"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kapal Tugboat Terbalik di ASL Batam, Disnaker Kepri: Masih Dalam Penyelidikan

Penyebahan Kapal Tugboat Mega yang Terbalik Masih Dalam Proses Pemeriksaan

Insiden kapal Tugboat Mega yang terbalik di perairan kawasan PT ASL Shipyard Batam masih dalam proses pemeriksaan oleh instansi terkait. Saat ini, penyebab pasti dari kejadian tersebut belum bisa dipastikan dan masih menunggu hasil kajian dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bersama dengan instansi lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut termasuk dalam kategori kecelakaan kerja. Menurutnya, karena kejadian terjadi di wilayah perairan, maka penanganan dan penentuan penyebab utama berada dalam kewenangan instansi di sektor pelayaran.

“Kami sampaikan terlebih dulu bela sungkawa kepada korban yang terkena musibah kemarin. Sampai saat ini, kejadian masih ditangani oleh pihak berwajib, dalam hal ini Polairud setempat,” ujar Diky usai menjenguk korban selamat di RS Mutiara Aini Batam, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pembahasan antara KSOP dengan instansi terkait untuk mengetahui titik penyebab maupun kemungkinan adanya kelalaian dalam insiden tersebut. “Karena sektor persoalannya ada di laut, jadi kita menunggu hasil antara KSOP Polair. Di mana titik kekeliruannya atau kelalaiannya,” katanya.

Diky menegaskan jika nantinya insiden tersebut dipastikan sebagai kecelakaan kerja, maka Disnakertrans Kepri akan turut menangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, hal itu mengacu pada sejumlah regulasi ketenagakerjaan, di antaranya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 11 Tahun 2023.

“Ketika terjadi pekerjaan di ruang terbatas tentu itu menjadi domainnya Dinas Tenaga Kerja. Tapi hari ini kami harus menunggu hasil perumusan dari KSOP dan juga dari Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Ia juga menyebut pihak Kementerian Ketenagakerjaan telah memantau perkembangan insiden tersebut. Bahkan, Direktorat Jenderal di kementerian tersebut telah berkoordinasi dengan pihak Disnakertrans Kepri terkait informasi awal kejadian.

Menurutnya, sempat beredar informasi yang menyebut insiden tersebut sebagai kecelakaan kerja dengan dampak besar. Namun pihaknya menilai perlu memastikan kewenangan penanganan terlebih dahulu, karena kejadian terjadi di sektor pelayaran.

“Kami sampaikan juga bahwa ini ranahnya masih di Kementerian lain yaitu Perhubungan. Jadi memang kita belum tahu apakah ini murni kecelakaan kerja yang terjadi di PT ASL atau lainnya,” katanya.

Penanganan Korban dan Biaya Pengobatan

Terkait penanganan korban, Diky menyebut seluruh biaya pengobatan maupun kebutuhan para korban akan ditanggung oleh pemilik kapal. “Pemilik kapal tugboat, PT Pradana Samudera Lines, akan menanggung semua biaya para korban dan itu sudah dilaporkan juga,” lanjutnya.

Ia juga menyinggung soal standar keselamatan kerja di kapal yang telah diatur dalam regulasi pelayaran. Menurutnya, setiap kapal seharusnya dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan seperti pelampung bagi para kru. “Kalau aturan yang sederhana di kapal harusnya disiapkan pelampung dan perlengkapan keselamatan lainnya,” katanya.

Ditanya soal apakah korban meninggal ditemukan tanpa mengenakan pelampung untuk keselamatan? Pihaknya belum dapat memastikan, apakah seluruh kru sempat menggunakan perlengkapan keselamatan saat kejadian terjadi. Ia menduga kondisi cuaca dan arus laut yang cukup kuat saat insiden berlangsung turut mempengaruhi proses evakuasi.

“Bisa jadi kejadiannya begitu cepat. Cuaca hujan, angin cukup kencang, kemudian arus laut juga cukup tinggi, sehingga memang tidak ada waktu lagi untuk memakainya,” tuturnya.

Informasi Singkat Mengenai Insiden

Diketahui, kapal Tugboat Mega terbalik saat membantu proses sandar kapal kargo di perairan PT ASL Shipyard pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam insiden tersebut terdapat lima kru di atas kapal. Tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil selamat, termasuk Yusuf Tankin yang sempat terjebak di dalam kapal, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi tim penyelamat.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *