"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Pisah Rumah 6 Bulan Lalu

Proses Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya

Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, dan istrinya, Atalia Praratya, sedang menjalani proses perceraian di Pengadilan Agama Bandung. Sidang perdana telah digelar pada 17 Desember 2025. Setelahnya, keduanya menjalani mediasi di luar persidangan pada 19 Desember 2025. Mediasi tersebut dihadiri langsung oleh keduanya dan hasilnya menyatakan bahwa mereka sepakat untuk berpisah secara baik-baik.

Kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansa, mengungkapkan bahwa dalam mediasi tersebut, keduanya juga membahas masalah hak asuh anak. Meski akan berpisah, keduanya sepakat untuk tetap merawat dan membesarkan anak-anak secara bersama-sama. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga kepentingan anak meskipun hubungan rumah tangga tidak lagi harmonis.

Pemisahan Rumah Sebelum Gugatan Cerai

Debi juga menyampaikan bahwa Ridwan Kamil dan Atalia sudah pisah rumah sejak enam bulan yang lalu, sebelum gugatan cerai diajukan. Ia menegaskan bahwa keduanya sudah memenuhi syarat bercerai sesuai surat edaran Mahkamah Agung, yaitu minimal enam bulan pisah rumah. Dengan demikian, gugatan cerai kliennya langsung diproses.

Meski sudah tidak tinggal bersama, komunikasi antara Ridwan Kamil dan Atalia masih terjalin baik. Namun, komunikasi tersebut tidak lagi intens karena kesibukan masing-masing pihak. Debi menekankan bahwa perpisahan ini adalah kesepakatan bersama dari kedua belah pihak.

Perjalanan Cinta Ridwan Kamil dan Atalia

Perjalanan cinta Ridwan Kamil dan Atalia dimulai dari cinta pandangan pertama. Mereka bertemu di sebuah pameran di Bandung pada tahun 1994. Saat itu, Ridwan Kamil sedang menawarkan jasanya sebagai arsitek. Dalam keadaan ragu-ragu, ia memutuskan untuk kembali ke pameran dan bertemu dengan Atalia, yang menarik perhatiannya. Dari situ, mereka akhirnya saling tukar nomor telepon dan mulai berkembang hubungan asmara.

Kisah cinta mereka yang unik dan penuh warna bahkan diabadikan dalam buku yang ditulis oleh Atalia berjudul Lelaki ke-42. Berbagai pria dari berbagai latar belakang mencoba menarik perhatian Atalia, namun pendekatan Ridwan Kamil yang berbeda berhasil memenangkan hatinya. Ia memilih mendekati ibunda Atalia di dapur, yang ternyata lebih efektif daripada strategi lainnya.

Setelah dua tahun berpacaran, mereka resmi menikah pada 7 Desember 1996. Ridwan Kamil yang saat itu berusia 25 tahun menikahi Atalia yang berusia 23 tahun. Pernikahan ini menjadi awal dari perjalanan hidup yang penuh tantangan dan pengalaman baru.

Kehidupan Bersama dan Tanggung Jawab

Setelah menikah, Ridwan Kamil dan Atalia sempat tinggal di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Hong Kong, sebelum kembali ke Indonesia. Perjalanan cinta mereka semakin menarik saat Ridwan Kamil memasuki dunia politik. Pada 2013, ia diangkat menjadi Gubernur Jawa Barat, yang membuat Atalia semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial sebagai istri pejabat publik.

Mereka dikenal sebagai pasangan serasi dan kerap disebut sebagai couple goals karena kekompakan dan keharmonisan yang mereka tunjukkan di media sosial. Dari pernikahan mereka, lahirlah dua anak, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) dan Camillia Laetitia Azzahra (Zara), yang semakin melengkapi kebahagiaan keluarga ini. Pada tahun 2020, mereka juga mengangkat seorang anak laki-laki bernama Arkana Aidan Misbach, menambah kehangatan dalam keluarga mereka.

Namun, kebahagiaan ini sempat diuji dengan cobaan berat ketika anak pertama mereka, Eril, meninggal dunia akibat terseret arus Sungai Aare di Swiss pada 2022. Kepergian Eril menjadi duka mendalam bagi keluarga ini, terutama bagi Ridwan Kamil dan Atalia. Meski demikian, mereka tetap berusaha kuat dan saling menguatkan satu sama lain, menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan publik di tengah kesedihan yang mendalam.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *