"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kondisi Lucky Widja Sebelum Meninggal, Sesak Napas Diduga Akibat Keterlambatan Cuci Darah

Kondisi Kesehatan Vokalis Element, Lucky Widja

Kondisi kesehatan vokalis band Element, Lucky Widja, mengalami penurunan drastis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Sahabat karibnya, Ferdy Tahier, mengungkap bahwa Lucky Widja telah lama berjuang melawan penyakit tuberkulosis (TB) ginjal. Penyakit serius ini diketahui telah diidap oleh pelantun lagu “Rahasia Hati” selama kurang lebih dua tahun terakhir.

“Sudah dua tahun ini ginjalnya memang bermasalah,” jelas Ferdy, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (26/1/2026). Namun, dalam beberapa pekan belakangan, kondisi fisik Lucky menunjukkan tanda-tanda yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu keluhan yang sering disampaikan mendiang kepada rekan-rekan bandnya adalah rasa sesak napas.

Gejala sesak napas ini mulai terlihat sangat jelas saat para personel Element berkumpul pada momen malam pergantian tahun baru. Ferdy Tahier mengenang saat itu Lucky tampak kesulitan bernapas meskipun tidak sedang melakukan aktivitas yang berat. “Pas kemarin kita terakhir tuh pas tahun baru. Nah, dia itu nyesek gitu,” tandasnya.

Ferdy bahkan sempat menanyakan langsung kepada Lucky mengenai perubahan kondisi pernapasannya yang mendadak memburuk. Lucky Widja mengaku dirinya pun merasa bingung dengan kondisi tubuhnya yang kian melemah. Mendiang sempat mengutarakan bahwa rasa sesak di dadanya membuatnya merasa sangat tidak nyaman dalam beraktivitas.

Memasuki akhir pekan terakhirnya, Lucky seharusnya dijadwalkan untuk menjalani prosedur rutin cuci darah pada hari Jumat. “Jadi Lucky itu harusnya dia dicuci darah hari Jumat, dia ngedrop akhirnya mundur ke Sabtu. Sabtu penuh,” tutur Ferdy. Sayangnya, kondisi tubuh Lucky saat itu sangat tidak stabil sehingga jadwal tindakan medis tersebut harus ditunda. Penundaan jadwal cuci darah ini diduga memicu komplikasi yang lebih berat pada sistem organ tubuh mendiang.

Ketika akhirnya dilarikan ke IGD pada hari Minggu, (25/1/2026), tim medis mendapati bahwa masalah ginjal Lucky sudah merembet ke jantung. Kondisi organ jantung yang tertekan inilah yang diduga menjadi pemicu sesak napas yang dirasakan Lucky. Baru di hari Minggu, Lucky melakukan cuci darah sejak pukul dua siang. “Akhirnya dia masih bisa sampai hari Minggu. Tadi masuk IGD, dia dipompa dari jam dua sih. Tapi ya ininya, dari ginjalnya udah naik ke jantung,” kata Ferdy bercerita.

Curhat Lucky Soal Penyakit Tuberkulosis Ginjal

Rupanya, sebelum wafat, Lucky sudah bergelut dengan penyakitnya cukup lama. Curhatan lawasnya pada sahabat sekaligus rekan manggungnya, Ferdy Tahier, kembali mencuat. Dalam obrolannya dengan Ferdy yang tayang di YouTube Ferdy Element tiga tahun silam, Lucky mengaku mengidap penyakit langka di mana mengganggu fungsi ginjalnya. “Jadi gue selama tahun 2022 kemarin sakit parah. Sakit parah,” tutur Lucky, dikutip Senin (26/1/2026).

“Jadi gue kena sakit agak aneh tuh namanya TB ginjal, tuberkulosis ginjal,” imbuhnya. Penyakit itu menyerang seluruh organ tubuh bagian bawahnya. “Dan juga tuberkulosis di seluruh bagian bawah badan, ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua tuh. Jadi semua saluran kencing yang ke bawah itu kena semua,” imbuh pemilik nama lengkap Lucky P Widjadiputra itu. “Gue iseng cek darah, coba cek fungsi ginjal ternyata ginjal gue udah stadium lima tuh kacaunya. Jadi tinggal 19 persen apa 20 persen,” selorohnya.

Lucky Widja menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Halim, Jakarta, Minggu (25/1/2026) malam di usia 49 tahun. Kabar kematian Lucky Widja kali pertama diketahui dari unggahan Ferdy Element. “Selamat jalan adik gue, partner gue di panggung. Lo sudah nggak sakit lagi sekarang, nggak butuh cuci darah lagi, nggak butuh oksigen lagi,” tulis Ferdy di akun @Ferdy_Tahier. Dalam postingan lain, Ferdy menambahkan, “Gw sendirian di panggung nyanyinya sekarang… semoga gw bisa ya nyanyi sendiri… semoga lo husnul khotimah ya Ki… sampai ketemu lagi kita ya brader.”

Rencananya, jenazah Lucky Widja akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Senin (26/1/2026) siang ini.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *