Wisata Kuliner Solo yang Wajib Dicoba Saat Libur Lebaran 2026
Libur Lebaran 2026 menjadi momen istimewa bagi para pemudik untuk menikmati wisata kuliner di Kota Solo, Jawa Tengah. Di sini, Anda akan menemukan berbagai pilihan makanan yang menggugah selera dan memiliki cita rasa khas. Berikut ini beberapa rekomendasi kuliner legendaris yang patut dicicipi bersama keluarga.
1. Selat Solo
Selat Solo adalah hidangan berkuah dengan rasa manis, asam, dan gurih yang memiliki aroma rempah ringan. Kuahnya berwarna kecoklatan karena terbuat dari kecap. Kuliner ini merupakan warisan dari kependudukan Belanda yang menggabungkan bistik dan salad. Nama “selat” berasal dari kata “slachtje”, yang berarti salad atau hasil penyembelihan daging yang dipotong kecil-kecil.
Pada awalnya, selat Solo dibuat oleh pihak Belanda untuk menyediakan makanan berbahan daging saat pembuatan benteng Vastenburg. Namun, raja setempat lebih akrab dengan makanan berbasis sayuran. Maka, selat Solo dimodifikasi dengan menggunakan daging goreng yang dipadukan dengan kentang, buncis, wortel, timun, telur, selada, kuah kecap, dan mayones.
Saat ini, selat Solo bisa disajikan dalam kondisi hangat. Meskipun termasuk makanan berat, biasanya dinikmati tanpa nasi. Beberapa tempat rekomendasi untuk mencoba selat Solo antara lain Selat Vien’s, Selat Tenda Biru, dan Selat Mbak Lies.
2. Timlo Solo

Timlo Solo adalah sup ayam bening yang biasanya disantap dengan nasi dan sambal kecap. Asal usulnya berasal dari makanan Tionghoa bernama “kimlo”. Seiring waktu, istilah tersebut berubah menjadi “timlo”.
Hidangan ini terdiri dari daging ayam, ati ampela, irisan sosis solo, dadar gulung, bihun, dan telur pindang. Terkadang juga terdapat irisan kentang goreng tipis. Kuahnya encer, bening, dan hangat. Keunikan timlo Solo terletak pada rasa gurih dari sari kaldu ayam, bawang putih, bawang merah, garam, merica, dan sedikit gula.
Warung timlo umumnya buka pada pagi hari untuk sarapan atau malam hari sebagai makan malam. Beberapa tempat rekomendasi untuk mencoba timlo enak di Solo antara lain Timlo Sastro dan Timlo Maestro.
3. Sosis Solo
Sosis Solo tidak seperti sosis daging biasanya. Camilan ini berbentuk mirip risol dan terbuat dari daging giling sapi yang digulung dengan telur dadar tipis. Peneliti Pusat Studi Pandan dan Gizi UGM, Murdjiati Gardjito menjelaskan bahwa sosis Solo adalah hasil akulturasi dari seni dapur Solo dan Eropa.
Sosis Solo dibuat agar sesuai dengan lidah masyarakat setempat, yang tidak terbiasa mengonsumsi susu. Bahan campurannya meliputi bawang putih, merica, dan pala. Kudapan ini bisa ditemui di berbagai tempat, seperti pasar atau sebagai pelengkap di warung soto dan restoran keluarga.
Rekomendasi tempat sosis Solo enak antara lain Sosis Gajahan, Sosis Pojok Beteng, dan Sosis Yu Ndibel.
4. Serabi Notosuman

Serabi Notosuman berasal dari jalan Notosuman yang kini berganti nama menjadi Jalan Moh. Yamin. Hidangan ini pertama kali berdiri sejak tahun 1923 dan tetap populer hingga kini.
Berbeda dengan serabi lain yang biasanya disajikan dengan kuah santan, serabi Notosuman dapat langsung dimakan tanpa perlu tambahan kuah. Rasa gurih dan manis berasal dari campuran tepung beras, gula pasir, santan, pandan, dan air. Ada dua varian rasa: original dan coklat. Varian original memiliki rasa gurih santan yang kuat, sedangkan coklat menawarkan rasa manis dari meses coklat.
Serabi ini dimasak dalam wajan khusus selama tiga menit, mirip cara memasak martabak manis.
5. Es Dawet Telasih

Es Dawet Telasih adalah minuman legendaris di Kota Solo yang bisa dinikmati saat berkunjung ke Pasar Gede. Keunikan dari es dawet ini adalah penggunaan tanaman selasih sebagai bahan campuran. Tanaman ini membentuk bintik-bintik hitam yang melayang di permukaan air santan.
Selain selasih, es dawet telasih juga menggunakan bubur sumsum dan bubur mutiara. Perpaduan rasa gurih dari bubur sumsum, manis dari bubur mutiara, serta santan dan gula jawa membuat minuman ini sangat lezat.
Salah satu tempat terkenal untuk membeli es dawet telasih adalah Es Dawet Telasih Bu Dermi di dalam Pasar Gede Solo.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











