"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Misteri Terungkap, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Anak Tokoh PKS di Cilegon

Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Anak Petinggi PKS di Cilegon

Polisi berhasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus tewasnya anak seorang petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Cilegon, Banten. Penangkapan tersebut terjadi setelah penyidik Polda Banten melakukan penyelidikan intensif mengenai motif dan kronologi kejadian.

Momen Penangkapan yang Terekam Video

Video penangkapan terduga pelaku telah tayang di YouTube KompasTV. Dalam rekaman tersebut, terduga pelaku terlihat dibawa oleh petugas kepolisian saat hujan turun. Tangannya diborgol ke belakang, sementara sejumlah polisi mengawalnya di atas kendaraan dinas. Meski belum diketahui secara pasti identitas pelaku, momen ini menjadi bukti bahwa penyidik sedang berupaya keras untuk mengungkap fakta di balik kasus ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami keterangan dari terduga pelaku guna mengungkap rangkaian peristiwa dan motif di balik kasus ini.

Kejadian Awal: Korban Ditemukan dalam Kondisi Parah

Sebelum penangkapan, korban berinisial MAHM ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Cilegon pada 16 Desember 2025. Saat ditemukan, korban mengalami luka akibat benda tajam. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan hebat.

Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama mengungkapkan bahwa proses penyelidikan sempat terkendala sejumlah faktor. Salah satunya, kamera pengawas di lokasi kejadian diketahui tidak aktif sejak 2023. Selain itu, tidak adanya penjagaan keamanan selama 24 jam serta kondisi hujan lebat sebelum dan sesudah kejadian turut menyulitkan pengumpulan bukti. Polisi bahkan sempat menurunkan unit anjing pelacak untuk membantu penyelidikan di tempat kejadian perkara.

Dugaan Motif dan Analisis Kriminolog

Dari cara pelaku melancarkan aksinya, kriminolog Haniva Hasna menilai kejahatan tersebut termasuk dalam kategori victim oriented crime. Menurutnya, korban kemungkinan bukan sasaran utama, melainkan pihak yang dijadikan pelampiasan emosi pelaku.

“Yang dituju adalah pelampiasan emosi. Pelaku menunjukkan kemarahan yang luar biasa kepada korban sesungguhnya, tetapi melampiaskannya dengan menyakiti korban lain,” ujar Haniva, dikutip dari KompasTV, Senin (29/12/2025).

Haniva menambahkan, tingkat kekerasan yang dialami korban menunjukkan muatan emosi yang sangat kuat. Hal tersebut mengindikasikan adanya hubungan personal antara pelaku dengan korban atau keluarga korban. Ia menduga, pelaku sengaja melakukan kekerasan brutal untuk menghancurkan pihak yang menjadi sasaran emosinya dengan cara menyakiti orang yang paling dicintai korban utama. Karena itu, MAHM disebut sebagai korban sekunder dalam peristiwa tragis ini.

Meski demikian, Haniva tidak menutup kemungkinan aksi tersebut dilakukan secara impulsif. Menurutnya, kekerasan ekstrem kerap dipicu konflik lama atau luka batin yang tidak terselesaikan, sehingga tindakan pelaku belum tentu direncanakan secara matang.

Pemeriksaan Saksi dan Proses Penyelidikan

Polisi telah memeriksa 18 saksi dalam kasus tewasnya MAHM. Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Utama, mengungkapkan ke-18 saksi tersebut juga ada yang merupakan keluarga korban, termasuk ayah MAHM, Maman Suherman.

“Untuk perkembangan sekarang adanya penambahan saksi yang kita periksa. Total saksi yang kita periksa ada 18 orang, baik dari pihak keluarga dan non keluarga,” jelas Yoga, Sabtu (27/2/2025).

“Sejauh ini untuk pemeriksaan kami melakukan perluasan, baik siapapun yang terlibat di keluarga, kenalan keluarga korban, baik yang tinggal di rumah tersebut kita juga lakukan pemeriksaan,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolda Banten, Irjen Hengki, tak banyak bicara mengenai perkembangan kasus tewasnya MAHM. Ia hanya mengatakan saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan. Hengki juga menyebut penyelidikan dipimpin langsung oleh Dirkrimum Polda Banten.

Luka yang Dialami Korban

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan mengungkapkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan MAHM mengalami total 22 luka di tubuhnya. Luka tersebut terdiri dari 19 luka tusuk akibat senjata tajam dan tiga luka memar akibat benda tumpul. Akibat luka-luka tersebut, korban mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan kematian.

Hingga kini, polisi masih mencari barang bukti berupa senjata yang digunakan pelaku.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *