Apa Itu Undan Paruh Totol?
Undan paruh totol atau spot-billed pelican (Pelecanus philippensis) merupakan jenis burung undan yang hidup di bagian tenggara Asia. Burung ini memiliki ciri khas berupa paruh bertotol yang unik dan kantong besar di bawahnya. Meski tidak banyak yang tahu, undan paruh totol termasuk hewan dilindungi di Indonesia. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang burung ini.
Undan Paruh Totol Hidup di Tenggara Asia
Undan paruh totol dulunya tersebar secara luas di Asia. Kini, spesies ini hanya terbatas di India, Sri Lanka, Kamboja, dan Thailand. Menurut laman Bird Life, kemungkinan ada populasi kecil yang berbiak di Pulau Sumatra, Indonesia. Habitat pilihan undan paruh totol berupa lahan basah. Burung ini dilindungi di Indonesia sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Ciri Khas Undan Paruh Totol Gak Cuma Ada di Paruhnya
Undan paruh totol merupakan jenis burung undan berukuran kecil. Panjangnya sekitar 1,2—1,5 meter dengan berat mencapai 6 kilogram. Rentang sayapnya mencapai lebar 3 meter. Sesuai namanya, undan paruh totol memiliki ciri khas paruh bertotol. Pola totol unik ini terlihat jelas pada paruh atas dan kantong paruhnya. Selain itu, bulu undan paruh totol berwarna abu-abuan, agak berbeda dari undan lain yang umumnya berwarna putih. Bulu di bagian belakang lehernya juga keriting sehingga membentuk jambul di tengkuk. Ekornya agak membulat dan berwarna kecokelatan.

Undan Paruh Totol Suka Bersarang dengan Burung Lain
Undan paruh totol merupakan burung air yang bersarang di dalam koloni. Ia bersarang di pohon akasia besar dekat lahan basah, biasanya pohon yang gundul atau mati. Sarang undan paruh totol terbuat dari ranting dan terletak antara 5—30 meter di atas tanah. Ia biasanya bersarang bersama burung air lain, paling sering dengan bangau lukis (Mycteria leucocephala). Dalam satu pohon bisa terdapat 15 pasang burung.
Menariknya, undan paruh totol merupakan salah satu dari tiga spesies burung undan yang bersarang di pohon. Ritual kawin dan pertunjukan bulu pada betina dilakukan sembari bertengger di pohon.

Undan Paruh Totol Gak Perlu Menyelam untuk Cari Makan
Undan paruh totol gemar mencari makan di perairan terbuka. Burung ini tidak menyelam untuk berburu. Ia sekadar berenang dan meluncur di permukaan lalu mencelupkan paruh panjangnya ke dalam air untuk menangkap ikan. Ikan yang tertangkap di dalam kantong dibiarkan cukup lama sampai air terperas habis dari kantong sebelum ditelan.
Undan paruh totol paling sering berburu sendirian atau dalam kelompok kecil. Menurut San Diego Zoo, sekelompok undan paruh totol kadang terlihat berbaris untuk menggiring ikan ke perairan dangkal. Gak seperti burung lainnya, undan paruh totol memangsa ikan yang tidak memiliki nilai komersial sehingga tidak perlu bersaing dengan nelayan.

Undan Paruh Totol Bisa Terbang Luncur Bak Burung Bangkai
Seperti undan pada umumnya, undan paruh totol memiliki gaya terbang yang khas. Saat di udara, undan ini menyandarkan paruh panjangnya di atas leher yang terlipat. Kepalanya pun disandarkan ke bahu. Spesies ini tergolong penerbang yang kuat. Ia cuma perlu mengepakkan sayap lebarnya sekali atau dua kali tiap detik. Untuk bisa terbang, undan paruh totol perlu bantuan angin. Kalau tidak ada angin, burung ini berlari dulu di atas air sambil mengepakkan sayap dan menjejak ke permukaan air untuk mendapatkan momentum terbang.
Undan paruh totol paling sering terlihat terbang dalam kelompok kecil untuk menuju tempat bertengger atau area makan. Burung ini terbang dalam formasi dengan kepakan sayap stabil. Di jam-jam terpanas, undan ini memanfaatkan kolom termal untuk meluncur jauh di udara tanpa mengepakkan sayap layaknya burung bangkai.

Undan Paruh Totol Hilang di Banyak Wilayah
Meski dulu tersebar luas dan berjumlah melimpah, kini undan paruh totol semakin langka. Menurut informasi dari laman Animal Diversity, undan paruh totol merupakan jenis undan yang memiliki jumlah individu dewasa paling sedikit, yakni berkisar 8.700—12.000. Jumlahnya pun terus mengalami penurunan. Dalam Daftar Merah IUCN, undan paruh totol termasuk spesies hampir terancam atau near threatened.
Banyak populasi undan paruh totol di Asia punah akibat gangguan manusia dan kerusakan habitat. Nama spesifik burung ini, Philippensis, merujuk pada negara Filipina, tempat pertama kali undan ini didokumentasikan pada 1790 lalu. Pada saat itu, populasinya sangat melimpah. Kini, undan paruh totol punah secara lokal di Filipina.
Undan paruh totol terancam oleh hilangnya habitat, penggundulan hutan, perburuan, hingga polusi pestisida. Penggundulan hutan sangat berdampak karena merusak tempat berbiaknya. Budidaya perikanan dan penangkapan ikan berlebihan oleh manusia juga mengganggu keseimbangan di habitat undan ini.

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











