Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Terungkap Aktivitas Terakhirnya
Pada hari Kamis (12/3/2026) pukul 23.37 WIB malam, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa ini terjadi saat Andrie sedang mengendarai motornya sendirian di kawasan Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Andrie Yunus sempat hadir dalam sebuah podcast yang diselenggarakan di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Acara tersebut membahas topik “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Setelah menghadiri acara tersebut, Andrie melintasi jalan kembali ke rumahnya. Namun, sebelum sampai, ia tiba-tiba dihampiri dua orang yang menggunakan sepeda motor Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor tersebut. Pelaku pertama, yang bertindak sebagai pengendara, mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam. Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jins.
Saat berpapasan dengan Andrie, pelaku yang datang dari arah berlawanan langsung menyiramkan air keras ke arah korban. Seketika itu juga, Andrie menjatuhkan motornya di pinggir jalan dan berteriak histeris. Teriakan korban tersebut kemudian menarik perhatian sejumlah warga sekitar yang langsung mendatangi lokasi kejadian.
Buyung (32), salah satu saksi mata, menceritakan bahwa penyiraman terhadap Andrie terjadi menjelang tengah malam. Saat itu, Buyung sedang bermain gitar bersama rekannya di ujung Jembatan Talang. Ia mengatakan:
“Tiba-tiba terdengar ‘Tolong! Tolong!’, suaranya kencang tuh ‘Tolong, tolong!’. Terus saya taruh gitar, saya ke asal suara,” ujar Buyung kepada Kompas.com saat ditemui di Jembatan Talang, Jumat (13/3/2026) malam.
Buyung melihat motor Andrie sudah tergeletak di pinggir jalan, dan korban terlihat kepanasan. Bajunya juga sobek, disobek sendiri karena kena air keras. Ia melihat belasan warga telah mengerumuni korban. Warga kemudian menanyakan apa yang terjadi kepada Andrie yang saat itu meringis kesakitan.
“Ditanya ‘Kenapa nih, kenapa?’, ‘Saya disiram air keras’, ‘Kenapa, gimana?’. Dijawab, enggak tahu tuh sama orang enggak dikenal,” tutur Buyung.
Setelah itu, warga memberikan air minum kepada Andrie. Selanjutnya, Andrie memacu kendaraannya menuju mess KontraS yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga sempat menawarkan untuk mengantar Andrie ke mess tersebut, tetapi yang bersangkutan menolak.

Warga juga sempat menanyakan identitas Andrie Yunus. Ia menyebut dirinya sebagai aktivis KontraS. Buyung melihat bagian kulit dada, tangan, dan mata Andrie melepuh kemerahan setelah terkena siraman air keras.
Beberapa warga lain langsung menaiki sepeda motor untuk mengejar kedua pelaku. Dua sepeda motor warga sempat melaju mengejar pelaku, tetapi kemudian kehilangan jejak.
Penyiraman Air Keras Dianggap sebagai Upaya Pembunuhan
Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan turut buka suara mengenai penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Novel meyakini serangan tersebut bukan sekadar aksi kekerasan biasa. Ia menilai ada dugaan upaya pembunuhan di balik penyerangan terhadap Andrie.
“Tadi malam dia diserang, yang serangannya ini saya yakin maksudnya membunuh,” kata Novel dikutip dari tayangan video Youtube Kompas.com, Jumat malam.
Novel juga menyoroti bagian tubuh yang menjadi sasaran penyiraman. Menurutnya, cairan yang diarahkan ke bagian wajah bisa berpotensi membahayakan pernapasan korban.

“Pelaku menyiram air keras di area muka. Kalau muka kena air keras, ada kemungkinan gagal napas dan bisa (menyebabkan) meninggal,” kata Novel.
“Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen,” lanjutnya.
Penyerangan terhadap Andrie digambarkan sebagai kekerasan serius oleh Novel. Ia menuturkan bahwa Andrie merupakan sosok yang baik, kritis, dan mencintai negara ini. Dari dugaan kejahatan yang terorganisir, Novel menekankan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini bukan masalah pribadinya.
Novel mengapresiasi langkah investigasi dari Polri dan penanganan dari RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai faskes yang memberikan layanan terbaik bagi Andrie. Namun, ia tetap mendesak kasus ini diusut secara menyeluruh. Bahkan Novel meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memberi perhatian khusus terhadap kasus ini.
“Saya juga mendesak kepada Presiden agar memberikan perhatian ke perkara ini dan mendukung Polri untuk bisa mengusut dengan sungguh-sungguh agar pelakunya bisa diberikan hukuman yang seberat-beratnya,” tegas Novel.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











