"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Surat Anies Baswedan untuk Andrie Yunus, Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras

Kunjungan Anies Baswedan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo

Pada Kamis (12/3/2026) malam, Anies Baswedan mengunjungi rumah sakit untuk menemui Andrie Yunus, seorang aktivis yang menjadi korban penyiraman air keras. Andrie adalah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), dan saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Karena luka bakar serius yang dialaminya, Andrie ditempatkan di ruang HCU dengan standar isolasi ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko infeksi yang tinggi. Oleh karena itu, hanya tenaga medis yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan tersebut.

Anies tidak bisa masuk langsung ke dalam ruangan. Ia datang bersama Novel Baswedan, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga pernah menjadi korban penyiraman air keras pada 2017. Keduanya tampak mengenakan kemeja lengan pendek biru tua saat menemui orang tua dan adik Andrie untuk menyampaikan dukungan moral.

“Tadi kami berjumpa dengan orang tuanya; ayah, ibu, dan adiknya. Karena Andrie masih dalam proses recovery yang diisolasi, tidak bisa berinteraksi dengan siapa pun juga kecuali tim medis. Risiko infeksinya sangat tinggi, jadi kami hanya bisa jumpa dengan orang tuanya tadi,” kata Anies kepada wartawan di RSCM.

Pesan Tinta Biru untuk Sang Pejuang

Karena tidak bisa berbicara langsung dengan Andrie, Anies memilih cara lain untuk menyampaikan dukungannya. Ia membuka selembar kertas dan mulai menulis dengan pena tinta biru. Beberapa menit kemudian, lahirlah pesan yang ditujukan untuk aktivis yang kini terbaring di ruang perawatan:

“Bung Andrie, Bung memang sedang terbaring badannya di ruang HCU, tapi gelora semangat Bung bisa dirasa sampai ke penjuru negeri. Selama Republik ini punya pejuang-pejuang seperti Andrie Yunus, pribadi yang lebih mencintai negeri ini di atas keselamatan dirinya sendiri, maka kita bisa optimis bahwa demokrasi kita akan terus berdiri tegak. Cepat sembuh dan kembali berjuang.”

Di bawah pesan itu, ia menuliskan namanya dan tanggal:

Anies Baswedan – 14/3/2026.

Sepotong kertas sederhana itu mungkin tidak bisa menggantikan kehadiran langsung. Namun bagi keluarga Andrie, pesan tersebut menjadi tanda bahwa perjuangan sang aktivis tidak sendirian bahwa di luar ruang steril rumah sakit, masih banyak orang yang menunggu ia kembali berdiri.

Kronologis: Dihadang Usai Podcast “Remiliterisme”

Berdasarkan informasi dari Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB. Andrie diketahui baru saja selesai menjadi narasumber podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI.

Saat melintasi Jalan Salemba I-Talang, Andrie dihadang oleh dua pria yang mengendarai motor matic (diduga Honda Beat 2016-2021) secara melawan arah. Tanpa aba-aba, pelaku menyiramkan air keras yang mengenai area mata, wajah, dada, dan tangan korban.

Mengingat tidak ada barang berharga yang hilang, serangan ini diduga kuat berkaitan erat dengan aktivitas Andrie sebagai aktivis HAM.

Ciri-ciri Pelaku

Pengemudi: Menggunakan kaos kombinasi putih-biru, celana jeans gelap, dan helm hitam.

Eksekutor (Penumpang): Menggunakan masker buff hitam, kaos biru tua, dan celana jeans yang dilipat pendek.

Kapolri Beri Atensi Khusus, Tim Gabungan Buru Pelaku

Kasus ini menarik perhatian serius pucuk pimpinan Polri. Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus untuk mengusut tuntas aksi teror ini.

“Kami dari segenap personel Polri, baik dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, termasuk Mabes Polri yang mem-back up, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia,” tegas Irjen Isir, Sabtu (14/3/2026).

Saat ini, tim gabungan tengah melakukan scientific investigation dengan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Pengumpulan berbagai alat bukti digital sedang dalam proses analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera. Mohon dukungan doa.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *