"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Tangis Ibu Saat Pemakaman Prajurit TNI AL Korban Longsor Bandung

Upacara Militer untuk Pemakaman Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau

Prosesi pemakaman Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau, prajurit TNI Angkatan Laut asal Gorontalo yang gugur akibat bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat, berlangsung dalam suasana duka mendalam. Jenazah almarhum dimakamkan dengan upacara militer di kampung halamannya, yaitu di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, pada hari Sabtu (31/1/2026).

Suasana Haru dan Tangisan Keluarga

Suasana pemakaman terasa sangat haru, dengan isak tangis keluarga mengiringi setiap langkah prosesi penguburan jenazah almarhum. Ibunda almarhum, Hasna Biga, terlihat tidak mampu menahan kesedihannya saat jenazah diturunkan ke liang lahat. Ia terus menangis hingga beberapa kali harus dipapah oleh keluarga karena kelelahan dan syok.

Rein dimakamkan berdampingan dengan makam ayahnya. Salah satu momen paling mengharukan adalah ketika Hasna mencium tanah yang menutup jasad putranya, seolah enggan berpisah untuk selamanya. Keluarga besar terus berada di sisi Hasna untuk membantunya menjalani proses pemakaman yang penuh emosi.

Peran Rein dalam Keluarga

Almarhum Rein Pasau merupakan anak kedua dari enam bersaudara, yang terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan. Dalam keluarga, ia dikenal sebagai sosok yang memikul tanggung jawab besar dan menjadi tumpuan utama kehidupan rumah tangga. Ayah sambung almarhum, Azis Rabiu, menyampaikan bahwa Rein adalah pribadi yang selalu siap membantu keluarga dalam berbagai kondisi.

Menurut Azis, almarhum dikenal sebagai anak yang paling bisa diandalkan. “Dia anak yang sangat baik, selalu hadir ketika keluarga membutuhkan. Paling bertanggung jawab dan sangat peduli dengan keluarganya,” ujar Azis dengan suara bergetar.

Kepergian Rein meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, mengingat almarhum merupakan tulang punggung utama. Di tengah tangisnya, Hasna beberapa kali menyebut nama panggilan kesayangan almarhum dalam bahasa Gorontalo.

“Uh te uti sudah tidak ada,” ucapnya lirih sambil bersandar di bahu Azis, disambut tangisan keluarga yang mengelilinginya.

Prosesi Pemulangan Jenazah

Jenazah Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau dipulangkan ke Gorontalo pada Sabtu, 31 Januari 2026, dini hari. Berdasarkan laporan resmi, jenazah diberangkatkan dari Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 644 pada pukul 03.20 WIB. Pesawat mendarat di Bandara Djalaluddin Gorontalo sekitar pukul 07.25 WITA.

Setibanya di bandara, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Prosesi penyambutan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada negara. Upacara berlangsung khidmat dan penuh haru.

Dalam pemulangan jenazah, almarhum didampingi sejumlah perwira TNI AL dan anggota keluarga. Hadir di antaranya Danyon Komlek 1 Marinir Letkol Mar Bernadus Yudi Ari bersama istri, Maria Vita Pratiwi, serta Kapten Mar Syaifullah selaku liaison officer (LO) keluarga. Dua sepupu almarhum, Bharada Polisi M. Rizki Karim dan Fadlya Halada, juga turut mendampingi selama proses pemulangan hingga pemakaman.

Peran Rein dalam TNI AL

Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau merupakan salah satu dari 23 prajurit Marinir TNI AL yang gugur dalam peristiwa longsor di wilayah Bandung Barat. Almarhum adalah putra daerah Gorontalo yang mengabdikan diri sebagai prajurit TNI AL sejak tahun 2022. Selama berdinas, Rein bertugas di Yon Komlek 1 Marinir, Menbanpur 1, Pasmar 1, Jakarta.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi TNI AL, serta masyarakat Gorontalo.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *