"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Putri, Menantu, dan Cucu Khamenei Tewas dalam Serangan, Rumah Hancur Total

Peristiwa Mencengangkan di Iran

Media Iran melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucu dari pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Minggu (1/3/2026). Informasi ini muncul setelah sebelumnya, AS dan Israel menyatakan bahwa Khamenei telah meninggal dunia dalam serangan terhadap Iran.

“Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber terpercaya di lingkungan kediaman Pemimpin Tertinggi, kabar tentang gugurnya putri, menantu, dan cucu pemimpin revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi,” demikian dilaporkan kantor berita Fars dan media Iran lainnya.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Iran, yang menganggapnya sebagai upaya untuk meruntuhkan mental pasukan mereka.

Kondisi Kediaman Khamenei

Sebelumnya, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks kediaman Khamenei dalam kondisi hancur total. Beit-e Rahbari dikenal sebagai tempat tinggal sang pemimpin tertinggi dan juga lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran. Berdasarkan foto udara tersebut, struktur bangunan yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah.

Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster). Senjata jenis ini dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bangunan guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat.

Serangan yang Mengguncang Iran

AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan. Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mengunggah pernyataan video yang mengumumkan operasi tempur AS di Iran, dengan tujuan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi.

Laporan lapangan menunjukkan asap tebal mengepul di atas distrik Pasteur, Teheran, yang merupakan lokasi kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Otoritas Iran pun segera melakukan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota. Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini menargetkan situs-situs militer. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer demi menghindari korban jiwa.

Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.

Iran Umumkan 40 Hari Berkabung

Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban.

Selain itu, media pemerintah melaporkan sedikitnya 108 orang tewas akibat serangan di sebuah sekolah di Iran selatan. Secara keseluruhan, korban jiwa disebut mencapai sedikitnya 201 orang yang tersebar di 24 provinsi.

Kantor berita Fars melaporkan pemerintah Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional menyusul kematian Khamenei. Pemerintah juga mengumumkan tujuh hari libur nasional. Meski demikian, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai kronologi maupun lokasi pasti serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Februari menyatakan melalui media sosial bahwa Khamenei meninggal dunia setelah serangan militer besar-besaran oleh AS dan Israel. Pernyataan itu mengindikasikan Washington mengklaim telah mengonfirmasi kematian tersebut dalam operasi gabungan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyebut terdapat banyak tanda bahwa Khamenei tidak lagi hidup. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC mengatakan bahwa sejauh yang ia ketahui, Khamenei masih hidup, memunculkan perbedaan informasi terkait kondisi sebenarnya.

Serangan Besar ke Iran

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer skala besar ke sejumlah target di Iran. Dalam pidato video, Trump menyatakan operasi itu bertujuan menghentikan pengembangan program nuklir dan misil Iran. Ia juga menyampaikan pesan kepada rakyat Iran agar mengambil alih pemerintahan setelah operasi militer berakhir, pernyataan yang secara terbuka mendorong perubahan rezim di Teheran.

Sementara itu, Netanyahu menyatakan markas Khamenei di pusat Teheran telah dihancurkan dan kembali menegaskan adanya indikasi kuat bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut telah tewas.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *