran dan sejak 2020 menjadi Ketua Parlemen Iran. Ia juga beberapa kali mencalonkan diri sebagai presiden, namun belum berhasil memenangkan pemilu.

Analis menyebut Ghalibaf sebagai figur “orang dalam” yang kuat, dengan koneksi luas, termasuk dengan tokoh militer berpengaruh seperti Qasem Soleimani. Hal ini memberinya kredibilitas di kalangan elite keamanan Iran. Meski begitu, kariernya tidak lepas dari kontroversi, termasuk tuduhan korupsi saat menjabat sebagai wali kota. Di sisi lain, ia juga dikenal sebagai konservatif pragmatis yang mampu mengelola birokrasi kompleks.

Peran di Tengah Konflik

Di tengah eskalasi konflik Iran-AS, Ghalibaf disebut memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis di Teheran, terutama setelah sejumlah tokoh penting dilaporkan tewas dalam serangan militer. Ia juga dipandang sebagai figur yang berpotensi menjembatani kelompok garis keras Iran dengan kemungkinan jalur negosiasi.

Namun, retorikanya terhadap Barat tetap keras. Dalam pernyataan terbaru, ia menegaskan bahwa tidak hanya pangkalan militer, tetapi juga entitas finansial yang mendukung militer AS dapat menjadi target sah.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski namanya mencuat dalam berbagai spekulasi internasional, posisi dan peran Ghalibaf tetap berada dalam kerangka kepentingan domestik Iran yang kompleks dan sulit dipengaruhi pihak luar.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *