Penemuan Mayat Perempuan Tanama Identitas di Saluran Air Bekasi
Pada hari Sabtu, 3 Januari 2026 sekitar pukul 05.30 WIB, warga di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di saluran air Jalan Caringin. Lokasi penemuan tersebut berada di RT 10 RW 02, yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) dari kejadian ini.
Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian dan celana berwarna hitam serta membawa tas berisi bekal nasi dan tempat minum. Hal ini menunjukkan bahwa korban mungkin sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja atau aktivitas harian lainnya. Namun, hingga saat ini, identitas korban belum dapat diketahui.
Seorang warga setempat, Andi (40), menyampaikan bahwa tidak ada yang mengenali korban. Ia memperkirakan bahwa korban berusia sekitar 50 tahun. “Dipastikan bukan warga sekitar, tidak ada yang kenal soalnya, tapi kira-kira perempuan usia 50 tahun itu,” ujar Andi di lokasi kejadian.
Andi juga mengungkapkan dugaan bahwa korban sempat berjalan kaki di sekitar lokasi sebelum ditemukan meninggal dunia. Dugaan ini didasarkan pada fakta bahwa korban membawa tas dan tempat minum, serta tidak ada tanda-tanda kendaraan bermotor di sekitar TKP. “Itu perempuan bawa nasi, tempat minum, seperti orang mau berangkat kerja gitu, dia pakai tas, diduga jalan kaki soalnya tidak ada motor di lokasi, bekas-bekas tabrakan apa tida ada. Hanya ada jasad di situ aja,” tambahnya.
Kronologi penemuan jasad tersebut dimulai ketika Andi melihat adanya keramaian warga di sekitar lokasi. Ia langsung mendekati untuk mengetahui penyebab keramaian tersebut. Saat sampai di TKP, petugas kepolisian tengah melakukan evakuasi terhadap jasad korban.
Polisi rampung melakukan evakuasi jasad sekira pukul 08.00 WIB ke RSUD Kota Bekasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Awalnya orang-orang pada teriak-teriak kan ya ada orang gitu, tapi posisinya kaki aja kelihatan, bagian kepala jasad di bawah, terus polisi datang langsung evakuasi,” paparnya.
Andi menegaskan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti kondisi tubuh jasad usai dievakuasi. Namun, kondisi awal ketika dievakuasi, jasad tersebut nampak mengenakan pakaian lengkap, seperti baju dan celana berwarna hitam, serta sandal. “Kalau ada luka ditubuh atau serupanya saya tidak tahu, itu polisi yang paham, tapi kondisinya pakai baju, celana, dan sandal,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak media masih berupaya mengkonfirmasi informasi lebih lanjut ke pihak Kepolisian.
Penemuan Mayat Laki-Laki di Bantaran Sungai Cimande
Selain kejadian di Bekasi, beberapa waktu lalu juga terjadi penemuan mayat laki-laki di bantaran Sungai Cimande, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Video penemuan mayat tersebut sempat beredar viral di media sosial.
Dalam video tersebut, mayat laki-laki ditemukan dalam keadaan tak bernyawa terbaring terbujur kaku dengan baju compang camping. Sekujur tubuhnya mengalami luka tusukan. Terlihat juga seseorang yang diduga temannya tampak panik sambil menelpon seseorang untuk meminta bantuan pertolongan.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, menyatakan bahwa pria yang bersimbah darah tersebut berinisial R, warga Kecamatan Rancaekek. Kejadian ini terjadi pada Senin, 22 Desember 2025 sore.
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung mendatangi TKP. Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. “Jadi menindaklanjuti temuan seorang laki-laki yang bersimbah darah, kami dari Satreskrim, tim Inafis Polresta Bandung, dan Polsek Rancaekek telah melakukan olah TKP,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa, 23 Desember 2025.
Luthfi mengungkapkan bahwa saat dilakukan olah TKP, pihaknya menemukan bahwa luka-luka disebabkan karena adanya tusukan benda tajam. Sehingga, korban meninggal ditempat saat kejadian berlangsung. “Kami menemukan terdapat beberapa luka tusuk yang ada di area dada dan juga di paha. Yang mungkin menyebabkan korban meninggal dunia,” katanya.
Lebih lanjut, kata Luthfi, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi yang ada di tempat kejadian. “Dari informasi saksi-saksi, korban sebelumnya telah melihat suatu acara hiburan. Kemudian tiba-tiba pelaku menghampiri dan langsung melakukan penusukan ke arah dada,” ucapnya.
Meskipun begitu, Luthfi belum bisa menjelaskan lebih detail mengenai kasus itu. Sebab, untuk saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami juga akan terus mengejar dan melakukan penangkapan kepada pelaku. Motif, nanti akan kami sampaikan pada saat pelaku sudah dilakukan penangkapan,” ujarnya.











