Kejadian Kebakaran di Pasar Darurat Ngawen, Seorang Pedagang Mengalami Kerugian Besar
Di tengah kota Blora, Sutimah (62), seorang pedagang yang sudah lama berdagang di Pasar Ngawen, sedang tertidur pulas di rumahnya. Pada dini hari Minggu (8/3/2026), tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Ia terbangun dan membuka pintu. Di depan pintu, menantu Sutimah memberi tahu bahwa terjadi kebakaran di Pasar Darurat Ngawen.
Sutimah langsung merasa lemas dan pasrah mendengar kabar tersebut. Kios miliknya dikabarkan telah ludes terbakar. Meski kondisi gerimis, ia tidak langsung bergegas melihat lokasi kebakaran. Ia baru datang setelah diminta untuk pendataan oleh pihak berwajib.
Pasar Darurat Rakyat Ngawen terbakar pada Sabtu (7/3) pukul 23.10. Para pedagang yang menempati pasar darurat ini berada di Jalan Raya Ngawen-Japah, Kelurahan Ngawen. Bangunan utama Pasar Ngawen saat ini masih dalam proses pembangunan kembali, setelah terbakar pada awal 2024 lalu.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materil mencapai miliaran rupiah. Selain rumah Suwadi, sejumlah ruko berserta barang dagangan milik para pedagang juga terbakar. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 2,2 miliar.
Sutimah masih tak percaya bahwa kios dagangannya kembali terbakar. Sebelumnya, pada awal 2024 lalu, kios dagangannya di Pasar Ngawen Utama juga terbakar. “Dapat kabar kebakaran itu rasanya seperti mimpi. Kebakaran lagi, kebakaran lagi. Kebakaran kok sampai dua kali ini,” ujar Sutimah dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
Ia datang ke lokasi kebakaran untuk pendataan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Sesampainya di lokasi, Sutimah melihat kios dagangannya sudah ludes terbakar. Saat pendataan, ia melihat para pedagang lain yang kiosnya terbakar tampak lemas dan bersedih.
“Sudah ludes, nggak ada yang tersisa. Semua lemes, sudah tidak punya tenaga,” ujarnya. Dengan raut wajah yang masih tampak sedih, Sutimah bercerita bahwa ia sudah berdagang di Pasar Ngawen sejak tahun 1981. Ia berjualan sepatu, sendal, sabuk, topi, dan lainnya.
Setelah kiosnya kebakaran, Sutimah belum tahu kapan akan kembali berdagang. Ia harus memulai dari nol lagi. Akibat kebakaran tersebut, Sutimah menderita kerugian sekitar Rp 75 juta. “Pinginnya ya jualan lagi, tapi ya ini harus memulai dari nol lagi,” jelasnya.
Harapan Bantuan dari Pemerintah
Sutimah tidak berharap banyak bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Sebab, saat kiosnya di Pasar Ngawen kebakar yang pertama, awal 2024 lalu, dirinya hanya mendapatkan bantuan berupa sembako. “Yang kebakaran dulu saja, tidak dapat apa-apa. Hanya bantuan sembako biasa. Penting harapannya keluarga sehat, bisa berdagang lagi, meskipun mulai dari nol dan bangkit lagi,” paparnya.
Pedagang lainnya, Sutikno (52), juga mengalami kejadian serupa. Ia sedang tertidur pulas di rumahnya, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, Blora. Tiba-tiba handphonenya berdering, tanda ada panggilan masuk. Sutikno lalu terbangun dan mengangkat panggilan tersebut. Ternyata panggilan tersebut dari temannya, yang memberitahukan bahwa terjadi kebakaran Pasar Darurat Rakyat Ngawen.
Tidak menunggu waktu, Sutikno langsung meluncur ke Pasar Darurat Ngawen. “Setelah sampai, ternyata yang kebakaran samping tempat usaha saya ini,” kata Sutikno, yang membuka usaha sebagai agen sosis. Sesampainya di tempat usahanya, Sutikno melihat api masih berkobar membumbung tinggi.
Sutikno langsung berusaha menyelamatkan barang-barang dagangannya. “Saya minta tolong ke orang-orang untuk dibantu mengamankan barang-barang dagangan saya,” terangnya. Menurutnya, api yang berkobar dari samping utara tempat usahanya sempat menyambar bagian dinding dan atap, tetapi berhasil dipadamkan.
“Dinding kayu ini, dan atap sempat kena apinya, tapi untungnya ada pemadam yang berhasil memadamkan api, sehingga tidak merambat,” paparnya. Akibat peristiwa itu, Sutikno memperkirakan mengalami kerugian Rp 30 juta.
Olah TKP untuk Menentukan Penyebab Kebakaran
Pada Minggu siang, polisi melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab kebakaran Pasar Darurat Ngawen. Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, mengatakan bahwa seusai kebakaran aktivitas di Pasar Darurat Ngawen berjalan lancar.
“Kebakarannya tadi malam (Sabtu malam—Red) pukul 23.10. Untuk kondisi terkini aktivitas pedagang berjalan aman lancar,” terang Zaenul, saat ditemui di area lokasi kebakaran, Minggu. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa akan melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut.
“Ini kami bersama tim Inafis mau olah TKP pascakebakaran. Nanti kita simpulkan sesuai dengan barang-barang bukti yang ada di sekitaran TKP,” terangnya. Zaenul mengatakan ada 8 kios pedagang, dan satu rumah yang terbakar. “Untuk kerugian sekitar Rp 2,2 miliar,” paparnya.











