"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Satu Tahun Pimpin Jakarta, Pramono-Rano Akui Banjir Masih Jadi PR Utama

Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Jakarta

Hari ini, tepat satu tahun berlalu sejak pasangan Pramono Anung dan Rano Karno memimpin Jakarta. Dalam momentum refleksi tersebut, mereka menggelar acara bertajuk “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi ajang untuk mengevaluasi capaian yang telah diraih selama setahun terakhir.

Capaian Awal yang Menjanjikan

Dalam evaluasi pemerintahan yang dikenal dengan sebutan Pram-Doel, keduanya menekankan bahwa fondasi awal sudah diletakkan, meski tantangan besar masih membayangi. Salah satu program utama yang diluncurkan adalah Quick Win Program, yang terdiri dari 40 program percepatan. Dari 40 program tersebut, sekitar 97 persen diklaim telah selesai.

“Enggak berasa ya sudah satu tahun. Kayaknya kita belum mulai apa-apa ini. Kita baru mengerjakan yang kita bilang Quick Win Program. Dari 40 program, alhamdulillah sekitar 97 persen sudah selesai,” ujar Rano.

Namun, ada tiga program yang masih dalam proses penyelesaian karena membutuhkan waktu lebih panjang.

Tiga PR Besar yang Masih Menanti Solusi

Memasuki tahun kedua, Pemprov DKI memetakan tiga persoalan utama yang menjadi prioritas: banjir, kemacetan, dan kemiskinan. Untuk menghadapi masalah banjir, normalisasi sungai terus dilakukan, termasuk pembebasan lahan di sejumlah titik sepanjang Sungai Ciliwung.

“Kalau kita enggak bisa kerja sama, sulit bagi kita menyelesaikan masalah banjir di Jakarta,” kata Rano.

Sementara itu, untuk mengatasi kemacetan, pemerintah akan menambah armada dan rute transportasi publik melalui kolaborasi dengan daerah penyangga. Untuk kemiskinan, berbagai program subsidi dipastikan tetap berlanjut, termasuk transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat tertentu yang dibiayai melalui APBD.

Pertumbuhan Ekonomi dan Peringkat Kota Global

Di sisi lain, Pramono menyampaikan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif. Ia menyebut peringkat Global City Jakarta naik dari posisi 74 ke 71 dalam 10 bulan terakhir. Pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,21 persen, melampaui nasional yang mencapai 5,11 persen. Bahkan pada kuartal IV tahun lalu, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,71 persen.

“Ini hasil kerja keras kita bersama,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti membaiknya gini rasio, tingkat kemiskinan, serta kesempatan kerja.

Program Sosial yang Tetap Berjalan

Program sosial tetap menjadi prioritas. Kartu Jakarta Pintar (KJP) diberikan kepada 707.513 siswa dengan total anggaran sekitar Rp1,6 triliun. Sementara Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) menjangkau 16.920 mahasiswa. Total anggaran kedua program itu hampir Rp2 triliun.

Selain itu, bantuan seperti Kartu Lansia, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, dan Kartu Anak Jakarta tetap disalurkan kepada sekitar 213 ribu penerima manfaat. Penerima KJP dan KJMU juga mendapat akses gratis ke sejumlah destinasi seperti Ancol, Kebun Binatang Ragunan, dan Monumen Nasional.

“Kami ingin anak-anak Jakarta merasakan kotanya sendiri,” ujar Pramono.

Pengembangan Transportasi yang Signifikan

Di sektor transportasi, sejumlah rute Trans Jabodetabek telah dibuka, seperti Alam Sutera–Blok M, Bogor–Blok M, hingga Sawangan–Lebak Bulus. Dalam waktu dekat, rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta juga akan dioperasikan dengan tarif Rp3.500.

Pramono mengklaim infrastruktur transportasi Jakarta kini berada di peringkat ke-17 dunia dan termasuk yang terbaik di ASEAN. Selain itu, pembangunan pelican crossing di Cikini hingga pembongkaran monorel mangkrak di Kuningan turut dilakukan.

Pengembangan Kesehatan dan Ruang Terbuka Hijau

Di bidang kesehatan, Jakarta kini memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu. Dua rumah sakit baru direncanakan dibangun di Cakung dan di lahan Sumber Waras. Pemprov juga mengklaim telah membangun 21 ruang terbuka hijau baru dalam setahun terakhir.

Pada hari yang sama, dilakukan pula groundbreaking revitalisasi Taman Semanggi senilai Rp134 miliar yang berasal dari kerja sama swasta tanpa menggunakan APBD.

Harmoni Keberagaman yang Dijaga

Di bidang sosial budaya, berbagai kegiatan lintas agama dan budaya digelar, mulai dari Jakarta Berselawat hingga perayaan keagamaan di pusat kota.

Menutup refleksi satu tahun kepemimpinan, Rano menyampaikan permohonan maaf kepada warga. “Kami mohon maaf kepada warga Jakarta karena tidak bisa cepat seperti membalikkan telapak tangan untuk memperbaiki Jakarta yang begitu luas,” ujar Rano.

Memasuki tahun kedua, duet Pram-Doel menargetkan kerja yang lebih terstruktur melalui APBD 2026 dengan fokus utama tetap pada banjir, kemacetan, dan kemiskinan.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *