"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Mengexplore Keriuhan Lingkar Utara: Nongkrong, Kuliner, dan Malam di Pinggiran Kota Tasikmalaya

Perkembangan Kota Tasikmalaya dan Pembangunan Jalan Lingkar Utara

Kota Tasikmalaya merupakan salah satu kota yang berkembang pesat di wilayah Jawa Barat, terutama di bagian selatan. Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas penduduk, Pemkot Tasikmalaya terus mengembangkan pembangunan infrastruktur yang memadai. Salah satu infrastruktur penting yang bisa meningkatkan konektivitas dan kemudahan akses dengan wilayah luar di utara dan timur adalah adanya pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya.

Jalan Lingkar Utara ini menyisir dari Simpang Empat Lanud Wiryadinata hingga Pertigaan Jalan Raya Ciamis atau Cibogor. Kini jalan ini menjadi favorit baru anak muda untuk nongkrong. Meski di beberapa titik masih terlihat kosong dari bangunan-bangunan baru, justru dari titik-titik itulah kita bisa melihat dan menikmati keindahan alam, baik pesawahan atau pemandangan gunungnya.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial, dinamika pembangunan serta mobilitas penduduk, kehadiran Jalan Lingkar Utara menjadi sangat penting. Kepadatan lalu lintas di pusat kota dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan masalah lingkungan. Oleh karena itu, kehadiran Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya sepanjang 3,8 km menjadi solusi efektif dan tepat untuk mengurangi tekanan pada jalan-jalan utama yang ada di dalam kota.

Jalan Lingkar Utara Menjadi Area Tongkrongan Anak Muda

Beroperasinya Jalan Lingkar Utara Kota Tasik telah memantik tumbuhnya titik keramaian dan simpul ekonomi mikro baru. Tempat ini pun, jadi lokasi yang asyik untuk sekedar menanti malam atau untuk menghabiskan malam. Jalan yang membentang dari wilayah Kecamatan Cibeureum hingga ke wilayah Kecamatan Cipedes ini, kini jadi tujuan baru bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu sore dan malam. Tak hanya di akhir pekan, di hari-hari biasa pun kawasan ini tetap ramai.

Jika memulai dari Simpang Empat Lanud Wiryadinata misalnya, spot keramaian pertama adalah di sekitar fly over rel kereta api. Di titik ini, banyak pedagang yang menjajakan makanan dan minumannya. Lajur jalan sebelah kiri dimanfaatkan pedagang dan warga untuk nongkrong di sekitar jembatan layang.

“Biasanya sore dan malam disini banyak anak muda nongkrong. Apa lagi kalau malam minggu dan cuaca cerah, disini pasti ramai,” ungkap Asep, warga Siluman yang berjualan kopi dan roko di atas motornya.

Titik Keramaian di Sekitar Jalan Lingkar Utara

Titik keramaian kedua adalah di sekitar Simpang Empat Jalan Bebedahan. Dulunya Jalan Bebedahan ini jadi jalur utama akses menuju wilayah Kecamatan Purbaratu, tapi setelah ada jalan lingkar terpotong jadi simpang empat. Arus lalu lintas cukup padat, karena menjadi jalur penghubung antar kecamatan yakni antar Kec Cibeureum, Purbaratu dan Cipedes. Juga karena banyaknya pedagang yang menggelar aneka jenis makanan.

Titik keramaian ketiga terdapat di simpang Jalan Nagrak menuju Jalan Cimerak. Di simpang yang tadinya sepi dan hanya satu arah itu, kini ramai oleh lalu-lalang orang. Apa lagi, di salah satu sudut persimpangan itu, H. Yudi, mantan aktivis parpol di Kota Tasikmalaya membuka tempat makan. Sehingga, persimpangan itu jadi riuh dan ramai dikunjungi terutama oleh anak muda.

“Alhamdulillah sekarang disini jadi salah satu tempat nongkrong anak-anak muda. Makanya makanan yang dijualnya pun ya untuk selera mereka,” tutur Yudi saat ditemui di cafenya.

Spot Favorit untuk Nongkrong

Titik keramaian berikutnya adalah pinggiran jalan dekat area pesawahan. Ini adalah spot favorit bagi anak-anak muda untuk nongkrong menikmati suasana senja. Sambil duduk-duduk di trotoar, area ini pas untuk menikmati matahari terbenam dengan latar silhuet Gunung Syawal.

Tidak terlalu banyak pedagang, hanya beberapa pedagang kopi keliling yang mangkal. Aktivitas warga yang sedang berada di pesawahan atau anak-anak yang sedang bermain layangan turut menjadi tontonan tersendiri bagi pengunjung.

Titik keramaian berikutnya adalah di sekitar Jembatan Ciloseh yang sudah masuk wilayah Kecamatan Purbaratu. Setiap petang kawasan itu selalu dipadati warga yang sekedar berfoto atau menikmati suasana di sekitar jembatan. Salah satu daya tarik dari bangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Purbaratu dan Kecamatan Cipedes itu adalah adanya ornamen Kujang berukuran besar.

Beberapa pedagang mengaku nyaman berjualan disekitar jembatan itu, karena bisa meraih pembeli. Meski begitu, mereka menyadari setelah Jalan Lingkar Utara diresmikan pemakaiannya dan segala kendaraan bisa melewatinya, sudah tidak mungkin lagi bisa berjualan di tempat itu. Karena, arus kendaraan semakin ramai dan sulit berjualan disekitar itu.

Akhir Bentangan Jalan Lingkar Utara

Selanjutnya di ujung bentangan jalan yakni di Pertigaan Jalan Raya Ciamis dan Lingkar Utara atau lebih dikenal sebagai Cibogor, kini ramai oleh anak-anak muda yang nongkrong serta para penjaja makanan dan minuman. Bahkan di ujung jalan itu, kerap dipakai rehat para pejalan kaki atau para goweser.

Tentu, bentangan panjang Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya ini telah mewujud jadi tempat tongkrongan baru anak-anak muda. Anak-anak muda ataupun ibu-bapak pemburu makanan khas Tasikmalaya jadi konsumen baru pedagang. Dan penjaja makanan pun Sabtu dan Minggu selalu bertambah banyak dan bertambah variatif seiring dengan bertambahnya jumlah orang yang datang. Ayo buruan coba!!!

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *