"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Armia Fahmi, Bupati Aceh Tamiang: Apa Tujuan Kayu Ini, Jadi Papan atau Kusen?

Armia Fahmi, Bupati Aceh Tamiang yang Berjuang untuk Masyarakat

Armia Fahmi, Bupati Aceh Tamiang, saat ini sedang menghadapi tantangan besar dalam menghadapi dampak bencana alam yang melanda wilayahnya. Ia meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan kepastian terkait nasib tumpukan kayu yang terbawa banjir di wilayahnya. Tumpukan kayu tersebut kini telah dipindahkan dan ditumpuk di bantaran sungai, termasuk di kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin.

Pemerintah daerah membutuhkan kepastian soal tindak lanjut ke depan, termasuk kemungkinan izin pemanfaatan kayu-kayu tersebut oleh masyarakat. Armia menegaskan bahwa kepastian hukum diperlukan agar langkah pemerintah daerah dalam memanfaatkan kayu sisa bencana benar-benar memiliki dasar yang jelas dan tidak berujung pada persoalan.

“Sehingga ada fatwa yang kuat atau dasar hukum yang kuat untuk kami melakukan hal tersebut. Ini perlu ada penegasan,” kata Armia. Ia juga menambahkan bahwa jangan sampai pihaknya di kemudian hari dipanggil-panggil lagi oleh APH karena ini memang suatu bentuk komitmen untuk bisa membantu masyarakat Aceh Tamiang.

Profil Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, Armia Fahmi lahir pada 12 Oktober 1966 di Banda Aceh. Saat ini, ia menjabat sebagai Bupati Aceh Tamiang periode 2025-2030. Armia merupakan purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir Irjen.

Irjen atau Inspektur Jenderal adalah perwira tinggi Polri dengan pangkat 2 bintang. Pangkat ini berada satu tingkat di atas Brigjen atau Brigadir Jenderal. Armia diketahui merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990. Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan kepolisiannya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada 1998.

Armia juga pernah menempuh studi di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) (2007), serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) (2019). Pria berusia 59 tahun ini juga pernah berkuliah mengambil studi Pascasarjana di Universitas Sumatra Utara (USU) dan meraih gelar S2 pada 2017.

Selama berkarier di Polri, Armia sudah menduduki berbagai jabatan di berbagai wilayah hukum. Ia diketahui pernah menjadi Plh Kapolrestabes Medan (2022) dan Wakapolda Aceh (2023). Sebelum pensiun, jabatan terakhir Armia adalah Sahlisosbud Kapolri (2024) dan Analis Kebijakan Utama Bidang Sosial Budaya Kapolri (2024).

Karier Irjen Armia Fahmi

Berikut riwayat jabatan Armia sebagai polisi:

  • Pama Polda Sulsel
  • Pamapta Polres Wajo
  • Kapolsek Tempe
  • PS Kasatlantas Polres Wajo
  • Danton Tar Mentarsis Akpol
  • Dankie Tar II/WS Akpol Pama PTIK
  • Padalops Satgas B Puskodal Polda Sumut
  • PS Kapolsek Labuhan
  • Kapolsekta Medan Baru
  • Wakasat PJR Ditlantas Polda Sumut
  • LO Polri di Penang, Malaysia
  • Wakapolres Tapanuli Tengah
  • Wakapolres Asahan
  • Kasubbid Provos Bidpropam Polda Sumut
  • Pamen Polda Aceh
  • Kabag Binops Roops Polda Aceh
  • Kapolres Gayo Lues
  • Kapolres Aceh Tamiang
  • Kabagdalpers Ro SDM Polda Sumut
  • PS Dirpolair Polda Sumut
  • KA SPN Polda Aceh
  • Kabagpamwal Roprovos Divpropam Polri
  • Analis Kebijakan Madya Bidang Provos Divpropam Polri
  • Irwasda Polda Sumut
  • Plh Kapolrestabes Medan
  • Wakapolda Aceh
  • Sahlisosbud Kapolri
  • Analis Kebijakan Utama Bidang Sosial Budaya Kapolri
  • Bupati Aceh Tamiang

Dipuji Presiden Prabowo

Momen unik terjadi saat Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Aceh Tamiang. Ia terkejut dan memuji Bupati Armia Fahmi yang ternyata adalah seorang purnawirawan Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua Polri. Prabowo mengapresiasi keputusan Armia untuk mengabdi sebagai kepala daerah setelah pensiun dari pangkat tinggi kepolisian.

Bupati Armia Fahmi diketahui memenangkan Pilkada Aceh Tamiang 2024 melawan kotak kosong. Ia memperoleh suara dengan capaian 72,5 persen. Setelah lulus Akpol, ia ditempatkan Pama Polda Sulsel. Kemudian Pamapta di Polres Wajo. Ia juga pernah menjabat Kapolsek Tempe dan PS Kasatlantas Polres Wajo. Setelah itu, ia kembali bertugas di Akpol.

Sebulan Lebih Kami Berusaha Bangkit

Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mengungkapkan bahwa hampir seluruh desa dan fasilitas di wilayahnya lumpuh akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025. Namun, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus berupaya bangkit dari dampak bencana dengan dukungan berbagai pihak selama satu bulan terakhir.

“Kami laporkan bahwa 12 kecamatan dengan 216 desa di wilayah kami semuanya terimbas terkena banjir bandang, dan semuanya dalam keadaan lumpuh, baik dari pemerintahan, TNI-Polri, dan perekonomian,” kata Armia saat rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Aceh, Selasa (30/12/2025).

“Kami saat ini berusaha, sudah lebih satu bulan kami berusaha untuk bangkit. Alhamdulillah, kami dibantu dari BNPB, dari TNI dan Polri,” imbuh dia. Para personel itu bekerja keras membersihkan lumpur hingga ke desa-desa karena kondisi tersebut menjadi penyebab utama lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Saat ini jumlah TNI ada sekitar 3.385 orang, Polri ada 877 orang yang di-BKO-kan ke Aceh Tamiang. Semuanya saat ini bekerja dengan keras untuk menangani lumpur sampai ke desa-desa, dari ibu kota kabupaten sampai ke desa-desa, karena memang inilah yang menyebabkan lumpuhnya perekonomian,” ujar Armia.

Pensiunan Jenderal Bintang Dua Polri itu menargetkan proses pembersihan lumpur khusus untuk kawasan ibu kota kabupaten dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat. Saat ini, progres pembersihan lumpur di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dan sisanya akan dikebut.

“Alhamdulillah tadi pagi kemarin kami sudah melihat 80 persen untuk lumpur sudah bisa kami bersihkan di sekitar ibu kota kabupaten, sisa 20 persen lagi karena itu masih ada beberapa parit yang masih padat oleh lumpur. Insyaallah ini bisa kami selesaikan dalam waktu dua hari,” kata Armia.

Selain lumpur, pemerintah daerah juga sudah mulai menangani tumpukan kayu yang terbawa banjir bandang di berbagai titik, termasuk di kawasan Pesantren Darul Mukhlisin. “Kemudian untuk tumpukan kayu di Pesantren Darul Mukhlisin sudah 85 persen kami angkut. Sekarang ini kayu atau balok-balok yang besar-besar sudah kami singkirkan, kami tumpuk di pinggir sungai,” ujar dia.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *