"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Saksi mata ceritakan detik-detik pesawat ATR jatuh di Gunung Bulusaraung: Api turun dari langit

Saksi Mata Detik-Detik Pesawat Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung

Seorang pendaki muda menjadi saksi langsung detik-detik pesawat ATR 42-500 jatuh dan diduga meledak di kawasan Gunung Bulusaraung. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (17/1/2026) siang, saat Rizki Syafaruddin (20) sedang mendaki bersama rekannya Muslimin.

Pengalaman Traumatis di Puncak Gunung

Rizki mengungkapkan bahwa keberadaannya di puncak gunung bukan untuk menyaksikan bencana, melainkan karena niat awalnya ingin melakukan aktivitas healing. Namun, perjalanan yang seharusnya menenangkan berubah menjadi pengalaman traumatis yang nyaris merenggut nyawa mereka.

Saat berada di puncak, Rizki mendengar suara pesawat dari kejauhan. Awalnya, ia mengira itu hanya lewat biasa. Namun, suara tersebut semakin dekat dan menggetarkan. Tak lama kemudian, Rizki melihat kilatan cahaya di udara yang diikuti api dan asap tebal.

“Ada suara pesawat dari jauh. Awalnya saya kira cuma lewat biasa. Tapi lama-lama mendekat suaranya, lalu seperti meledak. Ada api dan asap,” ujarnya.

Kondisi di puncak saat itu berkabut tebal dengan angin kencang, sehingga jarak pandang terbatas. Meskipun demikian, Rizki jelas melihat api berjatuhan dari langit.

“Pesawatnya tidak terlalu kelihatan, tapi apinya jelas. Saya yakin itu meledak. Jaraknya sekitar 50 sampai 100 meter dari kami,” katanya.

Bahaya Serpihan dan Api

Situasi semakin berbahaya ketika serpihan pesawat mulai berjatuhan di sekitar mereka. Rizki menyebut potongan fiber ringan hingga kertas-kertas beterbangan akibat hempasan angin. Keduanya nyaris menjadi korban ketika api dari ledakan terdorong angin ke arah mereka.

“Api itu seperti berhambur ke atas. Hampir kena temanku. Kami langsung sembunyi di balik batu, hampir terbakar,” kata Rizki.

Menurutnya, mereka mulai mendaki sejak pukul 10.00 Wita dan tiba di puncak sekitar pukul 12.00 Wita. Insiden ledakan diduga terjadi sekitar pukul 13.00 Wita.

Temuan Benda-Benda Asing

Setelah dentuman dan kobaran api mereda, Rizki memberanikan diri mengecek area sekitar puncak. Ia mendapati banyak kertas terbakar, potongan fiber pesawat, hingga benda-benda yang diduga kuat berasal dari dalam kabin pesawat.

Salah satu temuan yang paling diingat Rizki adalah emblem burung Garuda serta dokumen bergambar pesawat dan peta.

“Banyak kertas berhamburan. Ada peta, ada gambar pesawat, ada juga logo Garuda. Dua lembar kertas kami bawa turun ke basecamp,” jelasnya.

Menurut Rizki, serpihan-serpihan tersebut juga tersebar di jalur pendakian, namun sebagian besar tidak ia sentuh.

Kesadaran tentang Tragedi

Rizki mengungkapkan, pada awalnya ia dan Muslimin sempat menganggap kejadian tersebut seperti mimpi. Bahkan dalam rekaman video yang kemudian viral di media sosial, Rizki sempat melontarkan candaan bahwa yang mereka lihat adalah pesawat jatuh.

Kenyataan pahit baru mereka sadari setelah tiba di basecamp pendakian dan mendapat informasi bahwa pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport benar-benar hilang kontak dan jatuh di Gunung Bulusaraung.

“Temanku bilang rasanya kayak mimpi, tidak percaya kalau itu pesawat jatuh sungguhan,” ujar Rizki.

Video Viral dan Petunjuk Awal

Video yang direkam Rizki dari puncak Gunung Bulusaraung kini viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan api, serpihan, serta kondisi puncak gunung sesaat setelah insiden, dan menjadi salah satu petunjuk awal bagi tim SAR gabungan.

Hingga Minggu (18/1/2026), Basarnas bersama tim evakuasi gabungan masih terus melakukan pencarian dan upaya penelusuran lokasi jatuhnya pesawat yang diketahui disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sementara itu, kisah Rizki menjadi saksi hidup betapa tipisnya batas antara rencana sederhana dan tragedi besar yang datang tanpa peringatan.

Daftar Kru dan Penumpang Pesawat

Berikut daftar kru dan penumpang pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak:

Kru Pesawat:
1. Pilot: Capt. Andy Dahananto

2. Kopilot: Farhan

3. FOO: Hariadi

4. Engineer 1: Restu Adi

5. Engineer 2: Dwi Murdiono

6. Pramugari 1: Florencia Lolita

7. Pramugari 2: Esther Aprilita

Penumpang (Pegawai KKP):
– Ferry Irrawan

– Deden Mulyana

– Yoga Nauval

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui tengah melaksanakan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Kontak dengan pesawat dilaporkan hilang saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu siang.

Hingga kini, penyebab hilangnya kontak pesawat masih belum diketahui. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya terus melakukan pencarian baik melalui jalur udara maupun darat.

Pihak Indonesia Air Transport menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan instansi terkait untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi. Sementara itu, keluarga kru dan penumpang telah mendapatkan pendampingan dari pihak maskapai dan pemerintah terkait.

Perkembangan terbaru mengenai pencarian pesawat ATR 42-500 tersebut akan terus disampaikan kepada publik sesuai dengan informasi resmi yang diterima.


Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *