"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Fakta mengerikan: Briptu Rizka bunuh suaminya, aksi brutal disaksikan anak

Fakta Mengerikan dalam Pembunuhan Brigadir Esco

Sidang di Pengadilan Negeri Mataram mengungkap fakta mengerikan terkait pembunuhan Brigadir Esco. Dalam persidangan, jaksa penuntut umum membeberkan bahwa korban tewas akibat serangkaian kekerasan yang dilakukan oleh istrinya sendiri, Briptu Rizka.

Motif pembunuhan ini dipicu oleh masalah ekonomi dan uang remon. Persoalan tersebut membuat Briptu Rizka kehilangan kendali hingga nekat menghabisi nyawa suaminya. Dalam sidang, disebutkan bahwa sebelum kejadian, Rizka sempat terlibat cekcok melalui pesan WhatsApp dengan suaminya terkait permintaan uang jutaan rupiah.

Selama proses perdebatan, Rizka berulang kali menagih uang remon sebesar Rp10 juta sejak pagi hari. Karena tidak kunjung dikirim, emosinya memuncak hingga ia meminta rekan kerja Esco untuk membalas pesan dan panggilan teleponnya. Meski Esco menjawab bahwa uang akan dikirim, namun uang tersebut tidak juga masuk ke rekening Rizka.

Rizka kembali mengirim pesan dengan nada peringatan agar tidak memancing emosinya. Ia juga meminta uang kepada suaminya sebesar Rp2,7 juta untuk membayar bunga pegadaian. Selain itu, Rizka sempat menghubungi korban dengan nada ancaman.

Detik-Detik Pembunuhan

Sekitar pukul 18.00 WITA, Rizka menuju Polsek Sekotong dan menghubungi korban, tetapi tidak mendapatkan balasan. Ia kemudian menghubungi rekan korban dan menyatakan bahwa Esco tidak berada di kantor.

Pada pukul 19.48 WITA, Rizka kembali ke rumah dan menemukan sepeda motor suaminya terparkir di teras. Ia masuk dan menemukan Esco sedang tertidur di lantai kamar anak mereka. Pukul 20.39 WITA, Esco terbangun dan duduk di atas kasur. Saat itu, Rizka menginjak bagian ulu hati korban hingga korban terjatuh ke lantai.

Terdakwa juga menendang pinggang sebelah kiri korban sebanyak satu kali. Lalu memukul bagian wajah korban berkali-kali. Peristiwa tersebut tidak berhenti di situ. Rizka mengambil gunting dan melukai telapak kaki kiri Esco sebanyak tiga kali. Jaksa menyebut korban sempat berusaha menangkis serangan tersebut.

Pada saat korban dalam posisi tidur, Rizka kembali menusuk kaki kanan bagian betis dan telapak kaki kanan korban dengan menggunakan gunting sebanyak satu kali. Ia juga mencoba menusuk wajah suaminya sebanyak tiga kali, tetapi korban menghindar dan mengenai telinga bagian kiri korban.

Selain itu, Rizka memukul bagian belakang kepala korban menggunakan benda tumpul ketika korban berada dalam posisi tengkurap.

Anak Menyaksikan Kekejaman

Tindakan kekerasan tersebut disaksikan langsung oleh anak korban. Jaksa menyebut anak tersebut melihat korban sudah tidak bergerak. Setelah kejadian, Rizka meminta anaknya untuk tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada siapa pun.

Brigadir Esco diduga sudah tidak bernyawa ketika tubuhnya digantung di dekat rumahnya. Fakta kematian anggota polisi asal Kabupaten Lombok Barat, NTB, itu terungkap berdasarkan isi dakwaan jaksa penuntut umum dalam sidang yang digelar Selasa (10/2/2026).

Di kursi terdakwa ruang Pengadilan Negeri Mataram duduk Rizka Sintiani yang tak lain adalah istri Brigadir Esco. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka dalam kematian suaminya, Rizka juga tercatat sebagai anggota polisi.

Rekayasa Kematian

Usai kejadian, jasad Brigadir Esco dibuang ke kebun yang berada di belakang rumah. Leher korban dijerat dengan seutas benang nilon agar seolah-olah kematian Brigadir Esco akibat bunuh diri. Tindakan tersebut tidak dilakukan oleh Briptu Rizka seorang diri, melainkan dibantu oleh anggota keluarganya termasuk teman dekatnya.

Peran ayah Briptu Rizka sedikit banyak menjadi pemicu mengapa kasus ini cukup lama terungkap oleh penyidik. Pria bernama Amaq Saiun itu merupakan sosok pertama yang menemukan jasad Brigadir Esco. Ia seakan-akan menyimpulkan bahwa menantunya tewas karena bunuh diri.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *