Modus Baru Penyebaran Situs Judi Online di Jakarta
Seorang pria dengan modus kode QR menyebarkan situs judi online (judol) di wilayah Jakarta. Polisi mengungkapkan bahwa SH alias P (37) menempelkan ratusan stiker kode QR yang mengarah ke situs judi online di berbagai wilayah Jakarta. Hal ini diketahui setelah SH ditangkap seusai kedapatan menempelkan stiker kode QR judol di Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/2/2026) lalu.
“Pengakuan sementara itu sudah lebih dari seratus kode QR yang disebar. Jadi untuk itu kami harapkan masyarakat untuk berhati-hati,” ujar Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam dalam konferensi pers, Kamis (5/3/2026). Seala mengimbau agar masyarakat tak sembarang memindai kode QR yang ada di berbagai tempat.
Selain mengarahkan pengguna ke situs judol, modus ini juga berpotensi digunakan untuk mencuri data pribadi. “Jadi data-data privasi atau pribadi itu langsung berpindah. Karena ini sifatnya scam yang mungkin masuk ke situs judi online tersebut, dimasukkan otomatis deposit,” jelas Seala.
Bagi masyarakat yang merasa pernah memindai kode QR yang diduga scam atau judol ini, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan untuk tindak lanjut.
Dua Orang Masih Buron
Seala memastikan P telah ditangkap, sementara dua rekannya, F dan A masih dalam pengejaran. P sebagai eksekutor yang menempelkan stiker kode QR itu dibayar sebesar Rp 100.000 untuk setiap stiker yang ditempelkannya. “Karena diiming-imingi sejumlah uang. Upah per barcode ini yang bersangkutan menyampaikan ke kami Rp 100.000,” kata Seala.
Viral di Media Sosial
Diberitakan sebelumnya, viral aksi seorang pria menempelkan stiker kode QR yang membawa pengguna internet ke situs judi online, di Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dari video yang diunggah @info_ciledug, tampak seorang pria mengenakan kaus putih dan topi merah jambu menempelkan stiker ke sejumlah objek di lokasi tersebut. Pria itu kemudian berpindah ke sepeda motor yang terparkir dan menempelkan dua stiker. Setelah itu, ia kembali bergerak dan menempelkan stiker lain di dinding. Setiap selesai menempelkan stiker, pria tersebut terlihat memotret objek yang telah ditempeli menggunakan ponselnya. Kemudian pria itu pergi bersama temannya yang sudah menunggu di atas sepeda motor di pinggir jalan.
Cara Menghindari Pencurian Data oleh Oknum
Untuk mencegah agar data pribadi tidak bocor ke peretas atau oknum yang tidak bertanggung jawab, langkah pertama yang sangat penting adalah menggunakan kata sandi (password) yang kuat dan unik pada setiap akun. Password yang kuat sebaiknya terdiri dari kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, serta tidak mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nama sendiri. Selain itu, setiap akun sebaiknya menggunakan password yang berbeda agar jika salah satu akun berhasil diretas, akun lain tetap aman.
Mengganti password secara berkala juga dapat membantu mengurangi risiko kebocoran data. Cara berikutnya adalah mengaktifkan autentikasi dua faktor (Two-Factor Authentication/2FA) pada akun yang digunakan, seperti email, media sosial, atau layanan perbankan. Autentikasi dua faktor menambahkan lapisan keamanan tambahan selain password, misalnya dengan kode verifikasi yang dikirim melalui SMS, email, atau aplikasi autentikator. Dengan sistem ini, meskipun seseorang mengetahui password akun kita, mereka tetap tidak dapat masuk tanpa kode verifikasi tambahan tersebut.
Selain itu, penting juga untuk berhati-hati saat membagikan informasi pribadi di internet, terutama di media sosial. Data seperti alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir lengkap, nomor identitas, atau informasi keuangan sebaiknya tidak dipublikasikan secara terbuka. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh peretas untuk melakukan pencurian identitas atau mencoba mengakses akun pribadi. Mengatur pengaturan privasi pada media sosial agar hanya orang tertentu yang dapat melihat informasi pribadi juga merupakan langkah yang baik untuk menjaga keamanan data.
Langkah pencegahan lainnya adalah menghindari membuka tautan atau file yang mencurigakan, terutama yang dikirim melalui email, pesan singkat, atau media sosial dari sumber yang tidak dikenal. Banyak peretas menggunakan metode phishing, yaitu dengan membuat pesan yang terlihat resmi untuk menipu korban agar memasukkan data pribadi seperti password atau nomor kartu kredit. Oleh karena itu, sebelum mengklik tautan atau mengunduh file, pastikan sumbernya benar-benar terpercaya dan periksa alamat situs dengan teliti.
Selain itu, menggunakan perangkat lunak keamanan seperti antivirus dan memperbarui sistem secara rutin juga sangat penting. Perangkat lunak antivirus dapat membantu mendeteksi dan mencegah malware atau virus yang dapat mencuri data dari perangkat. Sementara itu, pembaruan sistem operasi dan aplikasi biasanya mengandung perbaikan keamanan yang menutup celah yang dapat dimanfaatkan oleh peretas. Dengan selalu menggunakan versi perangkat lunak yang terbaru, risiko serangan siber dapat dikurangi.
Terakhir, pengguna juga perlu berhati-hati saat menggunakan jaringan internet publik, seperti Wi-Fi gratis di tempat umum. Jaringan tersebut sering kali tidak memiliki sistem keamanan yang kuat sehingga lebih mudah dimanfaatkan oleh peretas untuk menyadap data pengguna. Jika harus menggunakan Wi-Fi publik, sebaiknya hindari mengakses akun penting seperti perbankan atau email, atau gunakan layanan keamanan tambahan seperti VPN untuk melindungi koneksi internet.
Dengan menerapkan berbagai langkah tersebut secara konsisten, risiko kebocoran data pribadi dapat diminimalkan dan keamanan informasi dapat lebih terjaga.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











