"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Gelagat Lula Lahfah Sebelum Meninggal, Ayah Ungkap Kenangan Terakhir yang Tak Biasa

Lula Lahfah: Kehidupan yang Penuh Keceriaan di Balik Penderitaan Tersembunyi

Lula Lahfah, selebgram yang dikenal dengan keceriaannya di media sosial, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat setelah wafat secara mendadak. Kepergiannya yang tiba-tiba memicu banyak pertanyaan, terutama mengenai kondisi kesehatannya yang sebenarnya.

Penyakit yang Tidak Pernah Diceritakan kepada Orang Tua

Sosok Lula yang selalu ceria di hadapan publik ternyata menyimpan penderitaan serius yang nyaris tak diketahui oleh orang tua. Ayahnya, Muhammad Feros, mengungkapkan bahwa putrinya telah lama berjuang melawan penyakit lambung akut (GERD) disertai pembengkakan usus. Namun, kondisi tersebut tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada keluarga.

Feros menjelaskan bahwa Lula lebih memilih untuk bercerita kepada teman-temannya daripada kepada orang tuanya. “Dia ada pembengkakan di usus. Itu yang sering dikeluhkan, tapi tidak ke keluarga. Dia mengeluhnya sama teman-teman dekatnya, bilang sakit banget,” ujarnya dengan nada lirih.

Sikap Lula yang enggan merepotkan orang lain membuat keluarga tidak menyadari betapa berat kondisi yang ia alami. Bagi Feros, hal itu menjadi penyesalan terbesar yang kini tak bisa diulang.

Kenangan Terakhir Keluarga

Meski tidak memiliki firasat buruk, Feros mengenang satu peristiwa yang kini terasa berbeda. Sekitar sepekan sebelum meninggal dunia, Lula tiba-tiba mengajak keluarga besar untuk berkumpul dan makan bersama di rumah.

“Seminggu sebelum ini, dia mengajak kita makan-makan di rumah. Padahal tidak ada apa-apa. Saya tanya ada apa, dia cuma jawab, ‘Enggak ada apa-apa, cuma pengin makan saja’. Itu menjadi kenangan terakhir kami,” kenang Feros.

Momen sederhana tanpa perayaan itu kini menjadi ingatan terakhir yang tersisa bagi keluarga.

Detik-Detik Lula Ditemukan Meninggal di Apartemen

Kekhawatiran keluarga bermula ketika Lula yang biasanya aktif sejak pagi tak dapat dihubungi hingga siang hari. Merasa ada yang tidak beres, asisten rumah tangga bersama petugas keamanan apartemen akhirnya membuka paksa unit hunian Lula.

Di dalam apartemen itulah Lula ditemukan telah meninggal dunia. Bagi keluarga, Lula dikenal sebagai anak yang penuh perhatian dan peduli pada orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut tercermin dari banyaknya kerabat serta rekan artis yang hadir memberikan penghormatan terakhir.

“Alhamdulillah, banyak yang peduli. Dia memang anak yang sangat baik kepada orang tua dan teman-temannya,” tutup Feros.

Kronologi Lengkap Kematian Lula Lahfah

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh asisten rumah tangga (ART) korban yang bernama Asiah. Pada Jumat sore, Asiah merasa ada yang tidak beres karena Lula Lahfah tak kunjung keluar dari kamarnya.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, Asiah sempat mencoba memanggil dan membuka pintu kamar, namun tidak ada respons sama sekali. “Asiah curiga karena pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam dan Lula tidak juga keluar kamar,” ujar Murodih dalam keterangan tertulis.

Karena merasa khawatir korban dalam kondisi sakit, Asiah kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka paksa pintu kamar tersebut. Sekitar pukul 18.00 WIB, pintu kamar berhasil dibuka oleh pihak pengelola. Saat itulah, Lula ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi terlentang di atas kasur dan berselimut.

Lula Lahfah ditemukan masih mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menjelaskan kronologinya. “Ternyata almarhum sudah kondisi terlentang silang dan kondisi mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan cek denyut nadi, detak jantung udah tidak berjalan,” kata Murodin, Sabtu (24/1/2026).

Setelah melihat kondisi tersebut, Asiah segera menghubungi asisten pribadi Lula, Cindy Azzahra Putri, yang saat itu sedang berada di luar apartemen. “Dia ditelpon Mbak Asiah sekitar pukul 17.30 WIB dan bilang, ‘Cin.. Cin.. kak Lula udah enggak ada napas’,” jelas Murodih menirukan percakapan saksi.

Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan segera tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 20.20 WIB. Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi memberikan beberapa poin penting terkait penyebab kematian sang influencer.

Tim identifikasi tidak menemukan adanya bekas penganiayaan atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di dalam kamar, polisi menemukan sejumlah obat-obatan. Selain obat, ditemukan pula surat keterangan rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). Sebelumnya, dokter pribadi Lula juga sempat datang ke lokasi pada pukul 19.23 WIB untuk memastikan kondisi jenazah sebelum akhirnya ditangani oleh pihak berwajib.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *