"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

“Jika Kami Selamat, Kami Tetap Di Sini” – Nasib Warga Iran di Tengah Serangan AS-Israel

Warga Teheran Mulai Menyimpan Barang Kebutuhan Pokok



Sejumlah warga di Teheran mulai mempersiapkan diri dengan menimbun barang kebutuhan pokok, mengingat meningkatnya ketidakpastian tentang durasi serangan yang terjadi antara AS dan Israel. Mereka khawatir akan terjadinya kelangkaan bahan makanan dan kenaikan harga yang semakin tinggi. Di tengah suara ledakan yang terdengar dari berbagai penjuru kota, warga merasa perlu bersiap sejak dini.

Nasrin, salah satu penduduk Teheran, menyampaikan bahwa mereka harus menyetok barang kebutuhan karena tidak tahu berapa lama serangan ini akan berlangsung. Ia menambahkan bahwa rasa takut akan kehabisan kebutuhan pokok membuat mereka harus segera bertindak.

Harga-harga di Iran telah melonjak sebelum serangan AS dan Israel. Tekanan biaya hidup serta sanksi internasional telah memicu protes nasional pada Desember lalu. Namun, pemerintah Republik Islam menghadapi protes tersebut dengan tindakan represif yang keras, sehingga banyak demonstran menjadi korban.

Serangan AS dan Israel dalam beberapa hari belakangan memperburuk kondisi kehidupan warga di Iran. Beberapa warga yang masih bisa mengakses internet melaporkan situasi tersebut kepada BBC Persia. Sayangnya, organisasi-organisasi pemberitaan internasional seringkali ditolak visa oleh Iran, sehingga kesulitan untuk mendapatkan informasi secara langsung.

Pemblokiran akses internet juga membuat pelaporan semakin sulit. Dalam situasi seperti ini, warga mencoba memperoleh informasi melalui cara-cara alternatif.

Harga Bahan Pokok Melonjak Tajam

Pouyo, seorang warga Teheran, mengatakan bahwa harga kebutuhan pokok telah melonjak tajam sejak serangan AS-Israel dimulai. Contohnya, harga beras kini mencapai 625 toman (sekitar Rp2.500), sedangkan sebelum perang hanya 530 toman (Rp2.120). Kentang menjadi salah satu bahan pokok yang paling terdampak kenaikan harga.

Kantor berita pemerintah Iran melaporkan bahwa ekspor seluruh produk pangan dan pertanian telah dilarang hingga pengumuman lebih lanjut, sesuai dengan keputusan pemerintah untuk memprioritaskan penyediaan kebutuhan pokok.

Shayan, warga Karaj, menyampaikan bahwa harga paket internet juga meningkat tajam. Ia mengatakan bahwa koneksi internet kini sangat sulit diakses, dan harga paket internet Starlink milik Elon Musk naik secara “luar biasa”.

Kekacauan dan Ketakutan di Teheran

Omid, seorang pemuda berusia 26 tahun di Teheran, berkata bahwa masyarakat mulai merasa tidak tenang. Ia awalnya mengira serangan hanya akan menargetkan orang-orang tertentu, seperti Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat pada Sabtu (28/02). Namun, rangkaian serangan lanjutan membuatnya memutuskan untuk menimbun kebutuhan pokok.

Meski begitu, tidak semua toko tetap buka. Omid mengatakan bahwa kehadiran pasukan keamanan di jalan-jalan semakin ketat, namun jalanan sendiri kosong. Beberapa toko tutup, terutama yang berada di dekat area terdampak.

Maryam, warga lainnya, melaporkan bahwa ia berada di dekat area yang dihantam rudal pada Senin (02/03) malam. Ia mengatakan bahwa serangan semalam sangat mengerikan dan rumahnya sampai bergetar.

Beberapa warga memilih untuk melarikan diri dari Teheran, namun Maryam memutuskan untuk tetap tinggal. Ia menyatakan bahwa jika tidak terbunuh, ia akan tetap tinggal dan bergabung dengan para demonstran di jalanan.

Situasi Kemanusiaan dan Serangan Lanjutan

Organisasi kemanusiaan nonpemerintah, Bulan Sabit Merah Iran, melaporkan sekitar 787 orang telah tewas sejak AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Gejolak besar masih terjadi, dan militer Israel menyatakan telah menyerang kantor kepresidenan Iran pada Selasa, serta target infrastruktur lainnya.

Video yang diverifikasi oleh BBC menunjukkan ledakan di Pardis, sebelah timur ibu kota. Sebagai balasan, Iran melakukan serangan rudal dan drone besar-besaran yang menargetkan objek-objek militer dan pemerintah Israel di Tel Aviv dan lokasi lainnya.

Serangan juga dilaporkan terjadi di negara-negara yang menampung pangkalan militer AS—Qatar, Bahrain, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), dan Kuwait—serta Oman dan Arab Saudi yang merupakan sekutu AS. Iran dituduh memperluas serangannya ke target lain, termasuk jalur pelayaran, objek sipil—seperti hotel di Dubai—dan kedutaan besar AS di Riyadh, Arab Saudi.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *