Penemuan Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran di Bawah Puing Bangunan
Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, ditemukan di bawah puing bangunan setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam kantornya. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu (28/2/2026). Rudal presisi tinggi tersebut dilaporkan menghancurkan gedung utama saat Khamenei tengah memimpin rapat rahasia bersama petinggi militer Iran.
Operasi yang mematikan ini merupakan hasil kerja intelijen Central Intelligence Agency (CIA) yang telah memantau pola pergerakan sang pemimpin selama berbulan-bulan. Informasi mengenai jadwal pertemuan penting pada Sabtu pagi di kompleks Teheran menjadi petunjuk bagi militer untuk bergerak. Awalnya, serangan direncanakan dilakukan pada malam hari. Namun, karena adanya informasi bahwa rapat para petinggi militer berlangsung pada pagi hari dan Khamenei dipastikan hadir, operasi dipercepat dan dilaksanakan pada siang bolong.
Keputusan tersebut diambil guna memastikan Ali Khamenei berada tepat di lokasi sasaran saat rudal diluncurkan. Sekitar pukul 06.00 pagi, sejumlah jet tempur yang membawa amunisi jarak jauh berpresisi tinggi dilaporkan telah lepas landas. Dua jam kemudian, tepat pukul 09.40 waktu Teheran, dentuman keras rudal menghantam kompleks kediaman yang dijaga sangat ketat tersebut.
Saat ledakan terjadi, sejumlah pejabat senior keamanan nasional Iran dikabarkan sedang berada di dalam gedung yang sama dengan Khamenei. Pemerintah Iran melalui kantor berita resmi IRNA mengonfirmasi tewasnya sejumlah pejabat tinggi dalam insiden itu.
Ucapan Belasungkawa
Selain Ali Khamenei, serangan gabungan AS dan Israel juga turut menewaskan putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi Iran tersebut. Berikut pernyataan pemerintah Iran:
Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. “Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan dikembalikan.” (Surat Asy-Syu’ara Ayat 227)
Rakyat Iran yang terhormat dan penuh kebanggaan!
Dengan kesedihan dan duka mendalam, diumumkan bahwa setelah serangan brutal oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang keji, teladan iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Agung Imam Khamenei, telah meraih anugerah besar berupa kesyahidan.
Beliau adalah penerus sejati Ruhullah (Imam Khomeini) yang selama lebih dari 37 tahun kepemimpinan bijak, memegang panji terdepan Islam dengan keberanian dan iman teguh, membuka babak baru dalam sejarah pemerintahan Islam, dan hingga akhir hayatnya yang penuh berkah, memimpin umat Islam melawan kekafiran, tirani, dan kesombongan.
Syahid yang mulia, Ayatollah Agung Imam Khamenei, teladan pengorbanan dan perlawanan di era kini, adalah “Imam janji tulus, Imam harapan dan kekuatan” di benak kaum merdeka, tertindas, dan para pejuang dunia. Namanya akan abadi bersama “Khomeini Sang Agung” di hati bangsa-bangsa dunia.
Keilmuan luas, penguasaan ilmu kontemporer, kebijaksanaan, pandangan jauh, iman murni, ketulusan dalam amal, tekad baja, keyakinan mendalam pada kata dan perbuatannya, keberanian tiada banding, pengetahuan agama yang luas, jiwa lembut dan suci, serta harapan dan tawakal kepada Sang Pencipta adalah ciri khas luar biasa dari pribadi besar ini yang jarang ditemukan pada pemimpin politik mana pun.
Pemerintah Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa atas kehilangan besar ini kepada Qa’im al-Mahdi (semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau), bangsa Iran yang mulia, umat Islam yang agung, dan seluruh kaum merdeka di dunia.
Sebagai bentuk simpati kepada bangsa Iran yang tangguh, pemerintah menetapkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur umum. Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa balasan dan akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah suci pemimpin agung ini akan mengalir bagaikan mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis.
Kali ini, dengan segala kekuatan dan ketegasan, bersandar pada umat Islam dan kaum merdeka dunia, kami akan membuat para pelaku dan dalang kejahatan besar ini menyesali perbuatannya. Iran tercinta kita, dengan dukungan kemenangan ilahi, bersatu dan sehati, akan dengan bangga melewati masa sulit ini; sebab Allah senantiasa mengawasi musuh-musuh yang menindas dan menjadi penolong bagi orang-orang beriman serta kaum tertindas.
Daftar Korban Meninggal Dunia
- Komandan Korps Garda Revolusi Islam Mohammad Pakpour
- Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani
- Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh
- Sejumlah pejabat intelijen dan penelitian Iran
- Beberapa anggota keluarga Khamenei
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim sebanyak 48 pemimpin Iran tewas dalam operasi tersebut. “Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih. Empat puluh delapan pemimpin telah lengser sekaligus, dan prosesnya berlangsung dengan cepat,” ujarnya dalam wawancara dengan media AS.
Serangan terhadap figur tertinggi di Iran ini berpotensi memicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah. Iran dikenal memiliki jaringan sekutu regional yang kuat serta pengaruh militer yang signifikan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











