Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati ke Rumah Duka Mantan Bupati Boltara
Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, bersama Wakil Bupati Mohammad Aditya Pontoh, melakukan kunjungan duka ke rumah duka mantan Bupati Hamdan Datungsolang, yang berada di Desa Voa’a, Kecamatan Bintauna, Bolmut, Sulawesi Utara. Kunjungan ini dilakukan pada hari Minggu (22/02/2026) sebagai bentuk penghormatan atas kepergian tokoh penting tersebut.
Selain Bupati dan Wakil Bupati, beberapa pejabat di lingkup Pemerintah Bolaang Mongondow Utara juga turut hadir dalam acara tersebut. Di antaranya adalah Asisten 1, Rachmat Pontoh, Asisten III Abdul Nasarudin Maloho, Kaban BKPSDM, Kristanto Nani, Kepala Dinas Nakertrans Abdul Muis Suratinoyo, serta Camat Bintauna Sarwo Eddy Posangi. Tidak hanya itu, mantan Bupati Boltara periode 2014–2018, Depri Pontoh, juga turut hadir dalam upacara duka ini.
Kedatangan Sirajudin Lasena dan Mohammad Aditya Pontoh langsung disambut oleh keluarga dan para pelayat yang hadir di rumah duka. Suasana haru menyelimuti tempat tersebut saat Sirajudin Lasena menyampaikan ucapan dukacita atas wafatnya mantan Bupati Boltara periode 2008–2013.
“Selamat jalan Pak Bupati pertama Bolaang Mongondow Utara pilihan rakyat. Peletak dasar pemerintahan dan pembangunan Bolaang Mongondow Utara, Insya Allah segala amal ibadah tercatat sebagai ladang pahala,” ujar Sirajudin Lasena dengan suara lantang dan penuh perasaan.
Riwayat Hidup dan Perjalanan Karier Almarhum
Almarhum Hamdan Datungsolang meninggal dunia di RS Sentra Medika, Minahasa Utara (Minut) pada hari Minggu 22 Februari jam 01.11 Wita setelah menjalani perawatan karena sakit. Jenazah almarhum akan dimakamkan hari ini di pemakaman keluarga desa Voa’a, Kecamatan Bintauna, setelah salat zhuhur jam 16:00 Wita.
Informasi tentang kematian almarhum pertama kali tersebar melalui Facebook hingga grup WhatsApp, di mana ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat. Anak almarhum, Aqbar Datunsolang, juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas segala khilaf semasa hidup ayahnya.
“Kami sekeluarga memohon kiranya kesalahan papa di maafkan. Dan semoga amal baik papa di terima di sisi Allah SWT,” tulis Aqbar melalui akun Facebook-nya.
Profil Almarhum Hamdan Datunsolang
Hamdan Datunsolang lahir di Bintauna pada 31 Juli 1950. Ia memulai kariernya sebagai birokrat di Pemerintah Provinsi Gorontalo. Dedikasinya dalam dunia pemerintahan sangat panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia politik.
Sebelum memutuskan pensiun dan berkarier di politik, ia pernah dipercaya memegang tanggung jawab besar sebagai Penjabat (Pj) Bupati Gorontalo Utara (Gorut). Pengalaman birokrasi inilah yang menjadi modal kuatnya saat kembali ke tanah kelahirannya di Bolaang Mongondow Utara.
Pada tahun 2008, Hamdan memutuskan maju di Pilkada Bolmut dan menang berpasangan dengan Depri Pontoh usai mendapatkan dukungan dari Partai Golkar. Kemenangan tersebut mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai Bupati pertama pilihan rakyat di Kabupaten Bolmut. Ia memimpin daerah tersebut pada periode 2008–2013.
Peran dan Warisan Almarhum
Sebagai peletak fondasi, peran Hamdan sangat penting. Di bawah kepemimpinannya, berbagai upaya penataan birokrasi dan pembangunan infrastruktur dasar mulai dirintis guna memperkuat fondasi pemerintahan daerah yang saat itu masih berkembang.
Semasa hidupnya, Hamdan Datunsolang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Masyarakat mengenangnya bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sosok orang tua yang gigih memperjuangkan kemandirian daerah di masa-masa sulit awal pemekaran.
Kini, sang birokrat dan politisi senior itu telah berpulang, namun warisan pembangunannya di Bolmut akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Bumi Totabuan.











