Pesulap Merah Bantah Tuduhan Terkait Kematian Istri Pertama
Pesulap Merah, yang dikenal sebagai salah satu pesulap terkenal di Indonesia, kini tengah menghadapi isu-isu yang muncul terkait kematian istri pertamanya, Tika Mega Lestari. Isu tersebut menuduh bahwa Ratu Rizky Nabila, istri keduanya, menjadi penyebab kepergian Tika. Namun, Marcel Radhival dengan tegas membela istri keduanya dan menolak segala bentuk tuduhan yang menyebut Ratu sebagai pelakor atau pembunuh.
Peran Ratu dalam Pernikahan
Marcel menjelaskan bahwa Ratu bukanlah pelakor seperti yang dituduhkan oleh sejumlah pihak. Justru, Ratu dianggap sebagai sosok yang baik dan mendukung pernikahannya tetap bertahan. Menurut Marcel, Ratu bahkan memiliki prinsip untuk tidak membiarkan ia bercerai dengan Tika, meskipun kondisi kesehatan Tika semakin memburuk.
“Ratu justru yang terus mengingatkan saya untuk merawat Tika walaupun harus terus bulak-balik rumah sakit selama pernikahan,” ujar Marcel dalam unggahannya di Instagram Story.
Selain itu, Ratu juga menawarkan kulitnya untuk digunakan dalam operasi ketiga Tika. Meski tawaran ini tidak bisa dilakukan karena tidak adanya komunikasi dari pihak keluarga Tika, Marcel bersumpah bahwa hal tersebut adalah fakta yang benar-benar terjadi.
Penjelasan Mengenai Nikah Siri
Marcel juga menjelaskan alasan mengapa ia menikahi Ratu secara diam-diam pada tahun 2022. Menurutnya, Tika sudah tidak mampu memenuhi tanggung jawabnya sebagai istri sejak awal pernikahan. Hal ini disebabkan oleh diagnosis penyakit Anemia Aplastik yang dialami Tika sejak tahun 2022.
“Dalam hukum pernikahan di Indonesia, ketika istri tidak bisa lagi memenuhi tanggung jawabnya sebagai istri, maka suami berhak untuk menceraikan, tapi faktanya Allah azza wa jalla menghadirkan istri kedua saya untuk terus mengingatkan agar perceraian itu tidak pernah terjadi sampai nafas terakhir istri pertama saya terjadi,” tambah Marcel.
Bantah Tuduhan Menagih Biaya Pengobatan
Tidak hanya menyangkal tuduhan sebagai pelakor, Marcel juga membantah tudingan bahwa dirinya menagih biaya pengobatan sang istri. Dalam sebuah wawancara, ibu mertuanya, Endang, sempat menyampaikan bahwa Marcel pernah marah kepada Tika karena menghabiskan uang puluhan juta untuk biaya pengobatan.
Namun, Marcel dengan tegas membantah hal tersebut. Ia menyatakan bahwa semua biaya pengobatan Tika adalah tanggung jawabnya sebagai suami dan tidak pernah diminta untuk dibayar kembali.
“Sumpah demi Allah azza wa jalla saya tidak pernah minta ganti apapun yang sudah jadi tanggung jawab saya sebagai suami. Kalo memang ada buktinya perihal itu, silahkan tampilkan,” kata Marcel.
Menurutnya, rasa marah yang ia tunjukkan hanya terjadi saat dokter di RSHS menanyakan mengapa biopsi dilakukan di Boromeus dan bukan di RSHS. Ia kemudian mempertanyakan hal tersebut kepada Tika, yang menjawab bahwa saran tersebut datang dari keluarganya.
“Di situlah saya marah karena ‘kenapa ga konfirmasi ke suami dulu dan lebih mendengarkan keluarga?’ tapi perihal biaya sumpah demi Allah azza wa jalla yang saya keluarkan untuk biopsi Rp25 juta dan untuk cek kesehatan dan MRI sekitar Rp15 jutaan itu tidak pernah saya minta ganti ke istri saya,” lanjut Marcel.
Dengan penjelasan ini, Marcel ingin menunjukkan bahwa ia tidak pernah berniat menyakiti Tika dan bahwa semua tindakannya selalu didasari oleh rasa tanggung jawab sebagai suami.











