Kenangan yang Terpahat: Kehidupan dan Kepergian Evia Maria Mangolo
Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima), meninggal secara tak wajar di tempat kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan para guru yang pernah mengajar serta merawatnya. Di tengah kesedihan, kenangan akan kebaikan dan semangat hidup Evia terus teringat.
Seorang Murid yang Disayangi oleh Guru dan Keluarga
Sofia Lontolawa, ibu dari Evia, mengungkapkan bahwa putrinya sangat disayangi oleh seluruh guru-guru. “Dia dengar-dengaran (penurut), baik, penurut dan pintar,” kata Sofia. Setiap kali ia bertemu dengan guru-guru Evia, mereka selalu menanyakan kabarnya. Menurut Sofia, Evia bukan hanya bintang kelas, tetapi juga bintang di rumah.
Ia mengingat bahwa Evia selalu bangun pagi dan ingin cepat-cepat ke sekolah. “Dia sangat rajin belajar,” tambahnya. Meski pendiam, Evia memiliki kemauan besar untuk maju. “Evia sangat ingin maju dan berhasil untuk nantinya menjadi tumpuan hidup kami,” ujarnya. Sikap hidupnya juga menular ke adiknya, yang belajar keras agar bisa sukses dan membahagiakan orang tuanya.
Selain itu, Evia juga sosok religius. Ia sering mengingatkan mamanya untuk beribadah atau melakukan Rosario. “Ia kerap telepon saya, ingatkan jadwal ibadah,” katanya. Bahkan, Evia dan pacarnya telah memutuskan untuk tunangan setelah wisuda.
Kejanggalan dalam Kematian Evia
Keluarga Antoineta Evia Maria Mangolo menduga kematian Evia bukanlah bunuh diri, melainkan pembunuhan. Kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali, menyatakan bahwa pihak keluarga memutuskan untuk mengotopsi jenazah Evia untuk mengungkap penyebab kematiannya. “Agar supaya tidak ada multi tafsir, maka diputuskan untuk diadakan otopsi,” katanya.
Dari hasil awal, terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh Evia. “Untuk posisi kain juga agak janggal,” tambahnya. Pihak keluarga berharap otopsi dapat memberikan jawaban yang jelas tentang kematian Evia.
Tidak hanya itu, keluarga juga menyampaikan kekesalan terhadap penanganan kepolisian di Tomohon. “Atas izin siapa oknum polisi langsung pindahkan jenazah korban ke rumah sakit, dalam teori penyelidikan, kalau orang mati tak wajar, tak serta merta langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Inafis adalah yang berwenang untuk menangani jenazah korban dan menyimpulkan penyebab kematiannya.
Antonius, ayah dari korban, sangat berharap pihak kepolisian dapat mengungkap tabir misteri di balik kematian putrinya. “Saya berharap institusi kepolisian sebagai penegak hukum dapat mengungkap kasus kematian tak wajar ini,” katanya.
Sosok yang Baik dan Rajin
Maria Antoineta Evia Mangolo dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar, dan agak pendiam. Hal ini diungkapkan oleh Ketsia, tante korban. “Ia memang pendiam, tapi rajin,” katanya. Ia bercerita bahwa Evia sangat rajin membuat tugas kelompok. Kadang, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena sibuk mengerjakan tugas. “Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya,” tambahnya.
Evia juga dikenal pintar dan baik hati. Meski pendiam, ia memiliki semangat tinggi untuk belajar. Ketsia mengatakan bahwa ia sempat menelepon Evia apakah hendak pulang saat Natal. “Jawabnya tidak jadi, karena tidak dapat tiket,” katanya. Dirinya terakhir ketemu Evia beberapa bulan lalu, saat ia sedang KKN dan mencari tempat kos. “Ia dan dua temannya sempat menginap di rumah saya dan sewaktu hendak pulang saat itu hujan, ia katakan makaseh (terima kasih) Ma Abo (panggilan Ketsia),” ujarnya.
Evia juga pernah mengunggah story tengah mandi di pantai bersama adiknya sebelum Natal. Lalu menyusul story lainnya. “Ia unggah sesuatu seperti kertas, mungkin tanda berhasil menyelesaikan KKN dan menulis kado Natal untuk mama,” tambahnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











