JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan, menyampaikan harapan terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, oleh orang tidak dikenal (OTK). Ia menekankan bahwa tidak hanya pelaku langsung yang harus diusut, tetapi juga pihak yang memberi perintah harus ditelusuri.
Pernyataan ini disampaikan Anies saat mengunjungi Andrie Yunus di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2026), bersama mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Menurut Anies, masyarakat tentu merasa marah atas kejadian tersebut dan menginginkan langkah-langkah hukum segera diambil untuk menangkap pelaku.
Namun, ia memperingatkan agar kemarahan itu tidak membabi buta. Anies menjelaskan bahwa kemarahan harus disalurkan secara terstruktur dan rapi, sehingga menjadi daya tekan untuk memastikan penyelidikan dilakukan hingga tuntas.
“Kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk bisa mencari pelakunya, menemukan pelakunya, lalu sampai kepada pemberi perintahnya. Bukan hanya pada eksekutor di lapangan, tapi pemberi perintahnya. Dan ditegakkan keadilan yang seadil-adilnya,” ujar Anies di RSCM Jakarta Pusat pada Sabtu (14/3/2026).
Anies juga menilai keberanian Andri Yunus sebagai bukti bahwa masih ada banyak orang yang lebih peduli dengan masa depan daripada keselamatan dirinya sendiri. Menurutnya, Andrie termasuk salah satu dari para aktivis yang pertama kali mengenali tanda-tanda kemunduran demokrasi dan aktif menyuarakan upaya untuk mencegahnya.
Saat menjenguk Andri, Anies tidak dapat berjumpa langsung dengan korban. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan Andrie masih dalam isolasi. Ia hanya bertemu dengan keluarga korban.
Sementara itu, Novel Baswedan menyatakan bahwa apa yang terjadi pada kasus Andrie bukanlah tindakan kriminal murni. Ia menegaskan bahwa Andrie tiba-tiba dicegat, lalu diserang, namun hartanya tidak dirampas.
“Sesuatu perbuatan yang dilakukan dengan motif. Motifnya apa? Ya itu nanti yang mestinya harus dibuktikan di proses penyidikan dan penyelidikan,” ujarnya.
Novel berharap proses penyelidikan kasus ini dilakukan secara tuntas dan aktor intelektualnya dihukum berat. Ia menegaskan bahwa jika kasus ini diproses secara sekadar, maka akan terulang lagi cara-cara seperti ini. “Dan ini sangat brutal dan biadab,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, aktivis Kontras Andrie Yunus disiram air keras oleh OTK. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa Satreskrim Polres Jakarta Pusat sedang mendalami peristiwa tersebut. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap saksi dan tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengecam kejadian tersebut dan berharap pelaku segera tertangkap.
Di samping itu, Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, menyampaikan bahwa penyerangan terjadi setelah Andrie menghadiri kegiatan di Kantor YLBHI, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026). Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan podcast di Kantor YLBHI bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung sekitar pukul 23.00 WIB.
Andrie mengalami luka serius di seluruh tubuhnya, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Setelah kejadian, korban dibawa ke rumah sakit setempat untuk penanganan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban mengalami luka bakar sebanyak 24%.
Dimas menilai insiden ini merupakan upaya untuk membungkam suara kritis pembela Hak Asasi Manusia (HAM), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Ia mendesak agar kasus ini mendapatkan perhatian publik maupun aparat karena penyiraman air keras terhadap aktivis HAM ini bisa menyebabkan luka serius hingga meninggal dunia.
“Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut,” pungkasnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











