Isu Reshuffle Kabinet dan Penyangkalan Pratikno
Beberapa waktu terakhir, isu mengenai perubahan posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menjadi sorotan. Kabar tersebut menyebut bahwa Pratikno akan terkena reshuffle kabinet. Namun, ia langsung membantah informasi tersebut.
Pada Sabtu (31/1/2026), saat hadir dalam acara Puncak Harlah Ke-100 Nahdlatul Ulama di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Pratikno menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Menko PMK. Ia menjawab singkat ketika ditanya wartawan, “Enggak, enggak.”
Selain itu, Pratikno juga menyangkal adanya surat pengunduran diri yang dikirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk meninggalkan jabatannya.
Reshuffle Kabinet: Apa yang Terjadi?
Isu reshuffle kabinet kembali muncul setelah Presiden Prabowo Subianto dilaporkan akan melakukan perombakan pada awal tahun 2026. Salah satu posisi yang disebut akan berubah adalah jabatan Menteri Luar Negeri (Menlu). Sugiono, yang saat ini menjabat Menlu, disebut akan dipromosikan ke posisi Menko PMK. Sementara itu, Pratikno disebut akan digeser menjadi penasehat presiden.
Namun, Pratikno sendiri belum memberikan respons terkait isu ini. Ia lebih memilih untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan mengenai perubahan kabinet yang sedang ramai dibicarakan.
Sebelumnya, Sugiono juga mengatakan bahwa ia belum mendengar kabar tentang reshuffle kabinet. Ia hanya menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan Presiden Prabowo. “Ya nggak tahu. Itu pertanyaannya harusnya ditujukan ke Presiden. Itu kan haknya Presiden mereshuffle,” ujarnya.
Latar Belakang Pratikno
Pratikno adalah seorang tokoh yang memiliki latar belakang akademis dan birokrasi yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) selama 10 tahun pada era pemerintahan Jokowi. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi rektor FISIP UGM dari tahun 2012 hingga 2014.
Lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, pada 13 Februari 1962, Pratikno memiliki latar pendidikan yang cemerlang. Ia menyelesaikan studi S1 jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian melanjutkan S2 di Birmingham University, Inggris, dan gelar doktoral di Flinders University, Australia.
Pratikno juga memiliki karier yang sangat baik di dunia akademik. Ia pernah menjadi Guru Besar FISIP UGM sejak 21 Desember 2009. Selain itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang memiliki harta kekayaan yang cukup besar. Dalam LHKPN KPK yang dilaporkannya pada 14 Maret 2025, Pratikno memiliki total harta kekayaan sebesar Rp16,3 miliar.
Harta terbanyak Pratikno berasal dari kas dan setara kas sebesar Rp8,1 miliar. Selain itu, ia juga memiliki harta tanah dan bangunan di Sleman, Yogyakarta, dengan total Rp7,5 miliar. Di sisi lain, Pratikno masih memiliki utang sebesar Rp1,2 miliar.
Peran Pratikno dalam Pemerintahan
Sebagai Menko PMK, Pratikno bertanggung jawab atas berbagai isu terkait pembangunan manusia dan kebudayaan. Ia dilantik pada 21 Oktober 2025, dan sejauh ini belum ada indikasi bahwa ia akan diganti.
Meski isu reshuffle kabinet terus beredar, Pratikno tetap menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan tugasnya. Ia juga tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai rencana perubahan kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo.
Dengan latar belakang yang kuat dan pengalaman yang matang, Pratikno tetap menjadi sosok penting dalam pemerintahan saat ini. Meski begitu, para pengamat tetap mengamati perkembangan terkini mengenai perubahan kabinet yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.











