Putra dari Cak Nun, Sabrang Mowo Damar Panuluh yang juga dikenal dengan nama Noe Letto, dilantik sebagai tenaga ahli di Dewan Pertahanan Nasional (DPN).

Berikut adalah beberapa tugas yang akan diemban oleh Sabrang. Tidak hanya dirinya saja, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedddin juga melantik 11 orang lainnya. “Sabrang Mowo Damar Panuluh merupakan salah satu dari 12 tenaga ahli yang dilantik dan menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional,” ujar Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kepada Kompas.com, Minggu, 18 Januari 2026.
Tugas dari Noe Letto adalah memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPN. Menurut Rico, bidang keahlian yang difokuskan adalah pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis, guna memperkaya kajian DPN.
Dia menjelaskan bahwa “Tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku, untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan Dewan, termasuk Menteri Pertahanan.”
Sementara itu, menurut Sjafrie Sjamsoeddin sendiri, pelantikan ke-12 tenaga ahli DPN ini merupakan langkah untuk memperkuat fondasi kebijakan negara yang adaptif, berbasis analisis mendalam dan berorientasi jangka panjang. “Dengan integritas, keahlian, dan perspektif kebangsaan yang kuat para tenaga ahli diharapkan menjadi intellectual backbone dalam merumuskan arah pertahanan nasional yang kokoh, mandiri dan relevan dengan dinamika lingkungan strategis global,” tulisnya di akun Instagramnya.
Dewan Pertahanan Nasional (DPN) adalah lembaga nonstruktural yang dipimpin oleh Presiden. DPN memiliki tugas memberikan pertimbangan dan merumuskan solusi kebijakan dalam rangka penetapan kebijakan strategis di bidang pertahanan nasional, yang mencakup kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, DPN menyelenggarakan fungsi:
* penyusunan kebijakan terpadu pertahanan negara, sebagai pedoman kementerian/lembaga dan masyarakat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk mendukung penyelenggaraan pertahanan negara;
* penyusunan kebijakan terpadu pengerahan komponen pertahanan negara dalam rangka mobilisasi dan demobilisasi;
* penilaian risiko kebijakan pertahanan negara;
* perumusan solusi kebijakan terkait geostrategi, geopolitik, dan geoekonomi terhadap penyelarasan kebijakan strategis dan program prioritas di bidang pertahanan nasional;
* pelaksanaan administrasi DPN; dan
* pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Presiden.
Profil Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto
Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto akan mengisi kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, serta Geostrategi. Ketiga bidang ini berhubungan dengan kajian global. Seperti geoekonomi yang mengkaji perekonomian global, geopolitik yang mengkaji peta politik dunia dan hubungan antarnegara yang berdampak pada kepentingan Indonesia. Serta geostrategi, bagaimana nantinya ia ikut merumuskan strategi jangka panjang terkait pertahanan dan keamanan negara berdasarkan kondisi geografis dan ancaman potensial.
Sabrang adalah pentolan band Letto. Dia juga putra dari intelektual muslim dan penulis Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun. Noe adalah lulusan sebuah universitas di Kanada. Pendidikan Noe dimulai dari Lampung lalu ke Yogyakarta hingga ke Kanada. Sabrang alias Noe adalah putra pertama Cak Nun dengan istri pertamanya, Neneng Suryaningsih.
Setelah lulus SMP di Lampung, Noe kembali ke Yogyakarta dan meneruskan sekolah di SMA 7 Yogyakarta. Musik sendiri sudah dia kenal sejak bangku SMP. Pada tahun 1997, Noe melanjutkan kuliah di perguruan tinggi Universitas Alberta, Kanada. Jurusan yang dia ambil dua sekaligus: matematika dan fisika.
Kenapa dia mengambil dua kuliah itu, Noe menjelaskan bahwa dia tak suka hapalan. “Karena sekali belajar matematika itu sekali paham. Sampai mati enggak berubah, enggak perlu ngapal apa-apa juga. Fisika (juga) kurang lebih seperti itu,” ucap Noe.
Noe lulus dari Universitas Alberta dengan gelar Bachelor of Science With Honors (B.Sc.). Bachelor of Science With Honors, berbeda dengan jenjang S1 pada umumnya. Kurikulum kuliahnya lebih berat dan mahasiswa dipersiapkan menjadi peneliti atau ilmuwan. Sehingga lulusannya lebih cepat masuk S2 dan S3.
Namanya mulai dikenal sebagai membentuk band Letto bersama rekan-rekan SMA-nya. Noe sebagai vokalis, sementara kawannya yaitu Patub sebagai gitaris, Arian sebagai basis, dan Dhedot sebagai drummer. Letto memulai debut kariernya sebagai band pada tahun 2004, dan pada tahun 2005 mereka meluncurkan album Truth, Cry, and Lie dengan lima singel. Lagunya banyak yang hits, seperti Sampai Nanti, Sampai Mati, Sandaran Hati, Sebenarnya Cinta, sampai lagu berjudul Sandaran Hati.
Pada tahun 2016 Letto menambah 2 personel yaitu Cornel sebagai gitaris, dan Widi sebagai keyboardis setelah keduanya menjadi additional player untuk Letto. Selain di dunia musik, pria kelahiran 1979 ini juga mendirikan Pic[k]Lock Productions yang memproduksi film-film berkualitas seperti Minggu Pagi di Victoria Park dan Guru Bangsa Tjokroaminoto.











