"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Penjelasan Puslabfor Polri tentang Bercak Darah di Kamar Kematian Lula Lahfah

Penemuan Bercak Darah di Tempat Kejadian Perkara

Polisi menemukan bercak darah di sprei kasur dan tisu di kamar yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya Lula Lahfah. Hasil pemeriksaan dari Puslabfor Mabes Polri menunjukkan bahwa darah tersebut sudah lama dan mengering. Dari analisis, ditemukan bahwa bercak darah tersebut bukan disebabkan oleh kekerasan, melainkan kemungkinan besar berasal dari darah menstruasi korban.

Dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri KP Irfan Rofik menjelaskan bahwa karakteristik bercak darah yang ditemukan tidak menunjukkan ciri-ciri luka baru. “Jadi kemungkinan saudari LL ini dia datang bulan atau menstruasi,” ujarnya.

Selain itu, polisi juga menemukan DNA sentuh Lula Lahfah di tabung gas pink yang sudah kosong dan berada di kamar asisten Lula. Namun, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan karena tidak dilakukan autopsi. Akibatnya, proses penyidikan dinyatakan selesai.

Kesaksian Asisten Rumah Tangga

Kesaksian dari asisten rumah tangga (ART) mengungkap rangkaian peristiwa sebelum Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sore.

Menurut keterangan polisi, ART Lula Lahfah mengaku sempat mendengar suara erangan dari dalam kamar korban pada Jumat dini hari, beberapa jam sebelum Lula ditemukan tak bernyawa. Sejak suara tersebut terdengar, Lula diketahui tidak lagi keluar dari kamarnya hingga pintu dibuka paksa pada sore hari.

Peristiwa bermula pada Kamis (22/1/2026) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, saat Lula Lahfah pulang ke apartemennya dan langsung masuk ke kamar. Beberapa jam berselang, tepatnya sekitar pukul 02.00 WIB, ART mendengar suara erangan dari dalam kamar Lula.

Lula Lahfah memiliki riwayat penyakit batu ginjal dan asam lambung akut. Pagi harinya, sekitar pukul 09.00 WIB, ART mencoba mengetuk pintu kamar korban. Namun, tidak ada jawaban dari dalam. Hingga sore hari, Lula juga tak kunjung keluar kamar, membuat ART merasa khawatir.

Akhirnya, ART menghubungi pihak keluarga serta pengelola apartemen. Dengan persetujuan pihak terkait, pintu kamar Lula dibuka secara paksa. Sekitar pukul 17.50 WIB, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidurnya. Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. Pintu kamar diketahui terkunci dari dalam.

Proses Penyidikan dan Pemeriksaan Saksi

Polisi memastikan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Belum diketahui penyebab pasti kematian korban. Namun, dari pemeriksaan luar oleh dokter RS Fatmawati, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan,” jelas Kombes Budi Hermanto.

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian Lula Lahfah. Langkah ini dilakukan guna menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk kekasih korban, Reza Arap Oktovian, yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Senin (26/1/2026). Selain Reza Arap, polisi turut memanggil ART, petugas keamanan, sopir, serta sejumlah sahabat dekat Lula Lahfah yang sempat berada di lokasi kejadian.

Penyidik gabungan dari Polsek Kebayoran Baru dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan juga tengah menganalisis rekaman CCTV untuk menyusun kronologi lengkap aktivitas Lula sebelum meninggal dunia. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, mengatakan analisis CCTV dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang berinteraksi dengan korban dan mengurutkan waktu kejadian secara detail.

Keberadaan Reza Arap

Musisi dan penyanyi Reza Arap disebut bersama Lula Lahfah sebelum selebgram itu ditemukan meninggal. Lula Lahfah meninggal dunia di kamar apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026) pukul 18.44 WIB. Sebelum meninggal dunia, Lula Lahfah disebutkan selalu bersama Reza Arap.

Saat kematian Lula Lahfah, keberadaan Reza Arap menjadi misteri. Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menyatakan, pihaknya telah memanggil Reza Arap untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus kematian Lula Lahfah. Reza Arap dimintai keterangan setelah diduga ada di lokasi kejadian saat Lula Lahfah meregang nyawa.

“Dugaan pacarnya (Reza Arap ada di TKP) berdasarkan keterangan saksi lain,” kata Iskandarsyah di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (26/1/2026).

Selama pemeriksaan, Reza Arap disebut bersikap kooperatif. Personel Weird Genius ini dijadwalkan segera menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Barang Bukti dan Pemeriksaan Laboratorium

Untuk mengungkap penyebab meninggal Lula Lahfah, sejauh ini polisi telah memeriksa enam saksi yang berada di lokasi kejadian serta pihak rumah sakit. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, seperti rekaman CCTV, dan sedang menjalani uji laboratorium forensik.

Saat disinggung dugaan penggunaan narkoba sebelum Lula Lahfah meninggal, Iskandarsyah belum mau berspekulasi. “Sampai saat ini masih didalami semuanya,” katanya.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *