"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Peringati Hari Al-Quds, Aliansi Nasional Anti-Zionis Menggugat Nurani Dunia atas Genosida Gaza

Momentum Hari Al-Quds Internasional 2026

Hari Al-Quds Internasional tahun ini menjadi momen penting yang menunjukkan kecaman keras terhadap eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Zionis (ANAZ), disampaikan bahwa Al-Quds bukan hanya isu regional, tetapi juga menjadi kompas moral global yang menentukan batas antara kemanusiaan dan kebiadaban.

Hari Al-Quds Internasional diperingati setiap tahun sebagai bentuk dukungan global terhadap kemerdekaan dan perlawanan terhadap pendudukan di Palestina. ANAZ menganggap bahwa peringatan ini adalah kesempatan untuk menyuarakan tuntutan terhadap penghentian praktik pembersihan etnis (ethnic cleansing) di Jalur Gaza serta pencabutan blokade total yang telah menjadikan kelaparan sebagai senjata perang terhadap warga sipil.

Kritik Terhadap Peran Amerika Serikat

Poin paling tajam dalam pernyataan tahun ini adalah tudingan langsung terhadap peran Amerika Serikat. Washington dinilai bukan sekadar pendukung, melainkan otak di balik setiap tetes darah yang tumpah di kawasan tersebut. Juru Bicara sekaligus Kepala Humas ANAZ, Mukhlisin Turkan, menyampaikan bahwa tanpa dukungan militer masif dan perlindungan politik dari Washington, rezim pendudukan tidak akan mampu melanjutkan kejahatan kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat memikul tanggung jawab penuh atas krisis di Palestina, Iran, Lebanon, hingga Yaman.

Menurut Mukhlisin, suasana duka dan amarah juga mewarnai peringatan Hari Al-Quds tahun ini menyusul gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, akibat agresi militer Amerika Serikat. Tindakan tersebut dinilai sebagai deklarasi perang terhadap seluruh umat Islam dan para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia.

Solidaritas dengan Rakyat Lebanon dan Yaman

Meski kehilangan tokoh sentral, koalisi mengapresiasi konsistensi Republik Islam Iran yang sejak era Imam Khomeini terus menjaga api perjuangan Al-Quds sebagai pilar persatuan bagi kaum tertindas (Mustad’afin). Menanggapi agresi militer yang kini merambah kedaulatan Lebanon dan Yaman, koalisi menyatakan solidaritas penuh bagi rakyat di kedua negara tersebut. Mereka menegaskan bahwa serangan terhadap Lebanon dan Yaman adalah serangan terhadap martabat seluruh umat Islam yang berdiri membela Palestina.

“Kami mengutuk eskalasi brutal ini. Upaya aneksasi di Tepi Barat dan penghapusan identitas Palestina di Al-Quds Timur adalah proyek ilegal yang harus dihentikan oleh komunitas internasional secara kolektif,” ucapnya.

Tuntutan dan Ajakan Solidaritas

Berikut adalah beberapa poin utama dalam pernyataan sikap ANAZ di Hari Al-Quds 2026:

  • MENUNTUT penghentian segera pembersihan etnis (ethnic cleansing) di Gaza dan pencabutan segala bentuk blokade bantuan serta pembatasan ibadah di Masjid Al-Aqsa. Dunia tidak boleh diam melihat kelaparan dan pembantaian yang dijadikan senjata perang oleh entitas pendudukan untuk membunuh sipil.
  • MENOLAK KERAS rencana perluasan operasi militer di Jalur Gaza serta percepatan pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur yang bertujuan untuk menghapus identitas Palestina secara permanen.
  • Kami menegaskan kembali bahwa segala bentuk upaya normalisasi dengan otoritas pendudukan, termasuk melalui forum-forum internasional yang mengabaikan hak kemerdekaan Palestina, termasuk Board of Peace, hal ini adalah pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan.
  • Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas, baik melalui bantuan kemanusiaan, dukungan media digital, maupun gerakan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan entitas pendudukan sebagai bentuk tekanan ekonomi yang nyata.
  • Kami menyatakan solidaritas dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Republik Islam Iran yang secara konsisten menjaga api perjuangan Hari Al-Quds sejak dicetuskan oleh Imam Khomeini. Kami menganggap kekuatan solidaritas yang digalang oleh Iran adalah pilar penting bagi persatuan umat Islam dan kaum tertindas (Mustad’afin) di seluruh dunia.
  • MENGUTUK DENGAN SEKERAS-KERASNYA agresi pengecut dan biadab yang dilakukan oleh Amerika Serikat yang telah menyebabkan gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Tindakan ini bukan sekadar serangan terhadap satu tokoh atau satu negara, melainkan deklarasi perang terhadap seluruh umat Islam dan para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia.
  • MENGUTUK KERAS eskalasi militer rezim Zionis dan sekutunya yang kini meluas secara brutal ke kedaulatan Lebanon dan Yaman. Kami menegaskan solidaritas penuh bagi rakyat Lebanon dan Yaman yang berdiri teguh sebagai benteng pembela Palestina; serangan terhadap mereka adalah serangan terhadap seluruh martabat umat Islam.
  • Kami menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah otak dan penyokong utama di balik setiap tetes darah yang tertumpah di Palestina, Iran, Lebanon, dan Yaman. Tanpa dukungan militer dan perlindungan politik dari Washington, Israel tidak akan mampu melanjutkan kejahatan kemanusiaan ini.
Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *