"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Krisis Piala Dunia 2026: Negara yang Boyot AS Jadi Tuan Rumah Usai Invasi Greenland

Isu Boikot Amerika Serikat dalam Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026, yang akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli, akan dihelat oleh tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, beberapa negara peserta mengeluarkan seruan boikot terhadap AS sebagai tuan rumah. Hal ini disebabkan oleh kebijakan politik Presiden Donald Trump yang dinilai tidak ramah terhadap banyak negara.

Kebijakan Politik Trump yang Mengundang Kontroversi

Beberapa kebijakan Trump yang menjadi sorotan antara lain pencabutan izin visa bagi 75 negara, rencana invasi militer ke Greenland, serta wacana pajak impor sebesar 10 persen pada barang-barang dari delapan negara Eropa. Kebijakan-kebijakan ini dinilai memicu ketegangan diplomatis dengan negara-negara tersebut.

Invasi Militer ke Greenland

Donald Trump baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk melakukan invasi militer ke Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark. Tujuan dari aksi ini adalah untuk mengantisipasi ancaman dari Rusia dan Tiongkok. Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif tambahan kepada negara-negara yang menghalangi rencananya mengambil alih Greenland, termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis.

Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa tarif 10 persen akan diberlakukan mulai Februari 2026, dan meningkat menjadi 25 persen pada Juni 2026 jika kesepakatan belum tercapai. Ia menulis:

“Kami telah mensubsidi Denmark, dan semua negara Uni Eropa, dan negara-negara lain, selama bertahun-tahun dengan tidak mengenakan tarif kepada mereka, atau bentuk remunerasi lainnya. Sekarang, setelah berabad-abad, saatnya bagi Denmark untuk mengembalikannya, Perdamaian Dunia dipertaruhkan!”

Trump juga menyatakan bahwa Cina dan Rusia ingin menguasai Greenland, dan Denmark tidak mampu mencegah hal itu. Menurutnya, hanya AS di bawah kepemimpinan Trump yang dapat menangani situasi ini dengan sukses.

Tanggapan Pemerintah Jerman

Meski mendukung langkah boikot, pemerintah Jerman menegaskan bahwa mereka tidak akan campur tangan dalam keputusan partisipasi tim nasional Jerman di Piala Dunia 2026. Pemerintah federal menghormati otonomi olahraga, dan keputusan tentang partisipasi atau kemungkinan boikot sepenuhnya merupakan tanggung jawab federasi olahraga terkait.

Christian Schenderlein, Sekretaris Negara untuk Olahraga, menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah kewenangan politisi, melainkan tanggung jawab asosiasi sepak bola Jerman (DFB).

Pencabutan Izin Visa bagi 75 Negara

Kebijakan Trump yang mencabut izin visa bagi 75 negara berdampak besar terhadap status AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Beberapa pihak bahkan menyarankan agar AS dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah bersama turnamen tersebut.

Beberapa negara yang terdampak antara lain Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Yordania, Maroko, Tunisia, dan Uruguay. Pembekuan visa imigran ini akan mulai diberlakukan pada 21 Januari 2026.

Tanggapan dari Departemen Luar Negeri AS

Pejabat Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa larangan visa tidak akan memengaruhi Piala Dunia. Menurut mereka, larangan hanya berlaku untuk visa imigran, dan tidak berlaku untuk visa non-imigran seperti turis, atlet, keluarga, serta profesional media.

Tommy Pigott, Wakil Juru Bicara Utama Departemen Luar Negeri AS, menjelaskan bahwa pembekuan visa dimaksudkan untuk mencegah masuknya warga negara asing yang ingin mengambil tunjangan kesejahteraan dan manfaat publik. Tujuannya adalah untuk “mengakhiri penyalahgunaan” sistem tersebut “oleh mereka yang ingin mengambil kekayaan dari rakyat Amerika” melalui tunjangan yang dibayarkan oleh wajib pajak AS.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *