"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kecurigaan Ferdinan Hutahaean atas kasus Andrie Yunus: Isu Kudeta Prabowo Diungkap

Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus: Dugaan Keterlibatan Kelompok Tertentu di TNI

Pembunuhan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang dilakukan dengan penyiraman air keras telah memicu banyak pertanyaan dan kecurigaan dari berbagai pihak. Salah satu tokoh yang menyoroti kasus ini adalah Ferdinand Hutahaean, politikus PDI Perjuangan. Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa tindakan tersebut bukanlah tindakan individual, melainkan bagian dari rencana yang lebih besar.

Ferdinand menyatakan bahwa ada indikasi kuat bahwa pelaku tidak bertindak sendiri, melainkan diperintahkan oleh kelompok tertentu dalam tubuh TNI. Menurutnya, tujuan dari aksi ini adalah untuk menciptakan ketegangan di masyarakat dan memicu kemarahan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

“Siapa mereka? Mengapa mereka melakukan itu? Siapa memberi perintah? Kepada siapa mereka melapor? Dari kelompok mana mereka? Siapa melindungi siapa? Siapa menutupi apa?” ujar Ferdinand, seperti dikutip dari akun Instagramnya pada Kamis (19/3/2026).

Dugaan Upaya Kudeta terhadap Pemerintahan Prabowo

Ferdinand juga mengungkapkan kecurigaannya bahwa para pelaku mungkin merupakan bagian dari kelompok yang ingin melakukan kudeta terhadap presiden. Ia menilai bahwa aksi ini tidak hanya sekadar serangan fisik, tetapi juga bisa menjadi langkah strategis untuk menggulingkan pemerintahan saat ini.

“Saya punya kecurigaan, mereka ini betul-betul bagian dari yang ingin melakukan kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto,” jelas Ferdinand.

Ia menegaskan bahwa dugaan ini perlu dibuktikan melalui penyelidikan yang transparan dan menyeluruh. “Saya tidak percaya mereka adalah suruhan presiden, saya tidak percaya mereka suruhan orang-orang presiden. Tidak. Saya curiga mereka adalah orang-orang dari kelompok yang ingin menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.”

Latar Belakang Pelaku yang Mencurigakan

Menurut Ferdinand, latar belakang para pelaku juga menimbulkan kejanggalan. Keempat prajurit yang ditangkap berasal dari kalangan perwira pertama, seperti kapten dan letnan. Ia menilai hal ini sangat tidak biasa karena operasi semacam ini biasanya dilakukan oleh pihak yang lebih rendah pangkatnya.

“Ini dugaan saya, karena hampir tidak mungkin bagi saya operasi kotor begini dilakukan oleh perwira pertama. Kecuali, mereka sangat menutupi dan mendapat perintah langsung dari tangan yang sangat kuat maka mereka enggan mendistribusikan perintah itu lagi ke bawah dan akhirnya dilaksanakan sendiri, dieksekusi sendiri,” katanya.

Empat Prajurit BAIS TNI Diamankan

Sebanyak empat prajurit TNI telah diamankan terkait penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, mengungkapkan bahwa keempat prajurit tersebut berasal dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

“Jadi inisialnya NDP pangkatnya Kapten, SL pangkatnya Lettu, inisial BHW pangkatnya Lettu, dan yang terakhir inisial ES pangkatnya Serda,” kata Yusri saat konferensi pers di Markas Besar TNI.

Pihak TNI menegaskan bahwa penyelidikan internal akan dilakukan secara transparan dan profesional. Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Kepala Pusat Penerangan TNI, menjamin proses penyelidikan akan dilakukan tanpa gegabah dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Jeratan Pasal KUHP Baru dan Ancaman Hukuman

Puspom TNI kini menerapkan Pasal 467 KUHP Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 terhadap para pelaku. Pasal ini mengatur tentang tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat atau dilakukan dengan rencana terlebih dahulu.

“Di situ ada ayat 1 dan ayat 2. Ancaman hukumannya sudah tertuang di situ. Ada yang 4 tahun, ada yang 7 tahun,” jelas Yusri.

Sebagai tindak lanjut, Puspom TNI akan segera membuat laporan polisi resmi dan mengajukan permohonan visum et repertum ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), tempat Andrie Yunus dirawat.


Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *