"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pengalaman Pribadi Gubernur YSK: Pujian pada Kualitas RSUD ODSK dan Faskes Sulawesi Utara

Pujian Gubernur Sulawesi Utara terhadap Layanan Kesehatan di Daerah

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK) memberikan apresiasi tinggi terhadap layanan kesehatan yang ada di provinsi ini. Ia mengungkapkan bahwa pengalamannya sendiri dalam mendapatkan perawatan medis berkualitas menjadi alasan utama pujian tersebut.

YSK merasakan langsung kualitas layanan kesehatan yang baik saat menjalani perawatan di RSUD Provinsi Sulut (ODSK) dan RSUP Prof RD Kandou Manado. Ia menjalani kateterisasi jantung di RSUP Prof Kandou setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD ODSK usai perayaan Natal 2025.

“Penanganannya serius, cepat. Tidak ada drama. Tindakan cepat tepat dan profesional. Semuanya dilakukan di RSUD ODSK, rumah sakit kita sendiri,” kata YSK saat memberi tanggapan dalam rapat paripurna pengesahan Perda Kepemudaan dan Perda Pajak Retribusi Daerah di DPRD Sulut, Senin 29 Desember 2025.

Meski baru saja menjalani perawatan, YSK tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas demi kepentingan Sulawesi Utara. Bahkan, belum 24 jam setelah tindakan, ia sudah memimpin rapat penyerahan barang milik negara kapal rampasan dari nelayan asing.

“Belum 26 jam, saya bisa hadir di rapat paripurna ini. Bukan karena sok kuat, tapi karena penanganan medisnya benar. Profesionalisme tenaga kesehatan memberi kepercayaan diri untuk bangkit dan kembali bertugas,” ujarnya disambut tepuk tangan hadiri.

Pesan penting dari YSK adalah bahwa Sulawesi Utara memiliki rumah sakit yang berkualitas. “Alatnya canggih. Dokternya kompeten dengan sistemnya rapi. Ini bukan cerita promosi tapi pengalaman langsung,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa keputusan cepat, alat dan penanganan yang tepat memegang peran kunci di fasilitas kesehatan. “Karena ini menyangkut menyelamatkan nyawa manusia,” tambahnya lagi.

Kepercayaan Masyarakat terhadap Fasilitas Kesehatan

YSK juga menyampaikan pesan lain, yaitu masyarakat Sulawesi Utara mempercayai fasilitas dan layanan kesehatan di daerah. “Kalau kita sakit, jangan merasa harus jauh-jauh. Rumah sendiri sudah mampu. Rumah sakit kita sudah setara, bahkan unggul. Kita patut percaya pada sistem kesehatan yang kita bangun bersama,” ujarnya.

Direktur RSUD ODSK, dr Lidya E Tulus MKes mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan fasilitas, kualitas pelayanan, dan manajemen rumah sakit. Bersamaan dengan itu, RSUD ODSK tetap fokus pada inovasi mendorong pengembangan health tourism (pariwisata kesehatan).

“Kami mendorong agar pelayanan lebih unggul dan terpercaya,” katanya.

Metode DSA untuk Pasien Stroke

RSUD ODSK mulai menangani pasien stroke dengan metode Digital Substraction Angiography (DSA) yang ditemukan Prof Dr Terawan Agus Putranto Sp Rad (K). Jumat, 18 Juli 2025, Dr Terawan melakukan supervisi layanan sekaligus memimpin langsung tim dokter RS di Jalan Bethesda Manado terhadap pasien stroke dengan metode DSA.

Pada pelayanan pertama ini, enam orang pasien menjalani tindakan yang dipimpin langsung Dr Terawan. Mantan Menteri Kesehatan itu menyatakan salut atas terobosan Manajemen RSUD Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan layanan itu.

“Ini sangat bagus. Sangat memenuhi syarat atas dukungan pemda. Sejauh ini fasilitas sudah cukup dan baik. Ini bisa mendukung medical tourism,” kata Terawan.

Ia pun bertekad ke depan bisa secara rutin menangani pasien di RSUD Provinsi Sulawesi Utara. Sehingga makin banyak warga Sulut bahkan daerah sekitar yang tertolong.

Hasil terapi menunjukkan hasil awal yang sangat positif. Ada pasien yang awalnya tangannya lemah, kini bisa lebih kuat. Pasien yang pandangannya buram, bisa melihat dengan baik.

“Mudah-mudahan kita diberkati terus. Jadikan Tuhan di depan dalam pelayanan kesehatan ini. Tuhan yang atur waktunya. Selalu ada waktu yang terbaik,” ujar pensiunan jenderal TNI AD bintang tiga ini.

Pengembangan Teknologi di RSUD ODSK

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus mengaku sangat bangga karena RSUD ini bisa melayani pasien menggunakan teknologi terapi DSA. “Dengan adanya layanan ini, pasien, warga kita tidak perlu ke Jakarta kan. Bahkan, masyarakat di luar daerah bisa ke sini. Kan lebih dekat lebih murah,” ujar Gubernur Yulius.

Pemprov Sulut bertekad fasilitas, SDM kesehatan dan layanan rumah sakit ini bisa ditingkatkan. “Kita akan dukung penganggarannya,” jelas gubernur.

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Utara, dr Lidya Tulus menjelaskan, supervisi layanan oleh Dr Terawan memastikan penanganan pasien sesuai standar. Untuk sementara, layanan DSA ini berlaku untuk pasien umum (non-BPJS).

“Tindakan DSA untuk menangani pasien post stroke sudah bisa dilakukan tim dokter Radiologi Intervensi RSUD Provinsi Sulut yang disupervisi oleh Prof Terawan Agus Putranto yang juga merupakan Penasehat Khusus Presiden Bidang Kesehatan,” kata Dokter Lidya.

Katanya, teknologi DSA belum diterapkan masif di seluruh Indonesia. “Ini sebuah langkah maju karena kami mendapatkan dukungan Pak Gubernur,” jelasnya.

Selain penanganan post stroke, layanan ini juga meliputi deteksi kelainan pembuluh darah; deteksi dini stroke; penyempitan pembuluh darah; sumbatan pembuluh darah. Termasuk juga, penanganan Aneurisma, pelebaran abnormal pada pembuluh darah otak dan Arterivenous Malformation (AVM) atau koneksi abnormal antara arteri dan vena.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *