"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kasus Investasi Bodong Sultan Bontang: Dana Digunakan untuk Kebutuhan Pribadi

Kasus Investasi Bodong di Bontang: Terduga Pelaku Akui Dana Digunakan untuk Kebutuhan Pribadi

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkedok investasi trading di Kota Bontang kini memasuki babak baru. Terduga pelaku yang dikenal dengan julukan “Sultan Bontang” mengakui bahwa sebagian dana yang dikumpulkan tidak digunakan untuk kegiatan investasi seperti yang dijanjikan.

Pengakuan Terlapor

Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku DE alias CD mengakui pernah menawarkan jasa investasi trading kepada sejumlah pelaku UMKM. Namun, ia juga mengakui bahwa tidak semua dana digunakan untuk aktivitas trading. Sebaliknya, sebagian dari dana tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ada sebagian dana yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap AKP Randy Anugrah Putranto, Kasat Reskrim Polres Bontang, Selasa (3/2/2026). Pengakuan ini kini menjadi fokus pendalaman penyidik.

Tim kepolisian menelusuri rekening koran dan aliran dana untuk memastikan peruntukan dana serta menghitung potensi kerugian korban. Proses penyidikan ini dilakukan guna memastikan adanya unsur pidana dalam kasus ini.

Proses Penyidikan

Randy menegaskan bahwa proses gelar perkara masih berjalan. Penyidik terus melengkapi berkas dengan memanggil saksi-saksi dan mengumpulkan dokumen pendukung dari para pelapor. Saat ini, fokus utama adalah memastikan aliran dana, peruntukannya, serta ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara ini.

Kasus ini resmi naik ke tahap penyidikan sejak Rabu (21/1/2026). Polres Bontang telah menjadwalkan pemanggilan 10 saksi, sebagian besar merupakan korban, untuk dimintai keterangan secara bertahap.

Kronologi Laporan Korban

Korban pertama yang melaporkan dugaan penipuan berkedok investasi trading di Bontang adalah Farah Windah Dachistany (35), yang melaporkan kasus tersebut pada Sabtu (10/1/2026) malam. Ia mengaku mengalami kerugian senilai Rp10 juta setelah tergiur tawaran investasi trading oleh seorang perempuan berinisial DE (35) yang dikenal sejak 2009 lalu, dengan janji keuntungan ratusan juta rupiah.

Farah mengatakan bahwa DE menawarkan skema investasi dengan sistem setoran modal di awal dan keuntungan yang dijanjikan cair dalam waktu tiga bulan. Dana mulai disetorkan sejak Juli 2025, secara bertahap hingga total hampir Rp10 juta.

“Transfer bertahap. Katanya nanti di bulan ketiga bisa dapat Rp500 juta sampai Rp800 juta,” ungkapnya. Namun hingga melewati batas waktu yang dijanjikan, Farah mengaku tidak pernah menerima keuntungan apa pun.

Citra “Sultan UMKM”

Farah mengakui, salah satu faktor yang membuatnya percaya adalah citra DE di kalangan pelaku UMKM Bontang. Terduga pelaku dikenal sering membantu pedagang kecil, membeli dagangan dalam jumlah besar, bahkan membayar lebih dari harga seharusnya.

“Dia dikenal sebagai ‘sultan UMKM’. Sering bantu, sering borong jualan, makanya banyak yang percaya,” ujarnya. Menurut Farah, setiap pedagang yang dagangannya dibeli DE bahkan diminta mengunggahnya ke media sosial dan menandai akun Instagram milik DE. Cara itu ditengarai menjadi bagian dari upaya membangun citra dermawan di ruang publik.

Korban Lain

Setelah Farah mengungkap pengalamannya di media sosial, sejumlah pelaku UMKM lain menghubunginya dan mengaku mengalami kejadian serupa. “Yang DM saya ada sekitar 10 orang. Tapi sejauh ini baru saya yang resmi lapor,” ucapnya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, jumlah korban dugaan penipuan ini diperkirakan mencapai sekitar 30 orang, dengan nilai kerugian bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Uang yang disetor sebagian besar merupakan modal usaha para pedagang.

Imbauan Polisi

AKP Randy Anugrah Putranto mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan janji keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat. “Kalau merasa menjadi korban, segera lapor. Itu penting untuk mengungkap perkara ini,” katanya.

Polres Bontang terus memperluas penyelidikan dan memanggil saksi-saksi untuk memastikan transparansi penggunaan dana serta perlindungan terhadap pelaku UMKM yang menjadi korban.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *