"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Cuaca Ekstrem Tunda Evakuasi Korban Pesawat Jatuh di Jurang

Kondisi Cuaca Ekstrem Menghambat Proses Evakuasi Korban Pesawat di Gunung Bulusaraung

Kondisi cuaca yang ekstrem dan kabut tebal telah menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kaki Gunung Bulusaraung. Dalam situasi ini, satu korban telah ditemukan meninggal dunia di jurang sekitar lokasi kejadian.

Pesawat ATR 42-500 adalah pesawat turboprop regional yang dirancang untuk rute jarak pendek–menengah, terutama ke bandara kecil atau daerah terpencil. Jenis pesawat ini banyak digunakan oleh maskapai regional di berbagai negara, termasuk untuk penerbangan perintis dan rute antarpulau. Di Indonesia, tipe ATR (termasuk seri 42/72) populer karena cocok dengan kondisi geografis.

Pesawat tersebut membawa total 10 orang, yaitu 7 kru dan 3 penumpang. Salah satu korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adalah Pilot in Command Captain Andy Dahananto. Pesawat dengan registrasi PK-THT sempat terbang di luar jalur yang ditentukan sebelum hilang kontak pada Sabtu (17/1/2025) siang.

Pesawat itu lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada pagi hari pukul 08.08 WIB menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Sehari setelah kejadian, Tim SAR Gabungan menemukan satu korban di lereng Gunung Bulusaraung.

Gunung Bulusaraung merupakan bagian dari kawasan karst Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) di Sulawesi Selatan. Lokasinya berada di kawasan karst Maros–Pangkep, dengan ketinggian sekitar 1.353 mdpl.

Upaya Evakuasi yang Terkendala Medan dan Cuaca

Kabar penemuan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 dikonfirmasi oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko. Ia menjelaskan bahwa saat ini tim sedang berusaha mengevakuasi korban.

“Melalui komunikasi radio bahwa sudah ditemukan satu korban. Sekarang kita sedang berupaya mengevakuasi ke posko AJU Tompobulu,” katanya di posko Basarnas, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Namun, kondisi medan dan cuaca yang berkabut di lokasi ditemukannya korban menyulitkan tim SAR melakukan evakuasi. Meski begitu, medan tersebut dinilai tidak sesulit saat perjalanan ke posko AJU Tompobulu.

“Korban ditemukan di sebelah Utara dari puncak dari lokasi serpihan. Ini lokasinya di jurang,” ujar Mantan Pangdivif 3 Kostrad ini.

Diketahui, kondisi cuaca di Desa Tompo Bulu dan puncak Bulusaraung tidak menentu. Beberapa waktu lalu, cuaca cukup cerah berawan, namun tiba-tiba berubah mendung dan hujan. Laporan terakhir menyebutkan jarak pandang sangat minim akibat kabut tebal.

Penemuan Serpihan Pesawat ATR 42-500

Sementara itu, serpihan Pesawat ATR 42-500 lebih dulu ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian.

Tim SAR gabungan kini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai kondisi medan. Berikut kronologi penemuan serpihan pesawat:

  • Pukul 07.46 WITA: Serpihan jendela pesawat ditemukan.
  • Pukul 07.49 WITA: Bagian besar badan pesawat ditemukan.
  • Pukul 07.52 WITA: Informasi puncak lokasi pencarian sudah terbuka; tim menemukan badan dan ekor pesawat di lereng selatan.
  • Pukul 07.57 WITA: Search and Rescue Unit (SRU) 3 bergerak menuju Pos 2.
  • Pukul 08.02 WITA: SRU AJU menemukan serpihan besar, terpantau dari cafacal 13.
  • Pukul 08.11 WITA: Tim AJU melaporkan perlunya peralatan mountaineering/climbing untuk menjangkau lokasi serpihan.
  • Pukul 08.22 WITA: Tim Pasgat berjumlah enam orang melakukan air landed di puncak untuk menjangkau serpihan.
  • Pukul 08.35 WITA: Tim sudah berada di posisi ekor dan badan pesawat.
  • Pukul 10.10 WITA: Kondisi puncak diguyur hujan lebat, tertutup kabut, visibilitas hanya 5–10 meter.
  • Pukul 10.23 WITA: Tim AJU menginformasikan temuan serpihan tambahan dan sejumlah pakaian.
  • Pukul 10.34 WITA: Tim puncak melaporkan pengamatan triangulasi minim; kemungkinan serpihan besar berada di sisi utara, sementara sebagian besar pecahan berada di sisi selatan mengarah ke timur.

Daftar Penumpang dan Kru Pesawat

Pesawat ATR 42-500 yang dinyatakan hilang kontak pada Sabtu siang, mengangkut 10 orang yang terdiri dari 7 crew dan 3 penumpang. Para korban terdiri dari:

  • Capt Andy Dahananto
  • SIC FO M Farhan Gunawan
  • FOO Hariadi
  • EOB Restu Adi P
  • EOB Dwi Murdiono
  • Flight attendant Florencia Lolita
  • Flight attendant Esther Aprilitas
  • Deden dari KKP
  • Ferry dari KKP
  • Yoga dari KKP


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *