Perhatikan Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Kehamilan
Selama masa kehamilan, perhatian ibu hamil biasanya terfokus pada pemeriksaan kandungan, asupan nutrisi, serta perkembangan janin. Namun, satu hal yang sering kali luput diperhatikan adalah kesehatan gigi dan mulut. Padahal, masalah gigi selama kehamilan bukan hanya sekadar nyeri atau ketidaknyamanan, karena infeksi pada gigi dan gusi bisa memicu peradangan yang berdampak pada kondisi kehamilan.
Dr. Gorga Udjung, Sp.OG., seorang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, menegaskan bahwa pemeriksaan gigi merupakan bagian penting dari perawatan kehamilan yang tidak boleh diabaikan. Ia menyampaikan hal ini dalam acara Newborn & Breastfeeding Class Blackmores Lacta Well di Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026). Menurutnya, jika gigi mengalami masalah seperti berlubang, maka penting untuk segera diperiksa karena infeksi peradangan dari gigi bisa menyebar ke bagian tubuh lain.
Infeksi Gigi Bisa Berdampak pada Kehamilan
Menurut dr. Gorga, infeksi gigi dapat menjadi sumber peradangan yang memicu berbagai keluhan selama kehamilan. Peradangan ini tidak hanya terbatas di area mulut, tetapi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah. Hal ini membuat ibu hamil berisiko mengalami gangguan kehamilan yang tidak langsung dikaitkan dengan masalah gigi, seperti kontraksi ringan, kram perut, hingga munculnya flek.
Dalam praktiknya, dr. Gorga sering menemukan kasus ibu hamil dengan keluhan yang tidak kunjung membaik meski sudah diberikan obat. “Kadang-kadang pasien saya datang dengan kontraksi, sering flek, kram-kram terus. Kita kasih antikontraksi kok masih juga. Rupanya inflamasinya, radangnya dari gigi,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa gigi berlubang atau infeksi gusi yang tidak ditangani dapat menjadi sumber peradangan tersembunyi. Selama sumber infeksi tersebut masih ada, keluhan kehamilan pun berisiko terus berulang. Oleh sebab itu, ibu hamil disarankan untuk tidak menunda pemeriksaan gigi apabila mengalami nyeri, ngilu berkepanjangan, atau masalah gigi lainnya.
Trimester Kedua Waktu Terbaik untuk Pemeriksaan Gigi
Dr. Gorga juga menegaskan bahwa waktu pemeriksaan perlu diperhatikan demi kenyamanan dan keamanan ibu. Menurutnya, trimester kedua merupakan fase yang paling ideal untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi, karena kondisi tubuh ibu relatif lebih stabil dibandingkan trimester lainnya.
“Nah, kenapa trimester dua? Karena trimester satu mungkin masih mual, masih susah untuk makan, jadi enggak nyaman,” ujarnya.
Mengapa Bukan Trimester Pertama dan Ketiga?
Pada trimester pertama, ibu hamil umumnya masih beradaptasi dengan lonjakan hormon yang memicu mual dan muntah. Kondisi ini membuat pemeriksaan gigi mungkin terasa kurang nyaman. Sementara itu, pada trimester ketiga, ukuran perut yang semakin membesar dapat menimbulkan kendala saat pemeriksaan, terutama jika ibu harus duduk dalam waktu lama.
“Di trimester tiga juga begitu, karena sudah gede kehamilan, akan susah, takut kontraksi, posisi duduknya pemeriksaan juga nanti sudah mengganggu,” kata dr. Gorga.
Dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan dan risiko, pemeriksaan gigi di trimester kedua dinilai paling optimal untuk ibu hamil.
Jangan Tunda Pemeriksaan Jika Ada Keluhan
Dr. Gorga menegaskan bahwa pemeriksaan gigi sebaiknya tidak ditunda, terutama bila ibu hamil memiliki keluhan yang berpotensi menjadi sumber infeksi. “Jadi sebaiknya di trimester dua itu sudah mulai dicek juga,” tutupnya.
Dengan pemeriksaan gigi yang tepat waktu, risiko infeksi dan komplikasi kehamilan dapat ditekan. Perawatan kehamilan pun menjadi lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada janin, tetapi juga pada kesehatan ibu secara keseluruhan.











