"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pemulihan Bencana Jadi Topik Pembicaraan Seskab Teddy dengan Gubernur Aceh di Jakarta

Pertemuan Gubernur Aceh dengan Sekretaris Kabinet

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, melakukan pertemuan dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/1/2026) malam. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas perkembangan pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh pada akhir November 2025.

Bencana tersebut tidak hanya menimpa Aceh, tetapi juga melanda Sumatra Barat (Sumbar) dan Sumatra Utara (Sumut). Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai isu terkait proses pemulihan, termasuk kemajuan pembangunan rumah hunian yang telah mencapai hampir 4.000 unit khusus di Aceh. Selain itu, perbaikan rumah yang masih ingin ditinggali oleh warga juga menjadi fokus utama.

Selain itu, pencairan anggaran daerah yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto juga menjadi topik pembahasan. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur umum yang sedang berlangsung secara bertahap juga menjadi bagian dari diskusi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terkena dampak bencana.

Penurunan Jumlah Pengungsi di Tiga Provinsi

Terkini, jumlah pengungsi pascabencana di tiga provinsi wilayah Sumatra terus menurun. Data terbaru dari Juru Bicara Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatra, Amran, menunjukkan bahwa saat ini tersisa sebanyak 111.788 orang pengungsi.

Rinciannya:
– Di Sumatra Barat, jumlah pengungsi turun dari 10.854 orang pada 24 Januari menjadi 9.040 orang.
– Di Sumatra Utara, tercatat 11.085 pengungsi.
– Sementara di Aceh masih tersisa 91.663 pengungsi.

Penurunan jumlah pengungsi ini terjadi karena percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH).

Di Aceh, Huntara yang telah selesai dibangun sebanyak 3.248 unit. Sementara penerima DTH tercatat 9.766 keluarga, dengan 2.559 rekening telah menerima pencairan.

Di Sumatra Utara, dari rencana 962 unit Huntara, sebanyak 557 unit telah selesai. Penerima DTH tercatat 6.550 keluarga, dengan 1.688 keluarga sudah menerima dana.

Adapun di Sumatra Barat, dari 618 unit Huntara yang direncanakan, sebanyak 476 unit telah selesai. Penerima DTH sebanyak 2.004 keluarga, dengan 1.685 keluarga telah menerima penyaluran.

Secara total, dari 17.231 unit Huntara yang direncanakan di tiga provinsi, sebanyak 4.281 unit telah selesai dibangun. Sementara DTH yang telah tersalurkan kepada masyarakat mencapai 5.932 keluarga.

Perkembangan Fasilitas Kesehatan dan Infrastruktur

Satgas juga melaporkan perkembangan fasilitas kesehatan terdampak. Total terdapat 280 fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi, terdiri dari 141 unit di Aceh, 67 unit di Sumatra Utara, dan 72 unit di Sumatra Barat.

“Seluruh Faskes, Rumah Sakit dan Puskesmas dalam kondisi fungsional,” kata Amran. Ia menambahkan, hanya dua Puskesmas di Aceh yang masih memberikan pelayanan di luar gedung, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak-lak di Aceh Tenggara.

Di sektor konektivitas, jalan dan jembatan nasional di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dilaporkan telah berfungsi 100 persen. Untuk jalan daerah, Aceh telah berfungsi 90,68 persen, Sumatra Utara 96,89 persen, dan Sumatra Barat 88,2 persen.

Sementara itu, perbaikan jembatan daerah masih terus dikebut dengan progres berbeda di tiap wilayah.

Tidak Ada Batasan Waktu Penyelesaian

Amran menegaskan, tidak ada batasan waktu penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurutnya, penanganan akan dinyatakan selesai ketika seluruh indikator stabilitas daerah telah terpenuhi.

“Tidak ada batasan 4 bulan. Kami akan melihat sampai semuanya tuntas sampai stabil. Ketika semuanya sudah hijau, berarti kondisi daerah tersebut sudah normal,” tandasnya.


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *