"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pramono Tidak Ingin Hancurkan Warisan Anies Baswedan

Pemprov DKI Jakarta Berencana Membangun Ulang JPO Sarinah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang merancang pembangunan ulang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan MH Thamrin, tepat di depan Mal Sarinah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa rencana ini sudah ada sejak lama, meskipun ia baru saja menjabat sebagai Gubernur pada awal tahun 2025.

Pramono menegaskan bahwa keberadaan JPO tersebut tidak akan menghilangkan pelican crossing yang sudah ada. Ia menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan warisan dari era Gubernur DKI sebelumnya, Anies Baswedan, yang dulu memutuskan untuk membongkar JPO dan menggantinya dengan pelican crossing sebagai upaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki, termasuk difabel.

Kedua Fasilitas Akan Dioperasikan Bersamaan

Menurut Pramono, baik JPO maupun pelican crossing akan beroperasi secara bersamaan. Hal ini dimaksudkan agar pejalan kaki memiliki lebih banyak pilihan akses menyeberang dengan aman. Ia juga menyatakan bahwa JPO akan menjadi alternatif terutama bagi difabel, sehingga memberikan keleluasaan dalam perjalanan.

“Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat, kelompok pejalan kaki menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah. Jalan kaki di bawahkan tetap dibuka kemudian di atas sebagai alternatif pilihan,” ujar Pramono saat berbicara di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kritik dari Koalisi Pejalan Kaki

Namun, Koalisi Pejalan Kaki mengkritik rencana pembangunan JPO Sarinah. Mereka menilai kebijakan ini justru mundur dari prinsip kota yang menempatkan pejalan kaki sebagai prioritas utama. Sebelumnya, Anies Baswedan memutuskan untuk menutup JPO Sarinah pada 2022 dengan alasan estetika kota, sehingga pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bersejarah tidak terhalang.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI membangun pelican crossing yang dinilai lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, dan ibu hamil. Namun, keputusan untuk membangun kembali JPO di masa kepemimpinan Pramono dianggap oleh Koalisi Pejalan Kaki sebagai paradoks dalam penataan kota.

Pelican Crossing Era Anies Baswedan

Tujuh tahun lalu, di awal kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia melakukan perubahan besar dalam landscape pedesterian. Salah satu langkahnya adalah membongkar JPO di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan KH Thamrin. Anies menggantinya dengan pelican crossing yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki, terutama bagi difabel.

Pada Senin (30/7/2018), Anies meninjau langsung pelican crossing di depan Hotel Pullman Jakarta Pusat. Ia menyampaikan harapan agar para pengendara kendaraan bermotor dapat sadar adanya pejalan kaki yang menggunakan fasilitas tersebut.

“Pengemudi kendaraan bermotor harus sadar kini ada penyeberangan, makanya perlu pembiasaan bagi masyarakat yang berjalan kaki ataupun menggunakan kursi roda,” katanya.

Pelican crossing hanya digunakan hingga jalan bawah tanah (underpass) untuk MRT selesai dikerjakan Maret 2019. Anies berencana membuat pelican crossing juga di depan Gedung Bank Indonesia (BI) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Keberadaan Petugas Dishub

Dari pantauan Warta Kota, empat petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) terlihat berjaga dan membantu masyarakat yang ingin menyebrang. Mereka menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan bagi pejalan kaki.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *