Balita yang Menangis di Makam Ibu Kandungnya Viral di Media Sosial
Seorang balita berusia sekitar 3-4 tahun menjadi sorotan setelah video tangisannya di atas makam ibu kandungnya menyebar luas di media sosial. Video tersebut mengundang simpati dari banyak warganet, karena kesedihan yang terlihat jelas dalam tindakannya.
Balita tersebut bernama Krishatta dan berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini, ia hidup sebatang kara setelah ibunya meninggal dunia di Kota Ternate, Maluku Utara. Sebelum meninggal, Krishatta sempat menemani ibunya yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Chasan Boesoirie, Kota Ternate selama kurang lebih tiga hari.
Kesedihan Krishatta saat menangisi makam sang ibu terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat terus menangis di atas pusara ibunya, menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam. Tangisan itu menggambarkan perasaan kehilangan terhadap sosok ibu yang selama ini menemani perantauannya.
Setelah kepergian ibunya, Krishatta tinggal sendirian di Ternate. Selama ini, ia hanya mendapatkan pendampingan dan perhatian dari tetangga kos almarhumah ibunya. Belakangan diketahui bahwa Krishatta dan ibunya Diana binti Neppong merupakan warga Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa.
Camat Tompobulu, Akbar Tola, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, Diana bersama anaknya yang dulu masih berusia dua tahun pergi merantau ke Ternate. “Ibu dari anak tersebut pamit ke keluarga untuk mencari pekerjaan. Bahkan sempat dikira akan berangkat ke Malaysia,” ujarnya.
Komunikasi antara ibu Krishatta dengan keluarga di kampung halaman terputus sudah cukup lama. Keluarga baru mengetahui keberadaan mereka setelah video kesedihan Krishatta viral di media sosial. Setelah itu, pihak berwenang mulai berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) untuk menjemput Krishatta dan mengasuhnya kembali di kampung halamannya.
Hukum Ziarah Kubur
Dalam sebuah ceramah, Ustaz Abdul Somad menjelaskan tentang hukum ziarah kubur. Menurutnya, ziarah kubur diperbolehkan, tidak terbatas hanya pada waktu menjelang bulan Ramadhan saja. “Kapan saja boleh. Mau menjelang puasa, sedang bulan puasa atau setelah bulan puasa, bebas saja,” ujarnya.
Namun, ada keterangan bahwa Rasulullah pernah melarang orang-orang untuk berziarah kubur. Alasannya, saat itu keimanan orang-orang masih lemah dan ditakutkan terjadinya kesalahpahaman. Namun, seiring berjalannya waktu, Nabi Muhammad SAW pun memperbolehkan orang-orang berziarah ke kuburan.
Berikut keterangan Rasulullah saw dalam Sunan Turmudzi no 973:
“Barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jum’at maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang ta’at dan berbakti kepada kedua orang tuanya.”
Adapun mengenai pahala haji yang disediakan oleh Allah swt kepada mereka yang menziarahi kubur orang tuanya, terdapat dalam kitab Al-maudhu’at berdasar pada hadits Ibn Umar ra. “Barang siapa berziarah ke makam bapak atau ibunya, paman atau bibinya, atau berziarah ke salah satu makam keluarganya, maka pahalanya adalah sebesar haji mabrur.”
Perlu diingat, saat ziarah kubur, peziarah harus mendoakan orang-orang yang berada di dalam kubur, bukan meminta doa atau pertolongan.
Bacaan Doa Ziarah Kubur
Berikut bacaan doa ziarah kubur sesuai ajaran Islam:
A’udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim. Alhamdullilahi robbil ‘alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa’imiin, hamdan yuwaafiini’amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa’adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim ‘ala sayyidina muhammad wa’ala alii sayyidina muhammad.
Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur’anil ‘adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina ‘atsayyidina muhammad sollallohu’alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi’ina waquroti a’ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu ‘alaihi wa sallam, wa ila jami’ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi’ina wal’ulamail ‘alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami’il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil ‘alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.
Summa ilaa jami’i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam’anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.
Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu wa akrim nujulahu wawasi’ madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa ‘aidhu min ‘adzabil qobri wa fitnatihi wa min ‘adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi ‘alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba’dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil ‘aalamiin.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











